Tante Melinda

Tante Melinda
Jangan Ragu


__ADS_3

Linda, sedang duduk di ruang tengah, dengan melihat televisi. Sedangkan Erli, sudah pulang dari sekolah. Tapi pergi bermain ke rumah temannya yang masih bertetangga dengan rumah simbahnya ini.


Romi, baru saja pulang dari rumah sakit jiwa. Karena dia diminta datang ke sana, untuk mengurus segala sesuatu yang dibutuhkan. Supaya bisa mendapatkan keringanan biaya untuk perawatan pamannya.


Ini atas permintaan dari bibi nya, istri pertama dari pamannya Romi. Mereka, sudah mulai kehabisan orang untuk biaya perawatan pamannya itu. Sehingga Romi diminta untuk mengurus surat kelurahan, guna dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan keringanan biaya pengobatan dan perawatan pasien. Yaitu pamannya Romi.


Pada saat Romi datang, dia ikut duduk di depan TV. Setelah tangannya disalami Linda.


Tiba-tiba, acara TV sedang menampilkan salah satu acara pencarian bakat, menampilkan seorang penyanyi, yang sedang menyanyikan lagu dari salah satu band papan atas, yaitu Republik.


Reff.


Cinta lamaku bersemi kembali


Dan tak akan pernah kulepas lagi


Dirimu selamanya


Kau dan aku pernah bercinta


Kau dan aku pernah tak bersama


Untuk sesaat kita berpisah


Kini telah aku temukan


Satu rasa yang pernah hilang dari hati


Cinta lamaku bersemi kembali


Dan tak akan pernah kulepas lagi


🎢🎢🎢


Pada saat lagu tersebut dinyanyikan, Linda dan juga Romi, secara tidak sengaja, ikut bernyanyi melantunkan lagu tersebut.


Dan di saat mereka sadar, akhirnya mereka saling pandang tanpa bersuara lagi.


Cup!


Romi mengecup bibir Linda cepat, sambil tersenyum senang. Melihat Linda yang pada akhirnya menunduk malu, karena perlakuan suaminya itu.


Sekarang, Romi mengambil kedua tangan Linda dan menciumnya.


Cup cup cup!


"Terima kasih Dek. Mungkin, lirik lagu tadi sama dengan kita ini ya. Tapi, hal itu wajar saja. Dan bisa terjadi pada siapa saja. Kakak berharap, kita bisa bersatu untuk selamanya, hingga akhir hayat."


"Aamiin... Terima kasih Mas. Linda tidak tahu, apa yang terjadi pada Linda, Seandainya tidak bertemu dengan Mas Romi."


Kini, jari tangan Romi berada di atas bibirnya Linda. Dia tidak mau jika, istrinya itu mulai berpikir yang aneh-aneh lagi. Sebab, dia tidak mau jika Linda akan merasakan kesedihan lagi. Dengan semua yang sudah terjadi pada istrinya itu kemarin-kemarin.


Dan Linda merasa sangat bahagia, karena pada akhirnya, dia bisa menjadi istrinya Romi.


Hal yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh Linda sedari dulu. Sebab, keputusannya dulu, di saat menerima Ferry. Dia sudah tidak lagi memiliki pemikiran dan harapan. Jika suatu hari nanti, dia bisa bersama dengan Romi lagi.

__ADS_1


Tapi ternyata, garis nasib dan kehidupannya, yang telah membawanya kembali pada kekasihnya yang dulu.


Hal yang sangat dia syukuri adalah, Romi mau menerima dirinya. Yang sudah ada Erli juga dalam kehidupannya, yang tidak lagi sendiri.


Meskipun sebenarnya mereka, Linda dan Romi, sama-sama dalam status mereka. Tapi Romi tidak memiliki anak. Sedangkan dia, ada Erli yang akan menjadi tanggung jawab baru untuk Romi juga.


Untungnya, Romi tidak mempermasalahkan hal itu. Bahkan, dia merasa bersyukur. Karena bisa ikut merawat Erli. Yang sudah menjadi anak yatim.


Secara naluriah, akhirnya mereka berdua saling berciuman. Tanpa diketahui, siapa yang tadi memulai terlebih dahulu.


