
Ternyata Romi ada rencana untuk membelikan sepeda baru untuk adiknya. Sedangkan motor yang lama, akan dia gunakan untuk keperluannya selama bekerja di pabrik tersebut.
Jadi, baik dirinya sendiri ataupun Della, tidak perlu saling tunggu. Jika pulang kerjanya tidak bisa sama.
Itulah sebabnya, tadi dia mengancam secara tidak langsung pada Della, jika tidak melanjutkan kalimatnya tidak jadi beli motor.
Tapi ternyata Della cukup peka, dengan cara Romi mendesaknya tadi.
"Kalau gak mau cerita ya gak apa-apa Dek." Romi memancing Della, supaya mengatakannya sendiri. Jadi seakan-akan dia tidak sedang memaksa adiknya itu untuk bercerita tentang Linda.
"Hum... ngambek nih! Udah tua juga." Gerutu Della sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ihsss..."
Romi meraih bibir adiknya dengan gemas, karena sedang mengerucut. Sayangnya Della sempat mengelak.
"Ini kayak moncong ikan itu tuh! Hahaha..."
Setelahnya, Romi tertawa terbahak-bahak. Melihat Della yang semakin cemberut, karena disamakan dengan mulut ikan arwana. Yang ada di dalam aquarium.
"Ihhh, Mas jahat!"
"Ya wes, buruan cerita. Apa yang Kamu ketahui tentang..."
"Iya-iya. Tapi, Della gak tau banyak lho ya! Kan Della juga lama gak ketemu kak Danang ataupun mbak Linda."
Romi hanya menganggukkan kepalanya, supaya adiknya itu cepat bercerita. Tentang wanita yang dulu ada di dalam hatinya, dan ternyata masih ada di dalam sana sampai saat ini.
"Mas. Apa mas Romi dan mpok beneran gak bisa bersatu lagi?"
Della bukannya menceritakan tentang Linda, tapi justru bertanya tentang keadaan rumah tangga kakaknya yang tidak bisa dipertahankan lagi.
Akhirnya, Romi pun terdiam dan teringat dengan perjalanan hidupnya yang kurang beruntung dari segi percintaan.
*****
Istrinya Romi, yang terlihat sangat baik dan penurut, karena terlahir dari keluarga yang taat beragama, ternyata tidak tahan dengan kedatangan laki-laki yang pernah dia taksir sewaktu masih remaja dulu.
__ADS_1
Acara reuni di sekolah menengah pertama, atau SMP istrinya, membuat benih-benih cinta yang dulu hanya malu-malu kucing, bisa mereka nyatakan dengan banyak kalimat rayuan yang menggelora dan memporak-porandakan jiwa raga. Bahkan menghancurkan janji suci pernikahan.
Romi awalnya tidak percaya dengan kelakuan wanita, yang sudah hidup bersama dengan hampir dua tahun. Sebab, meskipun mereka belum dikaruniai seorang anak, nyatanya mereka tetap adem ayem tanpa risih dengan pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan oleh pihak-pihak tertentu.
Sayangnya, tak lama setelah acara reuni itu, istrinya mulai tampak berubah.
Bahkan berani pergi selama tiga hari tanpa kabar ke Romi sebagai suaminya, ataupun pada kedua orang tuanya.
Awalnya Romi masih bisa bersikap seperti biasanya. Tapi tak lama kemudian, istrinya itu kembali pergi selama satu minggu. Tanpa ada kabar lagi.
Dan pada saat dirinya dan juga kedua mertuanya sibuk dalam pencarian dan kekhawatiran mereka. Sang istri justru dengan tenang pulang diantar teman laki-lakinya, diduga sebagai Pil dari istrinya.
Pil adalah pria idaman lain. Berkebalikan dengan Wil, alias wanita idaman lain.
Akhirnya sang mertua pun malu dan meminta maaf pada Romi, karena pada awalnya menyalahkan Romi yang tidak bisa menjaga dan membimbing istrinya.
Tapi pak haji, yang dulu men_comblangi dirinya dengan keponakannya itu meminta maaf pada Romi. Dan menyerahkan semua keputusan pada Romi sendiri.
Tanpa melihat bagaimana hubungan antara mereka berdua, yang memang sudah baik sebelum menjadi bagian dari anggota keluarga.
