Tante Melinda

Tante Melinda
Tidak Sama Lagi


__ADS_3

"Mbak Linda gak mau ikut program hamil juga?" tanya Della, disaat mereka sedang berbincang santai sore ini.


Mereka baru punya kesempatan dan waktu untuk berbincang-bincang, karena tadi Linda, Romi dan juga Erli, harus beristirahat setelah menempuh perjalanan dari kota besar semalaman. Jadi mereka tidur untuk memulihkan tenaga mereka. Meskipun sebenarnya di dalam perjalanan mereka juga bisa tidur, tapi tentu saja sangat berbeda antara tidur di perjalanan dengan tidur di rumah.


"Mbak gak ikutan Del. Biar normal saja. Toh mbak Linda juga baru copot pen. Jadi sebisanya dikasih sama Allah."


Della menganggukan kepalanya, paham dengan maksud perkataan yang diucapkan oleh kakak iparnya itu.


Sebenarnya Della tidak mempermasalahkan soal Linda, karena sudah terbukti, jika Linda memiliki anak. Tapi ini lebih pada ketakutan Della soal kakaknya Romi, yang sebelumnya sudah pernah menikah. Tapi dari pernikahan sebelumnya, tidak memiliki anak.


Itulah sebabnya, Della jadi takut jika ada permasalahan sendiri yang sebenarnya justru datang dari kakaknya itu.


Tapi Della berusaha untuk menahan diri, supaya tidak mengatakan apapun soal ketakutannya itu. Karena Romi dan Linda juga baru menikah. Jadi, masih ada banyak waktu untuk mereka untuk memiliki momongan sendiri selain Erli.


Meskipun Della tidak punya pikiran untuk membedakan antara Erli dengan keponakannya sendiri nantinya.


"Oh ya, Kamu ini kan baru hamil, belum ada sebulanan. Tapi kenapa gak mual-mual gitu ya? Soalnya Mbak liat, Kamu happy aja, gak pernah terlihat pusing atau apa gitu sejak tadi pagi." Linda bertanya dengan heran pada adik iparnya itu, karena biasanya seorang wanita yang hamil muda itu akan mengalami morning sickness.


Morning sickness adalah mual atau muntah yang terjadi saat hamil. Meski disebut morning sickness, kondisi ini tidak hanya terjadi pada pagi hari, tetapi juga di siang, sore, atau malam hari.


"Alhamdulillah gak sih Mbak. Dan Della sangat bersyukur karena itu. Della juga mengikuti anjuran dan arahan dari dokter yang mendampingi kehamilan Della ini."


"Jadi, Kamu gak ngidam juga?" tanya Linda ingin tahu lebih.


Meskipun sebenarnya dia juga sudah pernah hamil, tapi dia tetap merasa antusias. Untuk mendengarkan cerita Della, yang baru hamil pertama kalinya, dengan mengikuti program hamil sehat.


"Ya ngidam juga Mbak, itu kan normal. Biasanya pengen apa-apa cari atau beli sendiri. Tapi jika gak bisa ya, minta mas Danang beliin. Hehehe..."


"Oh... ya gak apa-apa itu Del, wajar kok itu. Tapi Danang gak marah kan, jika harus menuruti keinginanmu itu?"

__ADS_1


Della segera menggelengkan kepalanya cepat, untuk memberikan jawaban pada kak akibatnya itu.


Ngidam biasanya muncul saat Ibu sedang hamil muda. Fantasi terhadap makanan tertentu ini dapat memuncak ketika usia kehamilan memasuki trimester kedua. Untungnya, kondisi ini akan mulai membaik setelah kehamilan memasuki trimester ketiga. Tapi tidak semua ibu hamil mengalami ngidam yang katanya merepotkan.


Akhirnya Della memberikan penjelasan kepada Linda, tentang ibu-ibu yang ngidam, sesuai dengan apa yang dia dengar dari penjelasan dokter. Meskipun dia juga tahu jika, Linda sudah pernah mengalami masa hamil tapi dia yakin jika linda belum begitu paham karena kondisi pernikahan linda pada waktu itu membuatnya tidak terlalu memikirkan hal-hal sepele seperti ini.


Pada usia kehamilan 7 minggu, biasanya gejala morning sickness akan semakin parah, terutama jika Bumil mengandung bayi kembar. Selain itu, pada usia kehamilan, umumnya Bumil akan mulai merasakan keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu, atau yang disebut ngidam.


Ciri-ciri orang ngidam yang paling utama adalah adanya keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu yang biasanya tidak dikonsumsi. Misalnya, Buah atau sayur tertentu, makanan tinggi karbohidrat, makanan manis, makanan cepat saji, atau produk susu, seperti keju.


