Tante Melinda

Tante Melinda
Bersaing


__ADS_3

Suasana di ruang tamu sunyi. Tidak ada yang bicara lagi, setelah Romi selesai mengutarakan maksud kedatangannya malam ini.


Baik Linda maupun Romi sendiri, sama-sama dalam suasana yang gundah gulana. Banyak hal yang sedang mereka pikirkan. Hingga Erli datang bersama dengan simbah putrinya, membawakan teh hangat dan beberapa camilan untuk romi.


"Silahkan nak Romi. Maaf ya, hanya ada ini," ujar ibunya Linda, mempersilahkan tamunya itu, untuk menikmati hidangan yang baru saja dia bawa bersama dengan cucunya.


Erli yang tadi membawa dua toples kecil, ikut meletakkan toples tersebut di atas meja.


"Ma. Erli udahan ya belajarnya," ujar Erli meminta ijin.


Linda hanya mengangguk saja, menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh anaknya.


Akhirnya, ibunya Linda kembali pamit masuk, dengan mengajak Erli. "Silahkan nak Romi, ibu mau masuk dulu. Yuk Sayang!"


Erli menganggukkan kepalanya, dengan membawa tas serta dua buku miliknya, yang tadi ada di kursi.


Mereka berdua, akhirnya masuk kembali ke ruang tengah. Membiarkan Linda dan Romi ada di ruang tamu untuk berbicara.


Erli, sebenarnya tidak tahu apa-apa tentang mamanya dan Romi. Tapi tadi, dia diberikan pengertian oleh simbahnya itu, dengan iming-iming akan diajak jalan-jalan besok pagi, sepulang sekolah.


Padahal, ibunya linda memang sengaja melakukannya, untuk memberikan kesempatan pada Linda, supaya bisa berbicara dengan Romi.


Dia berpikir bahwa, ada sesuatu yang ingin dibicarakan oleh Romi pada anaknya itu.


"Kakak gak minta jawaban Kamu sekarang Dek. Pikir saja dulu dengan matang-matang. Jika Kamu bersedia, Kakak akan datang secara resmi, untuk melamar mu nanti."


Linda masih terdiam dan tidak memberikan respon apa-apa, dengan pernyataan yang diberikan oleh Romi.


Dia sendiri juga merasa bingung, dengan keadaannya sekarang.


Linda berpikir bahwa, seandainya dia menerima Romi, kemungkinan besar dia akan sering bertemu dengan pamannya Romi juga.


"Kak, Linda..."


Romi sudah deg-degan, dengan jawaban apa yang akan diberikan oleh linda. Tapi sebelum Linda melanjutkan kalimatnya ada seseorang yang datang.


"Assalamualaikum..."


Kalimat Linda yang ingin menjawab pertanyaan dari Romi, terpotong dengan adanya seseorang yang mengucapkan salam dari luar rumah.

__ADS_1


"Waallaikumsalam..."


Akhirnya Linda dan Romi, menjawab salam orang tersebut.


Deg!


Dada Linda kembali berdetak dengan kencang, karena kedatangan tamu yang tidak pernah dia sangka-sangka kali ini.


"Pak dokter," sapa Linda dengan wajah canggung, karena ada Romi juga di ruang tamu rumahnya ini.


"Mari... Pak dokter, silahkan." Linda mempersilahkan dokter Khan An, untuk masuk dan duduk di samping Romi.


Dia merasa gugup dan juga canggung, karena kedatangan dua tamu laki-laki, yang tidak pernah dia sangka-sangka sebelumnya.


Dokter Khan An yang baru pertama kali datang ke rumah linda, sedikit kaget. Di saat melihat ada seorang laki-laki bersama linda di ruang tamu. Sebab dia tahu, jika Linda adalah seorang janda. Jadi tidak mungkin laki-laki tersebut adalah suaminya.


Akhirnya, dengan perasaan was-was, Linda memperkenalkan kedua tamunya itu. Romi dengan dokter Khan An.


Tapi karena dua laki-laki tersebut juga sama-sama mempunyai pikiran yang dewasa, mereka akhirnya berkenalan sebagaimana mestinya. Jika berkenalan dengan seseorang yang baru saja bertemu untuk pertama kalinya.


"Romi," ucap Romi, sebutkan namanya terlebih dahulu.


