Tante Melinda

Tante Melinda
Memberikan Penjelasan


__ADS_3

"Iya Mbak janji, gak bakal marah. Emang siapa?" tanya Linda penasaran, karena danang tidak segera menjawab pertanyaannya tadi.


"Della Mbak," jawab Danang singkat.


"Maksudmu Della..."


"Iya Della, adiknya kak Romi."


Deg!


Linda terkejut mendengar jawaban yang diberikan oleh adiknya. Tapi dia segera menetralkan raut wajahnya, agar terlihat biasa-biasa saja.


"Kapan kalian mulai pacaran?" tanya Linda lagi, yang tidak tahu jika adiknya berpacaran dengan adiknya Romi.


"Baru dua mingguan ini Mbak. Tapi aku mau serius Mbak, gak mau main-main. Lagian Della juga takut, seandainya bapak atau ibu tidak menyetujui dengan hubungan kami ini. Karena dia ingat dengan kasus mbak linda sama kak Romi. Jadi mendingan Danang sekalian aja seriusin. Makanya, ini mau aku kenalin sama ibu dan bapak juga."


"Oh gitu," sahut Linda senang, tapi ada sebagian hatinya yang terasa sakit, mengingat kejadian yang dulu dia alami.


"Lalu kak Romi bagaimana?" tanya Linda ingin tahu. Karena dia merasa khawatir dengan sikap Romi, jika tahu hubungan Danang dan Della yang sekarang.


"Kak Romi justru setuju. Della yang kasih tahu lebih dulu, sebelum Danang bicara sama ibu dan bapak."


"Oh..." mulut linda hanya membola, menanggapi penjelasan yang diberikan oleh adiknya barusan.


"Mbak gak apa-apa kan. Gak marah kan?" tanya Danang dengan wajah takut-takut.


"Ya gak lah ngapain Mbak marah."


"Syukurlah kalau begitu." Danang pun tersenyum mendengar jawaban yang diberikan oleh Linda.


"Tapi bapak sama ibu bagaimana, mereka udah kamu kasih tahu?" tanya linda lagi yang khawatir jika ibu atau bapaknya tidak setuju. Sama seperti kasusnya dulu.


"Sudah Mbak. Danang sudah kasih tahu ibu sama bapak. Dan mereka ingin kenalan sama Della. Makanya nanti Della Aku jemput, biar kenalan sama mereka. Mbak Linda juga Aku minta datang ke sini. Biar tahu, kalau ibu bertanya dimana atau bagaimana sama Della, Mbak Linda bisa kasih arahan sama Ibu."


Linda mengangguk paham dengan maksud adiknya, karena kisahnya memang tidak sebaik orang-orang yang sedang menjalin hubungan sebagaimana mestinya.


*****


Malam ini, Linda tidur bersama dengan Erli. Mereka hanya berdua saja, karena suaminya belum pulang.

__ADS_1


Kata Ferry, saat tadi menelpon, dia akan pulang tengah malam, karena masih ada pertemuan dengan beberapa rekan kerjanya, sesama dengan pengusaha-pengusaha penggilingan padi juga.


Linda malah tidak bisa tidur dengan tenang. Dia hanya membolak balik badan, ke kanan dan kiri. Tapi tidak bisa memejamkan matanya dengan baik. Karena kepikiran dengan Romi. Apalagi sekarang Della berhubungan dengan Danang.


Mereka pasti akan lebih sering bertemu dengan Romi nantinya.


"Ini bagaimana ini, jika nanti mas Ferry tahu. Apa gak jadi masalah ke depannya nanti? Aku jadi bingung nih, bagaimana ya?"


"Sebaiknya Aku kasih tau mas Ferry saja, kalau dia pulang. Aku tidak mau dia salah paham, karena berpikir jika Aku mendekatkan Della sama Danang. Sehingga Aku bisa sering bertemu dengan kak Romi. Aku tidak mau dia punya pikiran jelek dan berbuat sesuatu pada kak Romi, sama seperti dulu."


Linda lebih tahu watak suaminya, jadi harus berhati-hati. Karena suaminya itu bisa melakukan apa saja, meskipun sudah tidak menjadi seorang polisi. Jika Ferry sedang cemburu.


Tak lama kemudian, handphone Linda berbunyi. Ternyata itu adalah telepon dari suaminya, Ferry.


