Tante Melinda

Tante Melinda
Kejadian Tak Terduga


__ADS_3

Sore ini, sebelum jam pulang kerja.


Linda yang biasanya menemani anak buahnya lembur, meminta ijin untuk pulang terlebih dahulu. Dia merasa jika, butuh beristirahat di rumah saja. Dari pada besok pusingnya kambuh lagi.


"Pak. Saya gak ikut lembur anak-anak. Kepala Saya dari pagi pusing." Linda ijin pada pak Rudi, di ruangannya.


"Gak periksa ke klinik Lin?" tanya pak Rudi, dengan menautkan kedua alisnya.


"Ini sih udah mendingan Pak. Tapi, Saya rasa lebih baik pulang saja, gak ikut lembur gitu," sahut Linda memberikan alasan.


"Oh, Kamu yakin? hanya butuh istirahat?" tanya pak Rudi, dengan menatap ke wajah Linda dengan serius.


"Maksud Pak Rudi?"


"Hemmm... Kamu sudah lama gak rileks Lin. Aku bisa kok, buat Kamu rileks seperti biasanya. Atau Kamu mau jika Aku juga mengundang pak Komarudin? Biar kita bisa two on one."


Pak Rudi menawari kegiatan yang biasa mereka lakukan, jika sedang ada waktu. Dan two on one ini, pernah juga di bahas pak Rudi, sama seperti yang pernah dikatakan juga sama pak Komarudin waktu ada di tempat wisata dulu.


Sejak pak Komarudin di pindah tugas ke gedung yang lain, Linda memang tidak pernah lagi melakukan apa-apa, yang dulu sering dia lakukan bersama dengan pak Komarudin.


Dan sejak ikut training kepemimpinan di Jakarta, Linda berganti dengan pak Rudi.


Tapi pak Rudi tidak pernah mengajaknya melakukan hal itu, jika berada di area pabrik. Tidak sama seperti pak Komarudin, yang bisa di mana saja.


Linda terdiam mendengar perkataan dan pertanyaan yang diucapkan oleh pak Rudi. Dia tahu, jika akhir-akhir ini, memang sudah jarang melakukan kegiatan bercinta. Baik di rumah, maupun di luar rumah.


'Apa karena ini juga ya, kepalaku jadi pusing?batin Linda bertanya pada dirinya sendiri.


"Bagaimana Lin?" tanya pak Rudi lagi, saat melihat Linda terdiam, dan tidak menjawab pertanyaan darinya.


"Tapi..."


"Jangan tapi-tapi. Nanti juga Kamu suka. Toh kami ini juga sudah gak asing kan buat Kamu. Pasti Kamu akan ketagihan untuk melakukan hal ini lagi, dan lagi."


Dari perkataan yang menyakinkan itu, Linda jadi terpengaruh. Dia merasa penasaran, dan ingin mencobanya.


Sama seperti waktu untuk pertama kalinya, dia dan pak Rudi melakukannya secara benar. Di mana waktu itu ada di tempat wisata. Karena sebelumnya, saat berada di pabrik, mereka berdua, pak Komarudin dan Linda, hanya sebatas permainan luar. Yang tidak sama seperti yang seharusnya.


( Maaf jika terkesan ambigu. Ini TK gak bisa menjabarkan secara detail, kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pak Komarudin dan Linda, saat di pabrik )


"Jika Kamu mau, ayok sekarang saja!"


Pak Rudi kembali menyakinkan Linda, untuk menerima tawarannya tadi.


"Tapi, pak Komarudin dan pak Rudi sendiri kan ikut lembur juga biasanya?" Linda mencoba untuk mengingatkan kembali pada pak Rudi, dengan lemburan yang tidak bisa dia tinggalkan begitu saja.


"Jika Kamu jawab iya, gampang itu Lin. Bisa Aku atur nanti," jawab pak Rudi enteng.

__ADS_1


Karena pengaruh dari kata-kata pak Rudi, yang menyakinkan, akhirnya Linda menyetujui usulan tersebut. Dia mau diajak untuk melakukan two on one, bersama dengan pak Komarudin.


'Pak Komarudin dan pak Rudi, Aku sudah tau bagaimana sensasinya.Tapi jika bareng dalam satu permainan, pasti beda sekali sensasinya nanti.'


Linda sepertinya sudah dibutakan dengan semua sensasi yang dia rasakan. Kepuasan dunia yang tidak ada habisnya. Dan Linda tahu, dia semakin jauh melakukan petualangan yang sudah dilakukannya selama ini. Baik bersama dengan pak Komarudin, ataupun bersama dengan pak Rudi.


