Tante Melinda

Tante Melinda
Pekerjaan Untuk Danang


__ADS_3

Kehidupan itu selucu itu. Karena ternyata, apa yang ada di dalam pikiran tidak sama seperti yang terjadi pada kenyataannya.


Ada rasa kecewa, sedih tapi bagaimana pun semua itu hanya sebatas pengetahuan kasat mata manusia biasa. Tidak ada yang benar-benar tahu, dan mengerti. Kecuali orang yang menjalaninya sendiri.


Sama seperti yang dilakukan oleh mbak Nana. Dia hanya melihat Ferry dengan kacamata dirinya saat ini. Dia tidak tahu, bagaimana keadaan Ferry sebagai suami dari Linda dulu, dan sekarang.


Begitu juga dengan Ferry. Dia yang notabene adalah mantan seorang polisi, tentu sangat tahu jika, apa yang dia lakukan ini salah. Selain dalam ajaran agama, tentu dia juga paham jika ini melanggar hukum negara juga.


Tapi ternyata semua itu bisa membuat dia lupa dengan segalanya. Padahal, selama ini dia hanya sebatas rusak sebagai seorang laki-laki penjudi dan peminum. Bukan sebagai Player dari wanita-wanita, yang kadang mengelilingi kehidupannya. Sejak dia masih menjadi seorang polisi.


Namun sayangnya, kini dia tidak lagi bisa menahan diri dari godaan wanita. Bahkan wanita tersebut, tidak ada apa-apanya juga, dibanding dengan istrinya sendiri. Baik secara wajahnya yang tidaklah cantik. Dan postur tubuhnya yang kecil.


Berbeda sekali dengan istrinya yang sangat cantik. Bahkan lebih cantik daripada para artis di layar kaca. karena wajahnya yang bule. Dan lagi, postur tubuhnya Linda itu tinggi besar.


Tapi ternyata semua itu tidak menjadi sebuah jaminan kebahagiaan dalam kebersamaan keluarga mereka.


Dulu Ferry yang ringan tangan, dan selalu menyia-nyiakan waktu bersama Linda. Sedangkan sekarang ini, Linda sibuk bekerja di perusahaan besar. Sehingga dia tidak bisa intens berada di rumah.


Mereka berdua sibuk dengan urusan dan pekerjaan di luar rumah.


Yang akhirnya, hanya untuk Erli saja mereka berdua bisa bertahan hingga pada titik sekarang ini. Di mana keduanya juga sudah sama-sama tidak merasakan apa-apa, dalam ikatan pernikahan mereka.


Apalagi Linda sendiri, yang memang sedari dulu menerima pernikahannya bersama dengan Ferry karena desakan dari ibunya. Dan ketidak pastian dari hubungan yang dia jalani, bersama dengan Romi. Kekasihnya yang sekarang ini sudah tinggal di kota besar. Bersama dengan istrinya yang asli orang sana.


*****


"Lin. Bangun Lin. Kamu gak mau makan?"


Ibunya Linda mencoba untuk membangunkan anaknya, yang sedari pulang dari kerja langsung tidur tanpa melakukan apa-apa terlebih dahulu.


"Hemmm... apa Bu?" tanya Linda, yang masih belum sadar betul dari tidurnya.


"Bangun. Itu lho makan dulu," jawab ibunya, dengan menggoyang-goyangkan kembali lengan Linda.


"Jam berapa Bu?" tanya Linda, dengan matanya yang dia kucek-kucek.

__ADS_1


"Jam sembilan ini," sahut ibunya memberitahu.


"Emhhh..."


Linda hanya mengangguk dengan mengeliat. Dia bangun dan berusaha untuk duduk terlebih dahulu.


"Erli mana Bu?" tanya Linda, yang tidak menemukan anaknya di dalam kamar.


"Masih ada di depan TV dengan bapakmu," jawab ibunya Linda, kemudian berjalan meninggalkan kamar Linda.


Dia kembali ke depan TV, di mana suami dan cucunya berada.


"Mama... Mama udah bangun Mbah?" tanya Erli, di saat melihat kedatangan simbah putrinya. Karena tadi, Simbah putrinya itu pergi pamit ke dalam kamar mamanya.


"Ya sudah. Erli gak ngantuk?" tanya ibunya Linda, yang melihat cucunya sedang tiduran di atas pangkuan suaminya.


"Ini juga mau tidur dia. Minta di puk-puk dulu katanya," ujar bapaknya Linda, masih dengan aktivitasnya yang tadi. Yaitu menepuk-nepuk bokongnya Erli, supaya cepat tertidur.


