Tante Melinda

Tante Melinda
Kepergok


__ADS_3

Karena merasa penasaran, Aria juga ingin tahu sehingga dia bertanya sekali lagi, "ayolah, kasih tau apa sih isu dan gosipnya?" tanya Aria dengan ngotot.


Akhirnya, Febriyanto kembali bercerita tentang berita dan isu yang dia dengar tadi, saat berada di gedungnya pak Rudi. Dia mendengar jika, Linda akan ditarik kembali ke gedung pak Rudi. Untuk dijadikan supervisor lagi di gedung sana.


"Mana bisa, enak sekali!" sahut Aria mengomentari berita tersebut.


"Kok seenaknya mutasi orang, terus ambil lagi. Gak punya perasaan pak Rudi!" imbuh Aria tampak kesal.


Padahal biasanya, dia itu selalu cuek saja, jika ada sesuatu yang berhubungan dengan Linda.


Dia tidak percaya dengan berita tersebut, meskipun dia juga pernah mendengar tentang hubungan pak Rudi yang pernah dekat dengan Linda dulunya.


"Katanya sih, pak Rudi sedang butuh supervisor. Makanya mau ambil Mbak Linda lagi. Biar gak perlu repot-repot memberikan training. Gitu katanya," terang Febriyanto pada Aria yang sedang mengeleng tidak percaya.


Kurang-kurangnya karyawan di gedung sana? banyak! Tinggal pilih mau yang muda atau tua. Alasan aja pak Rudi!" Aria justru sewot sendiri, mendengar penjelasan yang diberikan oleh Febriyanto barusan.


"Dia buang Mbak Linda, masa iya dia menjilat ludahnya lagi? gak malu apa?" imbuh Aria dengan geram.


Aria berkata demikian karena, dia pernah mendengar, jika pak Rudi bicara seperti itu pada seseorang.


"Maksudnya?" tanya Linda dan Febriyanto berbarengan.


Akhirnya Aria menceritakan tentang info yang dia dengar, jika pak Rudi itu pernah bilang jika tak butuh Linda lagi. Makanya di mutasi.


"Tapi kenyataannya sekarang, justru pak Rudi mau ambil Mbak Linda lagi. Apa gak menjilat ludah sendiri itu?"


"Ar, gak usah buat fitnah ya!" Febriyanto memperingatkan pada Aria, supaya berhati-hati jika berbicara.


"Ngapain Aku buat fitnah? Aku dengar sendiri kok dari temanku, yang kerja di sana. Mereka ada di bagian cutting dan packing juga. Mereka pernah bilang kayak gitu dulu."


"Udah-udah, nggak usah berantem gegara pak Rudi. Dia mau bilang kayak gitu juga gak masalah. Tapi jika mau narik Aku lagi ke gedung sana, Aku juga gak mau. Aku nyaman di sini kok. Bisa makan berdua sama kalian juga. Hehehe..." Linda terkekeh sendiri, untuk mengalihkan perhatian mereka berdua dari pembicaraan yang membahas pak Rudi.


Febriyanto tentu saja merasa sangat senang, karena ternyata Linda lebih betah kerja di tempat ini bersama mereka, sehingga dia mengacungkan dua jempol pada Linda.


Aria juga senang, meskipun dia tidak mengatakannya secara langsung. Tapi gesture tubuh dan senyumannya tak bisa menyembunyikan diri dari rasa senang yang dia rasakan.

__ADS_1


"Sudah sudah, ayok kembali kerja. Nanti waktu istirahat kalian Aku traktir deh! mau makan apa? bakso, mie ayam, pecel, soto, atau mau ke nasi padang? atau ketoprak? ayo sekali-kali ke sana!" Linda memberikan tawaran pada kedua anak buahnya, untuk ditraktir makan nanti di jam istirahat kerja.


"Asyekkk... kita ke geprek aja Mbak. Itu lho, yang lagi viral beberapa hari kemarin. Dekat dengan perempatan yang ada di ujung jalan ini," usul Feriyanto dengan bersemangat mengusulkan tempat makan pada Linda.


Linda juga mengangguk mengiyakan. Menyetujui usulan yang diajukan oleh Febriyanto barusan.


"Hore... kita makan besar Ar! ntar Aku yang mbonceng mbak Linda, Kamu naik motor sendiri," terang Febriyanto yang ingin memboncengkan leadernya itu.


