Tante Melinda

Tante Melinda
Merajuk


__ADS_3

Malam ini, Erli rewel dan tidak mau diajak pulang ke rumah. Linda sudah membujuknya, supaya anaknya itu mau diajak pulang.


Karena Ferry belum bisa menjemputnya, itulah sebabnya, Linda langsung pulang ke rumah ibunya, untuk menjemput anaknya itu.


"Sayang, nanti Papa pulang langsung ke rumah ya! Papa juga capek lho."


"Oh ya, katanya papa punya oleh-oleh buat Erli. Ada coklat dan manisan buah yang manis."


Linda masih berusaha untuk merayu anaknya. Supaya tidak rewel dan mau ikut pulang bersama dengan dirinya. Tidak perlu menunggu papanya pulang untuk menjemputnya.


"Gak mau. Erli mau Papa. Huhuhu..."


Erli justru mulai menangis. Sedangkan Linda, juga sudah merasa capek karena seharian tadi bekerja.


"Hemmm..."


Linda hanya bisa membuang nafas panjang. Dia tidak mungkin memarahi anaknya, sama seperti jika dia sedang marah di pabrik.


Tadi, suaminya menelpon dirinya. Memberikan kabar jika dia akan pulang agak malam. Jadi, Linda di minta untuk menjemput Erli sendiri. Tapi di minta untuk pulang dan tidak menginap lagi di rumah ibunya.


"Nanti di jalan pulang ke rumah, beli bakso yuk!" bujuk Linda, yang tidak tahu lagi bagaimana caranya agar Erli mau menurut.


"Papa Ma. Papa mana?"


Erli tidak mau tahu. Dia tetap bertanya tentang keberadaan papanya. Yang biasanya datang terlebih dahulu sebelum mamanya pulang.


"Papa ada kerjaan Sayang. Nanti pulang ke rumah, mungkin papa juga sudah pulang."


"Kita pulang sekarang yuk!"


Erli mulai diam. Tapi tidak mengiyakan permintaan mamanya.


"Papa pulang kan?" tanya Erli mamastikan.


"Iya Sayang. Papa pasti pulang kok" jawab Linda menyakinkan pada anaknya itu.


"Tapi beli burger. Erli mau kredipeti!"


"Ya Ma ya... Kredipeti yang ada di film kartun Spongebob itu lho ma!" Erli merajuk, dengan mengatakan keinginannya, untuk jajan hamburger nanti di jalan.


Karena sekarang ini, banyak sekali penjual jajanan cepat saji, di pinggir jalan. Tidak hanya kue-kue yang berasal dari beberapa daerah dalam negeri. Tapi juga dari luar negeri.


Seperti kebab, dan hamburger. Makanan Chinese, Jepang dan Korea. Masyarakat umum, sudah tidak lagi asing dengan makanan-makanan tersebut.


"Oh... Krabby Patty," sahut Linda, memperbaiki ejaan anaknya yang salah menyebutkan nama makanan yang khas di bikinibottom, daerah asal Spongebob.


Kartun yang sudah mencuri banyak perhatian anak-anak seusia Erli.


Krabby Patty adalah hamburger. Berasal dari kata Ham.

__ADS_1


Tetapi sebenarnya, namanya berasal dari kota Hamburg di Jerman, tempat makanan ini berasal. Dari kota kedua terbesar di Jerman ini, banyak penduduknya yang beremigrasi ke Amerika dan menyebarkan pembuatan burger ke sana.


Itulah sebabnya, hamburger jadi lebih dikenal sebagai makanan yang berasal dari Amerika. Bukan dari negara asal muasalnya.


Dan sejak flim kartun Spongebob Squarepants, anak-anak kecil lebih mengenal hamburger dengan sebutan Krabby Patty.


"Iya-iya. Nanti kita beli Krabby Patty buat Erli." Linda mengiyakan permintaan anaknya. Yang sedang terpengaruh oleh film kartun Spongebob Squarepants kesukaannya.


Padahal, biasanya dia lebih suka martabak manis. Jika ingin mendapatkan jajanan.


"Ye... beli Krabby Patty!"


Erli berteriak senang. Dia juga melompat-lompat kegirangan, setelah Linda mengiyakan permintaannya yang tadi.


Ibunya Linda, hanya tersenyum saja. Melihat cucunya yang sedang merajuk tadi.


Sedangkan bapaknya Linda, mengingatkan Linda, supaya tidak terlalu memanjakan cucunya. Meskipun sebenarnya dia tahu, bukan seperti itu maksud dari sikapnya Linda terhadap Erli.


"Lin. Bapak tahu, Kamu bisa memenuhi permintaan Erli. Tapi, sesekali jangan dituruti terus. Bisa-bisa malah keterusan, jadi manja nantinya."


"Ya Pak. Ini kan karena dia sedang rewel saja," kata Linda menangapi apa yang dikatakan oleh bapaknya.