Linda tampak keluar dari dalam kamar. Dia melihat ke arah anaknya, yang ada di dalam pangkuan bapaknya. "Kok gak nyusul ke dalam tadi?" tanya Linda, yang melihat anaknya itu dalam keadaan hampir tertidur.


Erli memanggil mamanya, dengan suara yang sudah tidak jelas. Dia sudah setengah mengantuk, dan hampir tertidur.


"Kamu bersih-bersih dulu Lin. Erli biar sekalian tidur. Nanti jika sudah benar-benar tidur, baru dipindahkan ke kamar," tutur ibunya Linda, menasehati anaknya.


Akhirnya, Linda hanya mengangguk saja. Kemudian dia berjalan menuju ke arah kamar mandi.


Linda membiarkan anaknya, tidur terlebih dahulu di depan TV. Apalagi, ada bapaknya yang sedang me_nina bobokan Erli.


Beberapa saat kemudian.


Linda sudah keluar dari dalam kamar mandi. Dia berjalan kembali menuju ke depan TV, di mana Erli dan kedua orang tuanya berada.


"Danang ke mana Bu?" tanya Linda, karena sedari tadi tidak melihat keberadaan adiknya, Danang.


"Tadi ada kegiatan remaja di masjid. Tumben belum pulang juga ini, udah jam segini," jawab ibunya, menjelaskan pada Linda tentang adiknya, Danang.

__ADS_1


Sekarang, Erli sudah tertidur pulas di pangkuan bapaknya.


"Linda pindah Erli dulu ke kamar Pak," kata Linda, sambil memegang tangan anaknya. Siap untuk di gendong dan dia pindahkan ke kamar.


"Kamu makan aja Lin. Biar Bapak yang gendong Erli ke kamar," ujar bapaknya Linda, meminta anaknya itu untuk makan malam terlebih dahulu. Karena Linda sudah terlambat untuk makan malam.


Tadi, saat mereka berdua sedang makan bersama dengan Erli, Linda sudah dibangunkan. Tapi dia tidak mau bangun dan meminta pada anaknya, untuk ikut makan malam bersama kedua simbahnya saja.


Akhirnya Linda mengangguk mengiyakan perkataan bapaknya. Dia membiarkan bapaknya itu untuk membopong tubuh Erli. Kemudian memindahkan anaknya itu supaya tidur di dalam kamarnya.


Sedangkan Linda sendiri, pergi berjalan menuju ke arah dapur. Dia mengambil makanan untuk dirinya sendiri, kemudian membawa makanan tersebut ke depan tv.


Dia makan malam sendiri, di temani ibunya yang sedang nonton TV.


Bapaknya Linda sudah selesai memindahkan Erli ke dalam kamar. Sekarang, dia ikut duduk di depan TV, bersama dengan istrinya.


"Kamu besok pagi kerja lagi kan Lin?" tanya bapaknya.


"Ya Pak," jawab Linda, di sela-sela kegiatannya menyuap makanan ke dalam mulutnya sendiri.


"Itu si Danang. Jika dia lulus kuliah besok, tolong carikan kerjaan di perusahaan Kamu kerja."


"Biar di ada pendapatan yang tetap. Syukur-syukur bisa mencicil uang yang kemarin itu Kamu kasih."


Bapaknya Linda, mencoba untuk berbicara dengan Linda. Dia meminta pada Linda supaya mencarikan pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh adiknya, Danang. Begitu adiknya itu selesai wisuda minggu depan.


Ibunya juga mengangguk. Menyetujui permintaan dari bapaknya pada Linda.


Tapi Linda belum menyahuti. Dia masih menyelesaikan makan malamnya terlebih dahulu. Namun sebenarnya, di dalam hatinya Linda sendiri sedang berbicara, 'kerjaan apa yang cocok untuk Danang ya? Kan office di penuhi orang-orang yang terdekat dengan pemimpin juga."


Begitu selesai makan, Linda kembali ke dapur. Dia mencuci piring bekas makannya, kemudian minum terlebih dahulu. Baru kemudian kembali ke depan TV.


"Nanti Linda tanya ke bagian HRD dulu pak. Soalnya, kasihan Danang jika harus ada di bagian produksi. Eman-eman ijasahnya juga." Linda memberikan alasan yang menurutnya sangat tepat, supaya ibu dan bapaknya tidak mendesak dirinya.


"Iya gak apa-apa. Kan masih satu minggu lagi Danang wisuda. Semoga saja saat itu udah ada lowongan kerja untuk Danang."

__ADS_1


Linda mengangguk mengiyakan perkataan ibunya. Sekarang, dia pamit untuk pergi ke dalam kamar. Menyusul Erli yang sudah tertidur dengan pulas sedari tadi.


__ADS_2