Tante Melinda

Tante Melinda
Mengurus Surat Ijin


__ADS_3

Danang mendapatkan kabar tentang keadaan bapaknya dari seorang tetangga. Kemudian Danang berganti untuk memberikan kabar tersebut pada kakaknya, Linda.


Tut tut tut!


Panggilan untuk Linda, tidak segera tersambung. Danang mencoba untuk mengulangi panggilan telponnya.


Tut tut tut!


..."Ya halo Nang. Ada apa?"...


..."Bapak Mbak. Bapak..."...


..."Bapak kenapa Nang?"...


Linda tidak sabar untuk menunggu kalimat Danang yang tampak susah dia ucapkan.


..."Bapak... Bapak jatuh Mbak. Di teras belakang rumah. Sekarang belum sadarkan diri."...


..."Di bawa ke rumah sakit gak?"...


..."Kurang tahu Mbak. Ini Danang sedang mengurus surat ijin, untuk pulang terlebih dahulu."...


..."Oh ya sudah. Mbak juga mau urus surat ijin untuk sama. Tunggu Mbak ya Nang!"...


..."Ya Mbak."...


Klik!


Sambungan telpon tertutup. Linda segera mencari keberadaan beberapa leader, untuk diberikan penjelasan. Karena dia harus segera pulang, dan meninggalkan semua pekerjaan yang seharusnya dia lakukan sampai sore hari.


Sekarang, Linda harus kembali mencari pak Rudi. Karena surat ijin untuk keluar atau pulang sebelum waktunya jam pulang kerja, harus membawa surat ijin dengan tanda tangan yang lengkap. Termasuk pak Rudi.


Jika untuk karyawan biasa, tanda tangan tidak perlu sampai manager. Hanya perlu tanda tangan leader dan supervisor saja, kemudian di bawa ke HDR untuk di sah kan.


Sedangkan untuk leader dan supervisor, tanda tangan harus ada pihak manager dan HRD juga.


'Langsung ke ruangan atau telpon dulu ya?' batin linda bertanya.


Dia ingin mendapatkannya tanda tangan secepatnya, supaya bisa pulang juga dengan cepat.


Akhirnya Linda memutuskan untuk langsung menuju ruangan pak Rudi. Karena dua berpikir bahwa, saat ini pak Rudi masih ada di dalam ruangannya.


Tapi ternyata keberuntungan berpihak pada Linda. Karena dipertengahan jalan, Linda bertemu dengan pak Rudi.


"Mau ke mana Kamu Lin?" tegur pak Rudi, yang membuat Linda kaget. Karena pak Rudi datang menghampiri dirinya dari arah samping.

__ADS_1


Akhirnya Linda mengutarakan maksudnya, untuk meminta tanda tangan pak Rudi lagi. Karena dia harus segera pulang, untuk melihat keadaan bapaknya.


Pak Rudi mengangguk-anggukkan kepalanya, mendengar penjelasan yang diberikan oleh Linda.


Setelah tahu alasan yang dibuat oleh Linda, pak Rudi tidak keberatan untuk memberikan tanda tangannya lagi. Agar Linda bisa secepatnya pulang ke rumah.


Apalagi, Linda juga di tunggu Danang di tempat parkir.


"Terima kasih Pak," ucap Linda, sambil mengangguk sopan.


"Lekas sembuh ya untuk bapakmu Lin."


Linda kembali mengangguk, dengan mengucapkan terima kasih.


Setelah kepergian Linda ke HDR, pak Rudi menghela nafas panjang. Dia memang menyesal, sudah memindahkan Linda ke devisi sewing setahun yang lalu.


Akhirnya, dia menghubungi pak Yus. Supaya segera meng_acc apa yang dia minta kemarin-kemarin.


*****


Linda sudah sampai di gedung HRD. Dia segera masuk, untuk menemui pak Yus. Karena urusan tanda tangan untuk ijin pulangnya.


Ternyata pak Yus sedang menerima panggilan telpon. Sehingga Linda harus sabar menunggunya sebentar.


Namun di saat pak Yus melihat keberadaannya, dia segera memutuskan hubungan panggilan telpon yang tadi dia terima.


"Ini Pak Yus. Linda mau minta tolong untuk ijin pulang. Jadi mau minta tanda tangan pak Yus," ujar linda memberikan penjelasan.


"Oh... ada kabar penting apa? kok ijin pulang awal. Kan jam pulang kerja tinggal dua jam lagi. Jika gak mau lembur."