*****


Bruk!


Tumpukan karung padi yang ada di pojok ruangan, di mana Ferry berada, tiba-tiba roboh tanpa sebab.


Padahal biasanya, tumpukan padi di sana jauh lebih tinggi, dari pada hari ini. Tapi entah kenapa, tiba-tiba bisa roboh seperti sekarang.


"Eh, kok roboh!"


"Gak ada gempa kan ya?"


"Apa dalamnya ada karung yang keropos? Bisa jadi kan, di kerokoti tikus dalamnya."


"Udah si, ayok di tata lagi!"


Beberapa pekerja pengilingan padi juga merasa heran. Mereka membicarakan hal yang tidak biasanya ini.


Ferry juga ikut membantu menata ulang tumpukan karung padi, yang tadi roboh.


Karena sore ini memang sudah waktunya untuk tutup dan pulang.


"Gak apa-apa kok Mas. Bantu sebentar ini," jawab Ferry mengabaikan larangan orang tadi.


Dia tetap memanggul satu karung padi, untuk ikut dinaikkan ke atas tatanan. Sama seperti yang dilakukan oleh para pekerja.


"Eh, sini Mas, sini!"


Salah satu dari mereka, meminta pada Ferry, supaya menyerahkan karung padi yang dia bawa. Agar orang tersebut yang membawanya ke atas.


"Iya Mas, iya. Ini!"


Ferry baru saja menyerahkan karung padi tersebut, pada orang yang tadi memintanya.


Sayangnya, kaki yang digunakan untuk memijak karung padi yang lain meleset. Sehingga Ferry terjatuh dan tertimpa karung padi yang dia bawa sendiri.


Bruk!


Brukkk!


"Ahhh!"

__ADS_1


"Aduh..."


"Ehhh, Mas!"


"Lho Mas Ferry!"


Teriakan demi teriakan, keluar dari mulut-mulut orang yang melihat kejadian tersebut.


Mereka juga pada lari, mendekat untuk menolong Ferry yang sudah jatuh tertimpa karung padi. Di tambah dengan tumpukan karung padi yang tadi dia pijaki, juga roboh menimpa dirinya.


Para pekerja harus memindahkan tumpukan karung padi terlebih dahulu. Karena tubuh Ferry, tidak bisa dikeluarkan begitu saja.


Satu persatu karung dipindahkan. Dan akhirnya, Ferry berhasil ditolong.


"Aughhh!"


"Mas, mana yang sakit?"


"Bawa ke klinik?"


"Panggil tukang pijat!"


Orang-orang berkerumun untuk melihat keadaan Ferry. Mereka juga mengusulkan, untuk memeriksa keadaan kaki dan tubuhnya yang lain.


Ada juga yang mengusulkan agar memangil tukang pijat syarat. Karena takut jika ada syarat kaki atau tangan yang bermasalah.


"Ayok-ayok!"


Akhirnya, Ferry di bawa di klinik terdekat, dengan mengunakan mobil pick up, untuk memeriksa keadaannya.


Beberapa saat kemudian, pemeriksaan dokter selesai. Dia diminta untuk beristirahat dan mengunakan alat bantu untuk berjalan.


"Apa ada yang retak atau patah Dok?" tanya Ferry merasa khawatir.


Tentu saja Ferry merasa khawatir. Karena dokter menyarankan untuk menggunakan alat bantu jalan. Bisa dipastikan jika kakinya ada yang bermasalah.


Belum lagi, tangannya juga harus diperban sana sini.


Pasti ini tidak nyaman sama sekali. Karena dengan mengunakan kruk saja sudah tidak nyaman.


Kruk adalah alat bantu jalan, yang berupa tongkat dengan pegangan ditengah. Supaya dapat digunakan sebagai pegangan.


Cara pemakaian alat ini dengan cara dijepitkan di ketiak. Alat ini dibutuhkan bagi mereka yang mengalami patah kaki atau mereka yang cacat sehingga sulit dalam berjalan.


"Tapi, Saya nunggu istri Saya dulu untuk beli kruk nya ya Dok?" Ferry memang sudah menghubungi Linda tadi. Saat ada di perjalanan menuju ke klinik.


Untungnya, Linda pada saat itu sudah pulang dan dalam perjalanan pulang. Jadi, tak lama lagi Linda pasti sudah tiba di klinik ini.

__ADS_1


__ADS_2