Selain beberapa gejala di atas, ada pula ciri hamil 1 minggu yang sering dikeluhkan, seperti semakin sering buang air kecil, mudah lelah, dan sedikit sensitif terhadap bau-bau tertentu.


Ngidam saat hamil sebenarnya adalah hal yang normal. Namun, jika Bumil cenderung ingin terus-menerus mengonsumsi makanan yang tidak sehat, ngidam bisa berubah menjadi hal yang tidak baik. Di Indonesia, ngidam identik dengan makanan asam, pedas dan asin, seperti mangga muda, rujak buah, atau bakso.


Bumil juga tidak diperbolehkan banyak mengkonsumsi makanan mentah. Takutnya, bakteri-bakteri berpotensi menyerang janin dan menyebabkan berbagai risiko bagi pertumbuhan janin dalam kandungan. Karena itu, sebaiknya Bumil menghindari untuk bisa mengonsumsi makanan yang mentah. Seperti daging, telur, ikan mentah, serta sayuran mentah.


Agar berat badan selama hamil dapat dikendalikan, dokter mungkin akan menyarankan untuk mengurangi makanan atau minuman bergula, termasuk teh manis. Jadi, boleh-boleh saja minum teh manis, namun jangan terlalu sering.


Linda mendengarkan semua penjelasan yang diberikan oleh Della, dan ternyata itu sangat berbeda dengan apa yang dia lakukan pada saat dia hamil untuk pertama kalinya. Yaitu kehamilan Erli.


"Wah, ternyata ilmu tentang bumil itu banyak juga ya Del. Mbak jadi merasa tidak tahu apa-apa ini, setelah Kamu memberikan banyak penjelasan."


Della tersenyum menanggapi komentar yang diberikan oleh kakak iparnya itu.


"Tapi pada kenyataannya tidak semua teori itu bisa dilaksanakan Mbak di dunia nyata ini. Soalnya, meskipun ikut program hamil kadang, juga kala Della juga gak mengikuti semuanya dengan baik kok, hehehe..."


"Hehehe... begitulah Del, bedanya teori dengan praktek. Meskipun kita sudah berusaha untuk bisa ikut sesuai anjuran dokter atau ahlinya, tetao saja kita tidak bisa ikuti semua. Tapi, ya seperti itu memang."


Ternyata, kedua wanita kakak beradik ipar itu bisa sama-sama memperbincangkan suatu hal yang menurut mereka menarik, dan menambah ilmu juga.

__ADS_1


Hal ini menjadi perhatian Romi, sehingga Romi yang sedang berada di teras depan rumah bersama dengan bapak mertuanya, tersenyum tipis. Melihat istri dan adiknya itu bisa akur dan merasa senang juga.


"Ayah, Ayah!"


"Simbah! Mbah Kung!"


Erli berteriak memanggil Romi dan juga Simbah kakungnya, saat dia baru saja pulang dari warung bersama dengan simbah putrinya. Dengan membawa beberapa bungkus jajan dari warung.


"Erli bawa jajan dong dari sana! Ini minta sama Simbah Putri. Hehehe..."


Erli tertawa-tawa memberitahu pada ayah dan Simbah kakungnya, jika tadi dia meminta jajan pada Simbah putrinya.


"Ehhh, gak boleh jajan terus ya Sayang! Ingat, gak boleh merepotkan simbah juga." Romi menasehati anaknya, supaya tidak banyak jajan dan minta pada simbahnya itu.


"Gak, ini juga baru kali ini kok. Ya Mbah ya!"


Erli mengelak dan meminta dukungan pada Simbah putrinya, yang saat ini masih berdiri di belakangnya, sambil tersenyum-senyum.


"Udah yuk masuk! Itu sama mama dan Tante saja," ajak Simbah putrinya, agar Erli tidak semakin cemberut. Karena di nasihati oleh ayahnya.


"Biar saja Rom. Gak terus-menerus juga kan Erli minta pada Mbah nya itu," bela Simbah kakungnya, di saat istri dan cucunya sudah masuk ke dalam rumah.


"Aya gak begitu juga Pak. Romi cuma menasehati Erli, supaya tidak merengek-rengek jika minta sesuatu.


"Iya bapak paham kok. Tapi Erli juga sebenernya bukan anak yang manja."


Romi akhirnya hanya menganggukkan kepalanya, dan tidak mau mendebat bapak mertuanya lagi. Karena Erli memang cucu satu-satunya dari bapak mertuanya, karena anaknya Danang masih ada di dalam kandungan Della.


Tentunya bapak mertuanya ini, sangat sayang pada Erli. Apalagi, Erli juga sudah jauh dari mereka. Karena sekarang, Erli ikut bersamanya di kota besar. Dan tentunya tidak sering bersama dengan simbahnya, sama seperti dulu lagi.

__ADS_1


__ADS_2