Tante Melinda

Tante Melinda
Kasus Yang Beredar


__ADS_3

Waktu terus bergulir seiring jalannya roda kehidupan yang berputar. Apapun yang kita lakukan pasti ada hasil yang akan kita dapatkan setelahnya juga. Meskipun kita tidak pernah tahu, apa, bagaimana dan kapan itu terjadi dibelakangnya nanti.


Di pabrik isu beredar dengan cepat, bak bola api yang panas. Cepat tertangkap telinga-telinga, dari satu orang yang bercerita ke orang yang lainnya.


Begitu juga dengan apa yang menimpa pak Rudi kali ini.


Dia sedang terkena isu dan gosip panas. Karena ada seorang karyawan, yang melaporkan pak Rudi atas sikapnya yang tidak terpuji.


Karyawan tersebut, melapor pada pihak ikatan buruh, jika mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari pak Rudi.


Asisten manager yang berpengaruh itu, akhirnya mendapatkan panggilan dari pihak HRD, ikatan buruh, dan juga pihak TKA. Untuk dimintai keterangan dan kejelasan tentang laporan tersebut.


Linda ikut mendengar berita tersebut, tapi dia tidak memberikan komentar apa-apa. Meskipun sebenarnya dia sangat tahu, bagaimana sikap pak Rudi kepada dirinya selama ini.


Dia tidak mau ikut campur lagi urusan pak Rudi, sebab Linda tidak ingin kembali berurusan dengan manajer yang arogan, mendendam dan sesuka hatinya.


Meskipun Linda mendapatkan jabatan sebagai supervisor atas jasa dari pak Rudi yang mempromosikan dirinya, tapi dia juga bekerja dengan baik dan giat dalam menjalankan tugasnya.


Bahkan setelah itu, linda juga dimutasi ke devisi sewing karena pak rudi. Dia dipindah ke gedung material juga karena pak Rudi.


Jadi cukup itu saja, Linda tidak mau lagi ada urusan apa pun dengan manager tersebut.


"Mbak-mbak. Mbak Linda!" panggil Febriyanto yang datang dengan ngos-ngosan.


Dia baru datang dari mengirimkan barang ke gedung pak Rudi, sehingga dia mendengar tentang berita tersebut.


"Mbak Linda sudah dengar belum?" tanya Febriyanto, masih dengan nafas yang turun naik. Karena ingin segera menyampaikan berita ini pada Linda.


"Dengar apa Feb?" tanya Linda, yang memang tidak tahu, apa yang dimaksud oleh anak buahnya itu.


"Pak Rudi Mbak. Itu lho, asisten manager yang di gedung Mbak Linda dulu!" Febryanto masih bekuk bisa berkata dengan jelas, apa yang ingin dia sampaikan


"Pak Rudi kenapa?" tanya Linda tidak mengerti kenapa febryanto menyebut-nyebut nama psk Rudi.


"Dia terkena kasus. Udah di tangani pihak-pihak atas ini!" akhirnya Febriyanto bisa juga bercerita, meskipun tidak jelas secara keseluruhan dari permasalahannya.

__ADS_1


"Oh... ya udah biarin aja. Kan udah ditangani," ujar Linda datar.


"Mbak Linda gak kaget?" tanya Febriyanto lagi. Karena dia juga pernah mendengar tentang berita kedekatan pak Rudi dengan leadernya ini.


"Kaget sih kemarin-kemarin. Tapi, mau bagaimana lagi?"


"Jadi, Mbak Linda sudah tahu berita ini?" Febriyanto lebih kaget, karena Linda ternyata sudah tahu lebih dulu.


Linda hanya mengangguk saja, tanpa memberikan jawaban apa-apa lagi. Sehingga membuat Febriyanto sedikit kecewa. Sebab dia memberikan berita ini pada Linda langsung, begitu dia mendengarnya tadi. Supaya Linda merasa senang, karena pak Rudi, yang sudah membuatnya menjadi leader lagi, sekarang sedang bermasalah.


"Thanks ya Feb. Aku sih gak masalah kok, mau jadi apa juga. Yang penting niatku kerja, cari uang. Jika ada yang mau jadi temanku, anggap saja itu bonus yang Aku dapatkan selain gajian setiap bulannya."


Linda akhirnya mengucapkan terima kasih kepada Febri, dan memberikan penjelasan tentang apa yang ada di dalam hatinya saat ini. Seakan-akan dia tahu jika Febri sebenernya mempunyai niat baik, dengan memberitahukan berita tersebut kepadanya secara langsung, begitu tadi mendengar berita itu dari gedung pak Rudi.


