
Hari ini adalah hari terakhir Linda pergi kontrol ke rumah sakit, untuk mengetahui bagaimana perkembangan kondisi kakinya pasca operasi pengangkatan pen.
Dan Romi selalu menemani Linda saat kontrol ke rumah sakit. Sebab dia tahu jika, yang menangani Linda adalah dokter Khan An.
Dokter yang dulu pernah menangani Linda juga, pada saat di rumah sakit daerah, yang ada di kampungnya. Dan Romi juga tahu, bagaimana dokter Khan An yang mengagumi istrinya.
Jadi dia ingin memberikan kesempatan pada dokter Khan An, supaya bisa mendekati istrinya. Saat melakukan pemeriksaan, jika tanpa dirinya. Itulah sebabnya, dia selalu ikut dan menemani Linda.
"Ini coba digerakkan beberapa kali kanan kiri!" pinta dokter Khan An, di tengah-tengah pemeriksaan kaki Linda.
Linda mengikuti instruksi yang diberikan oleh dokter Khan An, untuk mengetahui bagaimana kelenturan otot dan tulang kakinya.
"Bagus. Sudah banyak kemajuan. Tapi tetap berhati-hati dan lakukan aktifitas secara perlahan-lahan. Perbanyak air putih, tetap mengkonsumsi makanan yang tinggi protein dan kalsium. Contohnya putih telur, susu dan ikan. Tetap jaga kebersihan luka pada bagian operasi. Jika masih nyeri segera konsumsi obat pereda nyeri. Jika tidak, tidak usah ya, dan yang terakhir, tetap lakukan peregangan otot secara rutin."
Dokter Khan An, memberikan banyak nasehat pada Linda. Supaya kondisi kakinya tetap stabil dan tidak ada kelainan lagi pasca operasi kemarin.
"Dan untuk Mas Romi, jika sedang berolahraga sama mbak Linda, tolong diperhatikan kakinya juga, jangan terlalu agresif ya! Hehehe..."
Romi kaget saat mendengar perkataan dan pesan yang disampaikan oleh dokter Khan An untuknya. Dia tidak pernah berpikir jika dokter Khan An, justru mencandai dirinya terkait kondisi kaki istrinya itu.
Akhirnya dia hanya tersenyum masam, sedangkan Linda hanya tersenyum tipis karena tersipu malu, dengan sikap dokter Khan An yang berkata secara terbuka. Bahkan mengkritik suaminya barusan.
"Tapi jika mbak Linda tidak ada keluhan atau masalah sih, gak apa-apa juga. Mau, mau pakai gaya apapun no problem kan? hehehe... btw, selamat atas pernikahan kalian berdua. Maaf, baru sempat mengucapkan selamat."
"Hhh..."
Romi menghela nafas panjang, mendengar perkataan dokter Khan An yang panjang lebar.
Sedangkan Linda, hanya mengangguk sambil tersenyum tipis. Karena apa yang dikatakan oleh dokter Khan An memang ada benarnya.
Tapi pada akhirnya, Romi mengucapkan terima kasih atas semua nasihat yang diberikan oleh dokter Khan An. "Terima kasih Dok, untuk semua saran dan nasehatnya, serta ucapannya. Jika sudah selesai, Kami permisi dulu."
Melihat gelagat suaminya yang sudah tidak nyaman, Linda juga mamet pada dokter Khan An. "Iya Dok, terima kasih atas semuanya, dan kami permisi dulu."
"Sama-sama, silahkan."
Dokter Khan An, tersenyum dan mengangguk mengiyakan. Untuk mempersilahkan sepasang suami istri tersebut, keluar dari ruangannya.
Saat ini Linda tidak perlu menebus obat, karena sudah tidak ada keluhan apa-apa. Jadi mereka bisa langsung pulang, setelah dari rumah sakit.
"Mas," panggil Linda pada suaminya, karena sejak keluar dari ruangan dokter Khan An, Romi tampak datar dan diam saja sedari tadi.
__ADS_1
Sebenarnya Romi mendengar panggilan istrinya itu. Tapi dia tidak meresponnya, karena mengingat tadi di ruang periksa dokter Khan An, Linda tampak senang dan selalu tersenyum. Romi sedang dalam mode cemburu lagi.
Melihat keadaan ini, Linda tidak bisa melakukan apa-apa, selain harus mencari perhatian dengan pura-pura. Supaya suaminya itu kembali memperhatikannya.
"Aduh," keluh Linda, sambil menghentikan langkahnya.
Mendengar suara mengaduh Linda, Romi segera menoleh. Karena dia merasa khawatir, dengan keadaan istrinya itu. "Kenapa Dek, ada yang sakit?" tanya Romi cemas.
"Ada," jawab Linda, yang sudah menghentikan langkahnya. Dengan berdiri menyandar pada dinding lorong rumah sakit.
"Mana yang sakit Dek? pelan-pelan lah jalannya!"
Melihat suaminya kembali memperhatikan dirinya, linda tersenyum senang. Apalagi saat ini Romi sedang berjongkok, untuk melihat keadaan kakinya.
"Mas," panggil Linda, dengan menarik lengan suaminya itu, supaya kembali berdiri.
Romi yang masih dalam keadaan cemas, merasa bingung dengan sikap Linda saat ini.