"Serah Kamu," sahut Aria datar.


Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk pergi makan ayam geprek, di tempat yang lagi viral beberapa hari ini.


*****


Di jam istirahat.


Saat mereka bertiga baru saja berjalan sampai di depan pos security, Linda bertemu dengan Romi, yang baru saja keluar dari pos penjagaan tersebut.


Sebenarnya Linda tidak ingin menegur Romi, tapi dia juga tidak enak hati, karena terlanjur saling beradu pandang.


Dia juga melihat Linda dengan tidak nyaman. Sehingga ingin menegur, tapi takut jika Linda mengabaikan begitu saja.


Akhirnya linda dan Romi justru saling sapa secara bersamaan.


"Dek Linda."


"Kak Romi.


Aria dan Febriyanto, saling pandang melihat atasan mereka menegur laki-laki yang kemarin pernah mereka temui juga di jam istirahat. Sehingga Linda meninggalkan mereka berdua untuk pergi makan sendiri.


Untuk mengurangi rasa canggung, Linda akhirnya memperkenalkan Romi pada kedua anak buahnya itu.


Romi akhirnya diajak serta untuk pergi makan siang bersama. Dan Romi juga menerima tawaran tersebut.


Tiba di warung geprek.

__ADS_1


Di saat menunggu pesanan yang belum datang, Romi dan Linda sama-sama tidak membicarakan tentang keadaan mereka atau hubungan mereka, karena ada Aria dan Febriyanto. Yang bisa jadi, akan membuat mereka berdua salah paham nantinya.


Baik Linda maupun Romi, saling mengaku sebagai teman di masa sekolah SMA dulu.


"Ternyata mbak Linda emang dikelilingi cowok-cowok cakep sedari dulu ya, hehehe..." febriyanto justru bercanda dengan Aria, sehingga membuat Linda menunduk malu, di saat Romi tersenyum melihatnya.


Namun saat pelayan dayang membawakan pesanan mereka berempat, ada Ferry yang datang bersama Bos penggilingan padi.


Mereka berdua ingin makan siang juga di tempat yang sama, yaitu di rumah makan ayam geprek yang saat ini ada Linda dan yang lainnya juga.


Ferry terkejut melihat Linda yang sedang makan bersama tiga laki-laki, yang tidak dia kenal, meskipun salah satunya ada yang dua kenali. Yaitu Romi, mantan kekasih istrinya, di saat dia berjuang untuk mendapatkan Linda.


Linda dan Romi juga sama-sama terkejut, melihat kedatangan Ferry yang menatap mereka semua dengan tatapan menyelidik.


Dengan perasaan takut dan cemas, Linda akhirnya memperkenalkan Ferry sebagai suaminya, kepada kedua anak buahnya itu.


Tatapan Ferry fokus ke arah Romi, dan hanya melihat sekilas pada kedua anak muda yang berpakaian seragam kerja.


Berbeda dengan Romi yang berpakaian bebas, dan tampak lebih rapi.


Tapi karena ini di tempat umum, Ferry tidak melakukan apa-apa. Juga tidak bertanya apa-apa. Sehingga akhirnya Ferry dan Bos pengilingan padi bergabung untuk makan bersama. Meskipun dalam suasana yang canggung.


*****


Malam harinya di rumah, saat menjelang tidur. Dan Erli juga sudah tidur di kamarnya.


Tanpa diminta, Linda mengatakan kebenaran yang disembunyikannya selama ini. Jika dia memang pernah bertemu dengan Romi beberapa kali.


Tapi itu karena sebatas teman, karena romi bekerja di tempatnya sebagai kontraktor. Yang melakukan pekerjaan borongan kanopi di tempat parkir.


"Jadi belum lama dia ada di sini?" anya Ferry curiga, karena takut jika Linda akan berpaling darinya.


"Belum Mas. Aku juga baru beberapa kali ketemu. Itupun cuma di tempat parkir, dan saat bersama dengan Danang dan juga adiknya, Della." Linda berusaha untuk memberikan penjelasan kepada suaminya.


"Oh..."

__ADS_1


Ferry hanya menanggapi dengan mulut membola, karena masih ada banyak sekali pertanyaan yang sebenarnya ingin dia ajukan.


__ADS_2