Dengan sabar, Linda kembali memberikan penjelasan pada pak Yus. Karena tadi, dia juga memberikan penjelasan yang sama pada pak Rudi.


"Oh..."


Akhirnya, pak Yus tidak lagi menunda-nunda untuk memberikan tanda tangan.


"Tadi, adeknya Linda sudah datang ke sini belum Pak?" tanya Linda dengan wajah khawatir.


Karena jika Danang belum sempat datang ke HRD, itu artinya dia harus menunggu adiknya terlebih dahulu. Sebab, dia dan Danang tadi sudah membuat janji agar bisa pulang bersama-sama.


"Emhhh... sepertinya belum."


Mendengar jawaban yang diberikan oleh pak Yus, Linda mengeryit heran. Karena seharusnya, Danang sudah sampai dan mendapat tanda tangan pak Yus terlebih dahulu.


Akhirnya Linda memutuskan untuk menunggu adiknya di luar ruangan HRD. Dia juga mencoba untuk menghubungi suaminya, agar bisa datang ke rumah terlebih dahulu.

__ADS_1


Karena Ferry yang tidak bekerja di perusahaan ataupun kantor, dia tidak memerlukan ijin yang sedikit ketat. Sama seperti yang dialami oleh Linda dan juga Danang.


Tapi sebelum Linda menelpon suaminya, dia menghubungi adiknya dulu. Memastikan bahwa Danang bisa pulang bersama dengannya.


Setelah selesai menghubungi Danang, dan mendapatkan kepastian bahwa adiknya itu sedang dalam perjalanan ke arah gedung HRD, Linda ganti menghubungi suaminya.


Tut tut tut!


Tut tut tut!


Sepertinya, handphone milik suaminya tidak bisa dia hubungi. Karena operator seluler memberikan penjelasan bahwa, nomor handphone milik suaminya itu sedang dalam keadaan tidak aktif.


"Tumben-tumbenan gak aktif. Apa low batt ya?" gumam Linda, bertanya tentang keadaan handphone milik suaminya.


Karena merasa penasaran, Linda mencoba untuk kembali menghubungi nomor handphone milik Ferry.


Tapi hasilnya tetap sama. Nihil.


Nomor handphone tersebut dalam keadaan non aktif.


"Mbak Linda."


"Mbak udah selesai?" tanya Danang, yang membuat Linda terkejut dengan panggilannya tadi.


"Iya sudah," jawab Linda pendek.


"Ya sudah. Danang masuk dulu!"


"Iya. Tadi Mbak udah bilang ke pak Yus. Kamu tinggal minta tanda tangan saja."


Danang mengangguk mengerti. Dia tidak lagi membuang waktu, kemudian dengan cepat segera masuk ke dalam ruangan HRD. Khususnya ruangan pak Yus.


Beberapa saat kemudian, Linda dan Danang sudah berada di area parkir motor. Karena mereka berdua membawa motor sendiri-sendiri, mereka akhirnya beriringan keluar dari area parkir perusahaan.


Dan tanpa mereka sadari, ada banyak mata yang ikut memperhatikan bagaimana interaksi keduanya.


Orang yang tidak tahu bagaimana sebenarnya hubungan antara Linda dan Danang. Pasti akan mengira bahwa, Linda dengan Danang memang punya hubungan spesial. Sama seperti pacar atau simpanan.


Ini memperkuat dugaan orang-orang banyak, yang menduga kalau Linda suka memelihara berondong.


Sesuatu yang tidak biasa. Tapi sedang trend saat ini. Dengan adanya seorang laki-laki muda, yang menjadi kekasih wanita dewasa.


Tapi semua orang pasti ingin mendapat kesempatan untuk bisa lebih dekat dengan Linda. Karena menurut para laki-laki tersebut, Linda punya aura yang berbeda dengan wanita dewasa pada umumnya.


Meskipun sebenarnya, Linda juga belum terlalu matang sebagai ukuran dewasa. Dia baru berumur dua puluh tujuh tahun.

__ADS_1


Karena seumuran Linda itu, masih belum bisa dikatakan sebagai usia dewasa dengan sebutan Tante. Tapi entah kenapa, dan juga alasannya, orang-orang lebih suka dengan memberikan sebutan pada Linda sebagai seorang Tante.


Dengan demikian, nama Linda jadi terkenal dengan sebutan Tante Melinda. Nama panjang dari supervisor Linda.


__ADS_2