Tapi Linda justru mengerucutkan bibirnya, karena kesal dengan sikap cemburu suaminya barusan. Tapi setelahnya, dia tersenyum dan memeluk lengan suaminya itu supaya tidak bingung.
"Kenapa sih Dek, mana sakit? katanya tadi sakit," tanya Romi, yang menanyakan bagian mana pada kaki Linda yang terasa sakit.
Romi tersadar dengan sikapnya yang tadi, kemudian menjawil hitung istrinya itu sambil berkata, " Aku gak suka dengan sikap dokter Khan An yang sok perhatian tadi."
"Ihhh... mas Romi tahu tempat dong jika mau cemburu. Tadi itu kan memang tugasnya dokter Khan An, bukan karena dia mau menggoda Linda," sanggah Linda, yang tidak menyalahkan sikap dari dokter Khan An. Yang menurutnya masih dalam batasan wajar.
"Tapi tetap saja Aku gak suka Dek!"
"Iya-iya Mas. Ini juga yang terakhir kita di ke sini. Besok-besok sudah gak lagi." Linda mengingatkan pada Romi, jika ini adalah kontrol terakhirnya.
Romi mengganggukan kepalanya, mendengar penjelasan yang diberikan oleh istrinya barusan. Karena ini memang pemeriksaan terakhir istrinya.
"Kita langsung ke sekolah jemput Erli ya!" ajak Romi, karena jam pulang sekolah memang sebentar lagi.
Linda mengangguk setuju, dengan usulan dari Romi. Karena dia tidak mau berdebat lagi, hanya untuk sesuatu yang menurutnya tidak penting untuk dibahas.
*****
Di kampung.
Della pergi ke rumah sakit bersama dengan Danang, untuk memeriksakan kondisi kesuburan mereka berdua. Karena mereka akan mengikuti program hamil.
__ADS_1
Mereka berdua, harus menjalani beberapa prosedur pemeriksaan sebagai berikut.
Untuk Della sebagai calon ibu, dia harus menjalani pemeriksaan umum seperti :
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa kondisi tubuh sebelum menjalani masa kehamilan, yang meliputi:Pengukuran berat dan tinggi badan. Pemeriksaan alat vital, seperti detak jantung, tekanan darah, dan frekuensi pernapasan. Pemeriksaan panggul, yaitu memasukkan jari ke dalam ****** untuk memeriksa rahim dan leher rahim (serviks).
2.Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium bertujuan untuk mendeteksi berbagai kelainan yang dimiliki calon orangtua dan mungkin berpotensi diturunkan ke anak. Berikut beberapa jenis pemeriksaan laboratorium yang akan dilakukan. Yaitu tes urine. Sampel urine yang diambil akan digunakan untuk mendeteksi kadar gula dalam tubuh. Jika terlalu tinggi, tentu dapat memengaruhi perkembangan janin. Oleh karena itu, dokter akan mengambil tindakan untuk mengendalikan kadar gula darah hingga batas normal, sebelum memasuki masa kehamilan.
Kemudian yang selanjutnya adalah tes darah. Pengujian sampel darah digunakan untuk mendeteksi beberapa jenis penyakit, seperti sifilis, HIV, herpes, hepatitis B, dan cytomegalovirus. Sampel darah juga digunakan untuk mengidentifikasi beberapa hal lain, seperti menghitung jumlah sel darah, mengecek golongan darah, serta memeriksa kadar tiroid.
Kemudian ada Pap smear. Dokter akan mengambil sampel sel jaringan serviks untuk kemudian diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan pada organ reproduksi wanita, seperti peradangan atau infeksi.
Untuk Danang sendiri, dia juga harus memeriksakan diri dengan prosedur sebagai berikut:
Tes urine. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi sel darah putih dalam urine, sebagai indikator adanya infeksi yang mungkin terjadi.
Cek ******. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menghitung jumlah ****** dan mendeteksi adanya kelainan pada bentuk, pergerakan, atau warna ******.
USG. Dilakukan untuk mendeteksi lokasi kerusakan atau penyumbatan pada saluran reproduksi pria.
Biopsi testis. Dalam prosedurnya, dokter akan mengambil sedikit sampel jaringan testis dan melakukan analisa di laboratorium untuk menentukan tingkat produksi ******.
Vasografi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan foto Rontgen untuk mendeteksi penyumbatan atau kebocoran ****** pada vas deferens, yaitu saluran yang menghubungkan testis dengan lubang kencing (uretra). [ Dari beberapa sumber ]
Setelah menjalani semua pemeriksaan di atas, mereka berdua diberikan obat dan jadwal. Supaya bisa melakukan hubungan suami istri yang tepat, agar program ini bisa segera berhasil.
Dan sekarang hari sudah sore. Mereka akhirnya pulang ke rumah, dan akan kembali lagi minggu depannya. Untuk mendapatkan hasil apakah programnya ini sudah terlihat hasilnya atau belum.
"Semoga saja, dengan mengikuti program ini kita secepatnya punya momongan ya Mas," kata Della penuh harap.
"Aamiin... ya Yang. Mas juga gak mau Kamu itu terlalu banyak pikiran. Padahal kita ini masih muda Yang, dan soal anak itu ada masanya sendiri juga dari Allah. Jadi tetap ingat untuk berdoa selain usaha kita ini juga."
Della menganggukkan kepalanya, mendengar nasihat yang diberikan oleh suaminya barusan.
__ADS_1