"Hemmm... Bapak ini. Biarkan saja to Pak! Erli juga masih kecil kok. Biasa kan anak-anak suka merajuk," sahut ibunya Linda, membela cucunya itu.


Linda jadi tidak enak hati, karena Erli yang sedang merajuk tadi, menyebabkan kedua orang tuanya jadi berselisih paham sekarang.


"Mbak Linda, Danang antar gak pulangnya?" tanya Danang, dari arah kamarnya sendiri.


"Gak usah Nang. Belum begitu malam kok," sahut Linda, yang sedang bersiap-siap untuk pulang bersama dengan anaknya.


"Ya sudah. Hati-hati ya Mbak!"


"Ya. Eh, itu Nang. Kamu dapat panggilan kerjanya mungkin minggu depan ya!"


Linda memberitahu pada adiknya, yang sedari tadi sibuk di dalam kamar.


Clek!


Pintu kamar Danang terbuka. Dia keluar untuk menemui Linda, sebelum kakaknya itu pulang ke rumahnya sendiri.


"Jadi, ada kepastian diterima Mbak?" tanya Danang kurang yakin.


Linda mengangguk pasti.


"Syukurlah. Danang hampir saja melamar pekerjaan di pabrik yang baru saja di bangun itu lho Mbak!" ujar Danang, dengan mengucapkan syukur, karena ada kepastian lamaran kerjanya kemarin.


"Itu malah lebih lama lagi Nang di panggil kerjanya. Kan masih dalam tahap pembangunan," sahut Linda, memberikan penjelasan kepada adiknya.


"Tuh, dibilangin ngeyel sih!"

__ADS_1


Ibunya ikut-ikutan menimpali perkataan Linda. Karena kemarin, masalah lamaran kerja juga yang membuat dirinya dan suaminya berselisih paham.


Tapi sekarang, bapaknya hanya diam. Tidak lagi menyahuti perkataan istrinya.


"Ya sudah Linda balik dulu. Mumpung Erli nya mau diajak untuk pulang." Linda berpamitan, pada kedua orang tuanya dan juga Danang.


Dia menyalami ketiganya, dan juga mengajari anaknya itu, agar ikut bersalaman. Sebagai tanda jika mereka berdua akan segera pulang.


*****


Ferry tiba di rumah hampir tengah malam. Begitu mesin motornya berhenti, dia mengetuk pintu rumah.


Tok tok tok!


Tok tok tok!


"Dek. Dek Linda!"


Tak lama kemudian, suara kunci pintu diputar pun terdengar dari dalam rumah.


Clek, ceklek, Clek!


Pintu terbuka. Linda muncul dari dalam rumah, menyambut kedatangan suaminya.


"Erli sudah tidur?" tanya Ferry, saat tangannya di sambut oleh Linda untuk dicium.


"Ya Mas. Rewel sekali tadi. Nanyain Mas terus!"


Linda mengadukan kenakalan anaknya, sejak masih ada di rumah ibunya. Dengan segala permintaan Erli juga, sehingga mau di ajak pulang ke rumah.


"Ini oleh-oleh untuk Erli. Tapi, jangan kasih ke dia semua. Bisa-bisa sakit gigi dia!"


Linda menerima paper bag yang dibawakan oleh suaminya.


"Wah, ini pasti Erli suka Mas!"


"Iya. Tapi jangan kasih ke dia semua Dek. Dikit-dikit aja. Kamu juga boleh makan itu kok. Hehehe..."


Linda pun tersenyum senang, mendengar perkataan yang diucapkan oleh suaminya itu.


Ferry dan Linda tahu, jika coklat itu bermanfaat bagi tubuh. Karena di dalam cokelat, terdapat stimulan yang mirip kafein. Stimulan ini mampu meningkatkan energi tubuh dan membuatnya jadi lebih bertenaga.


Banyak para wanita, justru banyak yang mengagungkan cokelat. Karena mampu meningkatkan mood jadi lebih baik.


Tapi tentu saja tidak boleh berlebihan. Karena selain bermanfaat, dampak buruk yang diakibatkan oleh coklat juga harus diperhatikan.


Kandungan kafein yang ada di dalam coklat, juga tidak baik untuk anak. Terutama jika dikonsumsi berlebihan. Terlalu banyak mengonsumsi kefein bisa menyebabkan sakit kepala, sakit perut, sulit berkonsentrasi, susah tidur, naiknya tekanan darah, dan detak jantung menjadi lebih cepat.


Itulah sebabnya, anak-anak harus diperhatikan, di saat mereka mengkonsumsi makanan yang berbahan dasar dari coklat.

__ADS_1


Sebenarnya dampak ini bukan hanya untuk anak-anak saja. Karena sebagian orang dewasa, juga akan mengalami hal yang sama seperti itu juga, jika mengkonsumsi coklat secara berlebih.


__ADS_2