Akhirnya Febry mengangguk mengiyakan penjelasan yang diberikan oleh leadernya, dengan menyunggingkan senyuman.


"Bagus Mbak pemikirannya. Salut Aku!"


Febriyanto mengacungkan jari jempolnya pada Linda, setelah mendengar penjelasan yang diberikan oleh atasannya itu.


Dari keterangan pak rudi atas pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepadanya, dia mengelak jika memperlakukan karyawan yang melapor, dengan apa yang dituduhkan kepadanya.


Bahkan pak Rudi balik menuduh karyawan tersebut, dengan tuduhan sedang mencari nama dan mencari popularitas, agar terkenal di pabrik ini karena nama besarnya.


Untuk sebagian orang yang mengenal pribadi pak Rudi, tentu saja tidak percaya dengan apa yang dia katakan dalam pembelaannya.


Mereka bahkan mengenal pribadi pak Rudi sebagai maniak. Dengan segala penyimpangan yang dilakukannya selama ini.


Apalagi pak Yus, yang sudah sangat mengenal bagaimana tingkah pak Rudi.


Tapi dia tidak mau memperkeruh suasana. Jadilah pak yus cuma diam mendengarkan, dan melihat bagaimana reaksi orang-orang yang ikut dalam pertemuan tersebut.


"Aku tidak melakukan apa-apa. Orang itu saja yang mau cari muka dan cari nama, untuk melakukan sesuatu yang bisa menjatuhkan nama baikku!" Pak Rudi justru memutar balikkan fakta yang ada.


Petinggi-petinggi dari ikatan buruh, juga banyak yang menjadi teman baik Pak Rudi. Jadi mereka juga tidak memberikan pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan pak Rudi.

__ADS_1


Karena semua tidak ada yang bisa membuat pembuktian, TKA juga menyerahkan kasus ini pada pihak HRD dan ikatan buruh.


Akhirnya, setelah berunding, diambil keputusan bahwa, karyawan yang melaporkan akan di mutasi ke tempat lain, dinaikkan jabatan. Atau keluar dengan persyaratan, diberikan pesangon lima kali gaji.


Pak Rudi cukup puas dengan apa yang telah disepakati, begitu juga dengan yang lainnya.


Tapi pada saat semua orang membubarkan diri, pak Yus berkata pada pak Rudi, "kali ini mungkin Aku dan yang lainnya masih bisa melindungi mu. Tapi jika ada kasus yang sama, Aku pribadi angkat tangan."


Pak Rudi menggangguk dengan tersenyum. Dia juga menepuk-nepuk pundak pak Yus, untuk berterima kasih.


Setelahnya, pak Rudi kembali ke gedung, di mana dia bertugas. Dia dengan tenang, seakan-akan sudah memenangkan peperangan. Karena semua sudah selesai, dan tidak akan ada lagi yang bisa membuat laporan yang sama seperti ini di waktu lain.


Tapi tidak untuk karyawan yang melapor. Karyawan tersebut merasa malu dan tertipu. Sehingga dia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya di pabrik ini.


Pak Rudi menghubungi pak Komarudin. Dia juga menceritakan keputusan di ambil dalam pertemuan tadi.


..."Wah, lolos dong pak Rudi!"...


..."Iyalah lolos. Siapa dulu, Rudi gitu!"...


..."Hahaha... iya Pak iya. Percaya Saya!"...


..."Tapi, Aku bisa cari gantinya Linda belum dapat Komar. Bagiamana ini? Kamu juga belum bisa mengajaknya tidur bareng juga denganku. Bertiga di ring, kayak dulu. Aku udah geregetan banget ini!"...


..."Eh, salah Kau sendiri itu pak Rudi! Mana Aku salah? Sudah Aku usahakan. Dia tak mau. Bagaimana mungkin Aku paksa juga!"...


..."Ah, payah Kamu Komar!"...


..."Aku parah? Kau apa jadinya!"...


..."Carilah kesempatan dan waktu Komar. Kita bermain-main lagi seperti dulu. Ya, Aku tunggu lho kabar baiknya!"...


Klik!


Pak Rudi memutuskan hubungan telpon secara sepihak, tanpa mau memberikan kesempatan pak Komarudin berkata lagi.

__ADS_1


__ADS_2