Ternyata Ferry memberikan kabar bahwa, dia tidak pulang ke rumah mertuanya. Tapi pulang ke rumahnya sendiri, karena sudah terlalu larut malam. Sehingga dia tidak mau mengganggu tidur orang-orang di rumah mertuanya.


..."Besok pagi Mas ke rumah lagi, buat jemput Erli berangkat ke sekolah."...


..."Iya Mas. Tapi jika gak bisa, Linda bisa kok antar Erli sekolah." ...


..."Gak apa-apa Dek. Mas usahakan agar tetap bisa jemput Erli." ...


..."Ya sudah kalau begitu Mas." ...


..."Ya Mas." ...


Klik!


Tak lama kemudian, Linda akhirnya tertidur. Karena malam memang sudah larut. Jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah dua dini hari.


*****


Sekitar jam setengah delapan pagi, Ferry datang dengan pakaian yang sudah rapi. karena selain mau antar Erli sekolah, dia juga ada pekerjaan dengan beberapa temannya sesama pengusaha beras.


"Mas. Linda mau bicara sebentar, bisa kita ke kamar dulu?"


"Ada apa Dek?" tanya Ferry merasa bahwa, Linda sedang ingin membicarakan sesuatu yang serius, karena tidak seperti biasanya.


Begitu mereka sampai di kamar, Linda akhirnya mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada Danang dan adiknya Romi.

__ADS_1


"Mas. Linda mau memberitahu pada mas Ferry, jika sekarang ini, Danang sama Della ada hubungan."


"Maksudmu... Della siapa?"


"Adiknya kak Romi. Mereka satu kerjaan. Linda justru baru tahu malam tadi."


Ferry terdiam. Dia berpikir bahwa, istrinya itu memang tidak tahu kalau, mereka ternyata mempunyai hubungan.


Ferry berpikir bahwa, apa yang dikatakan oleh istrinya itu benar. Karena jika tidak, tidak mungkin Linda akan memberikan konfirmasi seperti ini. Padahal hubungan Danang dan Della belum diresmikan.


"Ya Dek gak apa-apa. Toh mereka akan hidup sendiri juga kan, gak barengan sama kita. Jadi biarkan saja mereka mencari kebahagiaan mereka."


Ferry akhirnya menanggapi dengan baik, berita yang disampaikan oleh Linda padanya. Soal hubungan Danang dan juga Della.


"Iya Mas. Aku cuma memberikan gambaran agar Mas Ferry tidak curiga ataupun menilai jika akyu ada ikut campur dengan hubungan mereka. Karena Aku baru tahu semalam. Saat Danang memberitahuku."


"Oh iya gak apa-apa. Tapi Romi sendiri bagaimana?" Ferry justru takut jika ini ada kaitannya dengan Romi, yang ingin mendekatkan adiknya dengan Danang. Sehingga keluarganya akan lebih dekat dengan Romi. Terutama untuk mendekati Linda lagi.


"Aku tidak tahu Mas. Cuma kata Danang, kak Romi tidak mempermasalahkan hubungan mereka sih."


"Emhhh gitu ya. Baiklah, Mas juga gak mau mungkin ikut campur dengan hubungan mereka," terang Ferry dengan tersenyum tipis.


"Mas gak apa-apa kan? Linda gak mau mas Ferry punya pikiran yang aneh-aneh tentang Linda dengan hubungan mereka. Karena Linda bener-bener gak tahu."


"Iya Dek. Mas percaya jika Kamu tidak tahu apa-apa soal hubungan mereka. Yang penting kan, Kamu tetep sama Aku. Hehehe..."


Cup!


Ferry mengecup bibir istrinya, selesai menyahuti perkataan Linda.


Dia juga menggenggam tangan istrinya itu, yang sepertinya sedang was-was, karena terasa dingin karena berkeringat.


"Terima kasih Mas. Karena masih percaya dengan Linda. Linda akan berusaha untuk menjadi seorang istri yang baik."


Ferry semakin erat mengengam tangan istrinya, sambil sesekali mengecup punggung tangan tersebut.


"Mas. Udah ayok ke luar. Nanti Erli ngambek karena kita tinggal terlalu lama."


"Hehehe..."

__ADS_1


Ferry malah terkekeh sendiri, saat ingat jika Erli sedang menunggu dirinya untuk berangkat sekolah.


"Ya udah yuk!"


__ADS_2