Akhirnya dengan terpaksa, Romi memulangkan kembali istrinya itu pada kedua orang tuanya. Dan isterinya juga dengan senang hati menerima keputusan tersebut.
Dengan berat hati, akhirnya Romi pun melepaskan istrinya. Yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi.
Dan saat ini, perceraian Romi sudah diputuskan. Hanya tinggal menunggu akta cerai saja dari pengadilan.
Untuk menghilangkan rasa kecewa dan sedihnya, akhirnya Romi menerima tawaran untuk pekerjaan di kota asalnya. Dan ini dia ambil dari salah satu temannya di waktu SMA. Yang saat ini menjadi kepala bagian umum di perusahan tempat Linda bekerja.
Sayangnya, Romi tidak mungkin mengorek informasi tentang Linda dari temannya itu.
Itulah sebabnya, dia ingin meminta bantuan pada adiknya, agar mau menceritakan tentang Linda.
Bukan karena ada maksud tertentu, Romi hanya ingin tahu saja. Sebab, pada saat Linda pergi dengan marah dari bengkel las miliknya waktu itu, dia tidak punya waktu dan kesempatan untuk menjelaskan.
Dan tahu-tahu, Romi mendapatkan kabar tentang pernikahan Linda dengan polisi Ferry.
*****
__ADS_1
"Sekarang suaminya mbak Linda itu bukan polisi lagi Mas."
Mendengar penuturan adiknya, Romi mengerutkan keningnya. Memikirkan apa kira-kira yang terjadi, hingga suaminya Linda tidak lagi menjadi anggota kepolisian.
"Jangan tanya Della kenapa ya! Soalnya Della juga gak tau kenapa."
Belum juga Romi bertanya, Della sudah mendahului. Agar kakaknya itu tidak mengajukan pertanyaan yang dia tidak bisa jawab dan terangkan.
"Ok. Mas gak akan tanya. Tapi, mereka baik-baik saja kan?"
Akhirnya Romi mengajukan pertanyaan yang lainnya, yang tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan suaminya Linda.
"Mas Romi kan udah main dan tengok bapaknya mbak Linda kemarin-kemarin. Apa mereka gak ada cerita sedikit saja, tentang anaknya itu?"
Kepala Romi mengeleng beberapa kali, mendengar pertanyaan yang diajukan oleh adiknya barusan.
Di rumah Linda saat itu, Romi tidak menyingung soal Linda atau Ferry. Dia juga hanya sebentar saja di rumah orang tuanya Linda sore itu. Sebab waktunya keburu malam dan waktu magrib sudah tiba.
"Hemmm... kata orang-orang, yang suka gosip di pabrik, mbak Linda kerja karena kekurangan uang. Saat suaminya itu dipecat dari anggota kepolisian."
"Tapi untuk kejelasan dan alasan pastinya, Della gak tau. Terus alasan suaminya itu dipecat, Della juga gak tau."
Romi hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, mendengar penjelasan yang diberikan oleh Della.
Meskipun tidak dia pahami secara keseluruhan, setidaknya kini dia sedikit tahu. Bagaimana keadaan mantan kekasihnya itu.
"Tapi... mas Romi jangan masuk ke dalam lingkaran permasalahan yang ada pada mbak Linda. Meskipun mas Romi dijadikan duda sama Mpok, tapi mas Romi jangan dendam dengan menjadikan seorang suami menjadi duda juga."
"Hahaha... Kamu itu aneh-aneh saja Dek!"
Romi tertawa terbahak-bahak, mendengar perkataan adiknya. Yang memberikan nasehat dan warning untuknya.
"Ihsss... Della gak mau ya, jika mas Romi merusak keluarga seseorang. Meskipun itu adalah mbak Linda. Karena Della itu juga cewek Mas. Apa Mas Romi mau, jika ada karma atas perbuatan Mas Romi yang ditanggung Della di waktu yang akan datang?"
"Hmmmppp..."
Romi langsung menutup mulutnya Della, setelah Della selesai bicara seperti itu.
__ADS_1
"Hushhh! Mulutmu itu di jaga!" decak Romi kesal, dengan mengingatkan adiknya. Tangannya juga masih menutup mulutnya Della seperti tadi.