
"Mbak, kenapa?"
Linda bertanya pada orang tersebut, karena melihat perubahan warna pada wajahnya.
"Berarti... dia benar-benar mulai mengenali Kamu Mbak Linda," ujar orang tersebut, dengan berisik.
"Hah! Maksudnya?" tanya Linda yang belum paham.
"Sudah makan aja dulu. Nanti Aku ceritakan apa yang terjadi sama Kamu Yadi," pinta orang itu, agar Linda segera makan siangnya.
Linda pun menurut. Dia mulai makan dan tidak lagi bicara ataupun bertanya-tanya tentang hal yang tadi dia alami. Dia ingin mendapatkan kejelasan dari apa yang dikatakan oleh orang itu.
Setelah beberapa saat kemudian, Linda selesai juga dengan makan siangnya. Sekarang, dia siap untuk mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh orang uang tadi dia tanyai.
"Jadi bagaimana Mbak?"
Dari penuturan orang tersebut, di gedung Linda memang ada penghuninya.
Penghuni di sini adalah salah satu makhluk yang tidak bisa dilihat oleh manusia biasa pada umumnya. Hanya orang-orang tertentu, yang memiliki kemampuan atau memang peka dengan alam lain, yang bisa mengetahui keberadaan mereka.
Biasa juga di sebut dengan makhluk gaib.
Makhluk gaib, biasa disebut juga makhluk halus. Yaitu makhluk yang tak kasat mata, atau makhluk astral. Istilah yang biasa digunakan untuk menyebut makhluk hidup, yang keberadaannya tidak dapat dijangkau oleh indra manusia biasa.
"Ih, kok merinding gini jadinya Mbak," ucap Linda, dengan bergidik.
"Ini mending Mbak Linda. Waktu gedung itu awal-awal di buka, banyak yang kesurupan. Bahkan siang hari, pernah ada sampai lima orang yang kesurupan dalam waktu bersamaan."
Linda meraba bagian leher belakangnya yang terasa merinding.
"Ada lho Mbak, awal-awal kemarin itu. Karyawan baru yang punya kelebihan gitu. Katanya punya balung kuning. Dia sering lihat macam-macam jenis makhluk halus gitu. Dan akhirnya dia resain karena merasa tidak enak saat bekerja tapi liat yang gak-gak."
"Apalagi dia juga sering kesurupan gitu deh," kata orang itu lagi, memberikan penjelasan dan cerita yang dua ketahui pada Linda.
Balung kuning artinya tulang yang berwarna kuning. Dalam hal ini tulang yang dimaksud adalah tulang dibagian rusuk. Balung kuning merupakan istilah yang dipakai untuk menyebut seseorang yang memiliki bawaan lahir, dimana ia rentan terhadap berbagai gangguan supranatural. Termasuk makhluk halus.
Orang yang mempunyai balung kuning, juga bisa melihat dan merasakan keberadaan dan kehadiran makhluk-makhluk tersebut.
"Ihsss, kok ngeri dengarnya," ucap Linda dengan wajah yang tegang.
"Moga aja Mbak Linda gak punya balung kuning ya," ucap orang tersebut, dengan meringis.
"Gak sih Mbak. Linda gak pernah liat hal-hal semacam itu kok. Cuma tadi kok aneh gitu ya jadinya," ujar Linda, dengan wajah bingung juga.
"Sudah Mbak Linda, gak usah dibahas dan dipikirkan. Nanti dia malah muncul di sini lagi. Hehehe..."
__ADS_1
"Ah Mbak. Bikin takut aja!"
"Hehehe..."
"Udah yuk balik! Bentar lagi bel masuk."
"Yuk!"
Akhirnya, Linda dan orang itu berdiri dan kembali ke gedung. Karena jam istirahat kerja siang, sudah hampir selesai.
*****
"Lin. Kamu dan tim lembur sampai selesai ya!" pak Komarudin masuk ke ruangan Linda, begitu jam masuk berbunyi lima menit yang lalu.
"Sampai selesai itu jam berapa Pak?" tanya Linda memastikan.
Dia tidak bisa membuat over time, untuk pengajuan jam lembur, jika tidak ada kepastiannya.
