Tante Melinda

Tante Melinda
Gosip Yang Beredar


__ADS_3

Pagi hari, saat Linda ada di pabrik.


Orang-orang yang ada di sekitarnya, sudah banyak yang membicarakan tentang dirinya, dengan asisten manager, pak Komarudin.


Mereka kebanyakan membicarakan tentang apa yang terjadi antara keduanya. Apalagi, akhir-akhir ini pak Komarudin sering kali datang ke ruangannya Linda saat jam istirahat kerja.


Meskipun Linda tidak mendengar secara langsung, tetap saja ada orang yang memberitahu dirinya dengan semua omongan orang-orang tersebut.


"Gitu lho Mbak Linda. Apa benar itu?" tanya orang yang memberi tahu Linda pada pagi ini.


Linda masih diam saja, dan tidak memberikan penjelasan pada orang yang tadi bertanya. Dia pikir, hal semacam itu tidak perlu dikonfirmasi.


Karena meskipun tidak terjadi sekalipun, tetap saja tuduhan dan gosip semacam itu akan selalu ada.


Hampir dua bulan bekerja di pabrik ini, Linda banyak sekali belajar. Bagaimana pergaulan sesama karyawan, dan juga kebiasaan-kebiasaan mereka. Dari yang cuek, hingga ingin tahu banyak.


Bahkan, ada juga yang sok alim dengan segala tingkah lakunya. Padahal itu hanya sebagai kedok belaka.


Jam kerja yang belum juga dimulai, biasanya ada bel seperti yang ada di sekolah, yang menandakan bahwa jam kerja dimulai. Dan orang-orang, biasanya memanfaatkan waktu yang hanya sebentar itu, untuk berbincang-bincang dengan teman-temannya yang lain.


Ada juga yang baru sarapan pagi, karena tidak sempat untuk sarapan di rumah. Atau hanya mendengar teman-temannya berbincang, serta bergosip ria.


Bahkan, ada juga yang hanya diam dan memperhatikan mereka, dengan melihat saja.


Dan waktu seperti itulah, gosip akan dengan cepat tersebar.


Karena dari satu kata yang keluar dari satu mulut, akan terdengar menjadi dua kata dari mulut yang lain.


Begitu seterusnya, hingga menjadi bahan pembicaraan dan gosip yang hangat.


Tapi kadang kala, berita ini juga yang membuat seseorang menjadi terkenal, karena rasa penasaran dari orang lain yang secara kebetulan ikut mendengarkan semua beritanya.


Hampir sama seperti dunia keartisan, yang penuh dengan sensasi. Karena dari sensasi itu juga, para artis menjadi viral dan terkenal.


Tet tet tet!


Tet tet tet!


Bel tanda jam kerja dimulai. Semua karyawan sudah siap untuk melakukan tugas dan pekerjaan masing-masing.


Berbekal dengan SPK, surat perintah kerja, yang merupakan patokan untuk suatu pekerjaan yang harus dilakukan untuk hari ini.


Mereka, para karyawan, juga mengunakan APD. Yaitu alat pelindung diri, agar terhindar dari sesuatu yang tidak diinginkan. Atau menghindari kecelakaan kerja.

__ADS_1


APD itu ada yang berupa celemek, sarung tangan, kaca mata pelindung sinar, atau alat-alat perlindungan diri yang lain. Sesuai dengan pekerjaan yang harus mereka lakukan sebagai tugasnya.


Di kelompok yang dipimpin oleh Linda, adalah kelompok paking. Atau bagian yang mengemas produk jadi. Siap untuk ditempatkan di gudang, sebelum di kirim sebagai barang ekspor siap pakai.


Itulah sebabnya, kelompok Linda tidak perlu banyak orang. Ada dua puluh lima orang, yang membantu Linda untuk menyelesaikan pekerjaan dan tugas mereka.


Dan sekarang, mereka semua sudah siap dengan tugasnya masing-masing.


"Mbak Linda!"


Linda menoleh ke arah sumber suara. Ada salah satu karyawan yang bertugas sebagai administrasi gedungnya, yang memanggil.


"Ya Mbak. Ada apa?" tanya Linda mendekat. Begitu juga orang yang tadi memanggilnya.


"Mbak Linda dapat surat tugas untuk ke Jakarta minggu depan. Katanya, sudah diberitahu oleh pak Rudi ya?" tanya orang tersebut.


"Oh iya Mbak, sudah. Terima kasih."