Akhirnya, Linda pamit untuk masuk ke dalam terlebih dahulu. Untuk memberitahukan kepada ibu dan bapaknya, jika ada dokter Khan An yang datang.


Di ruang tamu, kedua laki-laki tersebut sibuk dengan pikiran masing-masing, setelah linda pergi.


Romi berpikir bahwa, sang dokter muda ini, sedang melakukan pendekatan dengan linda.


Begitu juga dengan dokter Khan An.


Dia berpikir hal yang sama seperti yang dipikirkan oleh Romi terhadap dirinya.


Jadi, keduanya mempunyai pikiran yang sama. Bahwasanya mereka datang ke rumah ini, karena ingin mendapatkan perhatian dari Linda.


"Emhhh... jika boleh tahu, bagaimana keadaan Linda saat terakhir kalinya terapi Dok?"


Romi berusaha untuk mencairkan suasana yang canggung di antara dirinya dan dokter Khan An, dengan memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan kondisi Linda.


"Emhhh... jika boleh tahu juga, apa ya hubungan Anda dengan mbak Melinda ini?" tanya dokter Khan An, yang tidak termaksud untuk menjawab pertanyaan dari Romi.

__ADS_1


Dia justru bertanya balik, dengan maksud menyelidik tentang hubungan Romi dan Linda.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu, Romi menggunakan kesempatan untuk membuat sang dokter mundur dari niatannya untuk bisa mendekati Linda.


"Saya calon suaminya Linda."


Mendengar jawaban yang diberikan oleh Romi, dokter Khan An cukup terkejut juga.


Dia berpikir bahwa, Linda baru saja ditinggalkan oleh suaminya, setelah mengalami kecelakaan yang naas tersebut. Jadi tidak mungkin, jika Linda mendapatkan calon suami secepat ini.


"Hehehe... apa itu benar?" tanya dokter Khan An sambil terkekeh.


Dia menjadi curiga, bahwa laki-laki yang ada di ruang tamu bersama dengannya kali ini, juga sedang mendekati Linda. Sama seperti dirinya.


Romi tersenyum tipis, mendengar perkataan dokter Khan An. Yang tidak percaya dengan jawabannya.


"Apa yang membuat dokter meragukan jawaban Saya?" tanya Romi, dengan menyipitkan matanya.


"Bukan. Bukan begitu maksud Saya."


Dokter Khan An jadi merasa bersalah, karena pertanyaannya seakan-akan meremehkan penjelasan yang diberikan oleh laki-laki tersebut.


Sebagai sesama laki-laki, tentu saja dokter Khan An tidak bisa percaya begitu saja. Dengan pengakuan seorang laki-laki, yang datang untuk mendekati seorang janda.


Dia berpikir bahwa, Romi hanya sedang menjegal dirinya saja. Supaya tidak lanjutkan maksud dan niatnya mendekati Linda.


Tapi dokter Khan An sudah siap dengan segala resiko, supaya bisa mendapatkan Linda. Pasien terapi yang ditanganinya, yang saat ini sudah berstatus sebagai janda dengan satu orang anak.


Dia percaya diri, jika dia juga mampu bersaing dengan semua laki-laki. Yang sedang menginginkan Linda, karena linda memang layak untuk mendapatkan perhatian dari banyak laki-laki yang menginginkan dirinya.


Selain postur tubuh dan wajah Linda yang berbeda dari kebanyakan wanita, Linda juga memiliki aura sangat menarik, bagi para laki-laki yang normal.


Suasana yang sedikit panas ruang tamu, dirasakan juga oleh Linda di dalam kamar.


Tadi, di saat dia pamit untuk masuk, ternyata Linda tidak memberitahukan pada ibu dan bapaknya, jika ada dokter Khan An yang datang. Sebab, ibu dan bapaknya sedang ada di dalam kamar bersama dengan Erli.


Akhirnya dia justru masuk ke dalam kamarnya sendiri, untuk menenangkan hati dan pikirannya.


Dia tidak tahu apa yang harus dia dilakukan pada dua laki-laki, yang datang bersamaan ke rumahnya malam ini.

__ADS_1


"Apa dokter Khan An juga datang dengan maksud yang sama seperti kak Romi?" tanya Linda pada dirinya sendiri, dengan bergumam.


__ADS_2