"Buat saja sampai jam sembilan malam. Tapi jika jam delapan sudah selesai, boleh pulang," jawab Pak Komarudin, memberikan penjelasan kepada Linda.
Linda mengangguk mengiyakan perkataan asisten manager tersebut. Baru setelah itu, Linda membuat lembaran untuk tanda tangan untuk tim_nya, agar mereka bisa secepatnya memberikan kabar pada pihak keluarga jika ada yang di jemput saat pulang.
Para karyawan pabrik, tidak semuanya membawa kendaraan sendiri. Sama seperti Linda. Ada banyak dari mereka yang di antar jemput oleh suami atau keluarganya.
Linda segera mengajukan konfirmasi lemburnya itu pada atasannya. Pak Komarudin dan pak Rudi, untuk persetujuan.
"Linda. Kamu..."
"Ya Pak. Ada apa?" tanya Linda, karena pada saat meminta tanda tangan pada pak Rudi, sepertinya atasannya itu ingin membicarakan sesuatu.
Tapi karena mengantung, akhirnya Linda bertanya. Karena dia akan menyerahkan lembaran over time pada anak buahnya.
"Ah, tidak jadi. Besok saja jika ada di Jakarta."
Pak Rudi justru tidak mau mengatakan apa yang ingin dia sampaikan. Dan menunggu hingga minggu depan saat mereka berada di Jakarta.
Jawaban yang diberikan oleh pak Rudi, membuat Linda memicingkan mata memikirkan banyak hal.
"Apa ada yang penting Pak?" tanya Linda ingin tahu.
"Tidak apa-apa. Gak usah dipikirkan."
Akhirnya Linda hanya bisa mengangguk dan tersenyum tipis, mendengar jawaban itu.
"Mari Pak. Saya permisi," ucap Linda, yang minta undur diri dari ruangan pak Rudi, yang ada di ruangan atas.
__ADS_1
Pak Rudi hanya mengangguk saja, dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Dalam perjalanan menuju ke tempat tim nya bekerja, Linda menghubungi suaminya, untuk memberikan kabar jika lembur kerjanya sampai malam hari.
..."Mas. Linda jadi lembur sampai malam. Gak usah jemput. Nanti Linda ngojek aja."...
..."Yakin mau ngojek?" ...
..."Iya Mas. Kasian Erli jika kena angin malam. Jika di tinggal, kasian juga sendiri di rumah. Jadi Linda ngojek aja lah." ...
..."Ya sudah kalau gitu. Hati-hati!" ...
..."Iya Mas."...
Klik!
Linda menyimpan kembali handphone miliknya ke dalam kantong celana.
"Mbak Linda!"
Dengan segera, Linda menoleh ke belakang. Karena ada seseorang yang memanggil namanya.
Namun, Linda menemukan hal yang sama seperti yang dia alami saat jam istirahat tadi siang. Suara panggilan tersebut tidak ada orangnya.
Dan kali ini tentu sangat terasa, karena jalan menuju ke ruangan tim-nya jelas-jelas sepi. Hanya ada karton-karton yang tersusun rapi di beberapa sudut.
Linda kembali berjalan. Bahkan sekarang dia mempercepat langkahnya.
"Mbak Linda!"
Linda menatap ke depan dengan terkejut. Dan akhirnya dia membuang nafas lega. Karena itu adalah salah satu anak buahnya.
"Ada apa Mbak Sus?" tanya Linda, setelah jarak mereka berdua sudah dekat.
"Di cari pak Komarudin Mbak. Makanya Saya di minta nyusulin," jawan Mbak Sus, yang mencari keberadaan Linda.
"Oh...ayok!"
Linda mengajak Mbak Sus untuk berjalan bersamanya menuju ke tempat mereka bekerja.
Meskipun di dalam hatinya Linda, masih ada berbagai macam pertanyaan yang belum bisa dia pecahkan jawabannya.
'Itu tadi... yang manggil Aku makhluk halus lagi atau, memang ada orang yang sengaja nakut-nakutin ya?'
Tapi Linda berusaha untuk tetap bisa bersikap sewajarnya. Agar tidak ada orang yang curiga, dengan apa yang terjadi padanya.
__ADS_1