Linda pun akhirnya ingat, jika dia harus ikut training kepemimpinan di Jakarta minggu depan.


Bahkan Linda belum sempat minta ijin pada suaminya. Dia justru minta ijin untuk lembur akhir pekan nanti.


Dan itu hanya akal-akalan Linda, yang ingin menerima tawaran pak Komarudin, untuk pergi ke suatu tempat. Di mana Linda juga merasa penasaran dengan apa yang dikatakan oleh asisten manager tersebut.


Hal yang tidak pernah dia rasakan, saat bersama dengan suaminya sendiri.


"Nanti ke bagian HRD untuk mengurus segala sesuatunya ya Mbak!" kata orang itu lagi, memberikan pesan.


"Oh iya Mbak. Terima kasih."


*****


Jam sebelas siang, Linda bersiap-siap untuk pergi ke gedung HDR, yang ada di dekat pos security.


Gedung HRD sendiri, ada di bagian depan. Dan merupakan bangunan yang berdiri sendiri, dan tidak bergabung dengan gedung-gedung yang lain.


Linda akan mengurus segala sesuatunya, untuk keberangkatan dirinya ke Jakarta, bersama dengan beberapa leader yang juga dari berbagai kelompok dan gedung.


Di Jakarta, dia dan leader-leader tersebut, akan menerima banyak pelajaran dan pelatihan, untuk bisa menjadi seorang leader yang bisa bertanggung jawab dengan pekerjaannya.


Pelatihan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan rasa tanggung jawab mereka, sebagai seorang pemimpin.


Dan rata-rata, leader yang ikut training ini adalah leader baru. Yaitu dalam arti bahwa, mereka baru diangkat menjadi seorang leader.

__ADS_1


Leader-leader tersebut, juga sudah banyak yang berpengalaman sebagai karyawan biasa sebelumnya. Hanya ada beberapa orang saja, yang sama seperti Linda sendiri.


Leader baru, dan belum ada pengalaman sebagai seorang pemimpin. Bahkan, Linda sendiri justru baru kali ini menjadi seorang karyawan pabrik garmen seperti sekarang ini.


"Linda. Mau ke mana?" Linda menoleh ke arah belakang, saat ada suara yang dia kenal memanggil namanya.


Ternyata itu adalah pak Rudi. Manager di gedung tempat Linda bertugas.


"Ke HDR Pak. Katanya dapat panggilan untuk mengurus kepentingan ke Jakarta minggu depan."


Pak Rudi mengangguk mengerti.


"Oh, silahkan dilanjutkan!" ucap pak Rudi, mempersilahkan pada Linda agar melanjutkan perjalanannya ke HDR.


"Mari Pak."


Linda pun mengangguk untuk permisi terlebih dahulu.


Setelah kepergian Linda, pak Rudi tampak masih berdiri di tempatnya yang tadi. Dia memperhatikan bagaimana Linda berjalan, hingga ada seseorang yang menegurnya.


"Apa Pak Rudi mau?" tanya orang tersebut.


"Eh, Pak Komarudin," sapa pak Rudi, pada asistennya itu.


"Iya. Saya sudah merasakan servis nya Pak. Memuaskan!" ucap pak Komarudin memberikan kabar tentang keadaan yang sudah dia rasakan pada anak buahnya yang baru itu.


"Hah, secepatnya itu?" tanya pak Rudi tidak percaya.


Pak Komarudin hanya tersenyum penuh misteri. Dia tahu, jika atasannya itu tidak akan percaya begitu saja.


"Begini Pak..."


Asisten manager tersebut, berbisik-bisik dengan menunjuk-nunjuk ke arah Linda tadi, dengan ekor matanya.


Dan ini membuat manager tersebut membelalakkan matanya kaget. Antara percaya, dan tidak. Tapi dia juga merasa sangat penasaran.


Karena manager tersebut juga tahu, bagaimana reputasi asistennya itu, sebagai seorang laki-laki yang tidak pernah puas hanya dengan satu wanita.


Mungkin, sama saja seperti dirinya sendiri. Yang juga suka dengan sebuah petualangan, untuk bisa mendapatkan kepuasan tersendiri.


Dan jika bisa dengan mudah untuk mendapatkannya, tentu saja itu adalah bonus yang perlu disyukuri.


"Besok akhir pekan, kita mau keluar sama-sama Pak. Apa Bapak mau ikut?"

__ADS_1


__ADS_2