Bahkan saat ini, keduanya sudah sama-sama terbuai dan lupa, jika saat ini mereka berada di ruang tengah.


Tok tok tok!


"Assalamualaikum..."


Untuknya, pintu rumah tadi ditutup oleh Romi, di saat dia masuk ke dalam rumah. Sehingga jika ada tamu yang datang, harus mengetuk-ngetuk pintu terlebih dahulu.


"Mmm..."


"Waallaikumsalam..."


Mereka berdua, Linda dan Romi, sama-sama menjawab salam. Setelah lepaskan tautan bibir mereka berdua.


Linda menundukkan kepalanya, sebab merasa malu dengan sikapnya yang tadi agresif saat berciuman.


Tapi Romi hanya tersenyum tipis melihat tingkah istrinya itu. Bahkan, Romi mengelap bibirnya Linda, dengan menggunakan jari tangannya sendiri.


Ini membuat Linda semakin menunduk malu. Karena pendapatan perlakuan yang manis dari suaminya.


Tok tok tok!


"Assalamualaikum..."


"Waallaikumsalam..."


Akhirnya Romi tersadar, kemudian berjalan menuju ke depan. Dia membukakan pintu untuk tamunya siang ini.


Clek!


"Eh, maaf Mas. Apa betul ini rumahnya Melinda?" tanya Pak pos.


Ternyata, yang datang mengetuk pintu tadi adalah Pak pos. Yang mengirim surat untuk diberikan kepada Linda atau Melinda.


"Ya Pak. Ini rumah Melinda."


Setelah mengatakan maksudnya, kemudian memberikan sepucuk surat yang ditujukan untuk Melinda pada Romi, Pak pos pamit untuk kembali bertugas.


"Siapa Mas?" tanya Linda, yang baru saja keluar dengan menggunakan kruk.


Kruk adalah suatu alat bantu jalan, yang berupa tongkat. Dengan pegangan alat ditengah, supaya dapat digunakan sebagai pegangan.


Pemakaian alat, digunakan dengan cara dijepit di ketiak. Alat ini dibutuhkan bagi mereka yang mengalami patah kaki atau mereka yang cacat sehingga sulit dalam berjalan. Ini di namakan perawatan juga.


Dan Linda, memang sudah mulai berjalan dengan menggunakan alat bantu kruk ini. Karena dia sudah mulai harus bisa berjalan lagi. Dan tidak tergantung pada kursi rodanya.

__ADS_1


Untungnya, setiap hari Linda juga mau berlatih sendiri, meskipun tidak harus terapi di rumah sakit.


Romi juga dengan telaten menemani dirinya, membantunya dan mengawasinya juga.


Semua itu dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Sehingga Linda bisa lebih cepat membalik kondisinya. Karena ada semangat dan dukungan dari orang-orang yang ada di sekitarnya.


"Gak tahu Dek. Tapi, ini ditujukan untuk Kamu!" Romi menyerahkan sebuah amplop coklat, yang tadi di diberikan oleh Pak pos.


Linda, menerima amplop coklat tersebut dengan rasa penasaran. Sebab, dia tidak pernah merasa mengirim surat apa pun.


Tapi untuk mengurangi rasa penasarannya, akhirnya dia segera membuka amplop coklat tersebut.


Dan surat yang dibaca oleh Linda, setelah membukanya, membuat Linda menjadi kaget dengan isinya suratnya


Ternyata, surat tersebut datang dari perusahaan tempatnya bekerja. Yang isinya adalah pemanggilan Linda, yang dirasa sudah melanggar aturan.


Padahal, Linda tidak pernah merasa melanggar aturan yang ada di perusahaan tersebut. Sebab, surat dokter yang menyatakan bahwa dirinya masih belum sehat, selalu dikirimkan oleh Danang.


"Ini maksudnya apa ya?"


"Kenapa Dek?" tanya Romi, yang belum tahu apa isi dari surat tersebut.


Akhirnya, Linda menceritakan tentang isi surat itu pada Romi. Jika dia dipanggil oleh perusahaan.


"Apa... Linda akan dipecat ya Kak?"


"Belum tentu Dek. Bisa saja, mereka hanya ingin tahu. Apakah Kamu itu sebenarnya sudah sembuh atau belum."


Romi mencoba menenangkan hati istrinya, supaya tidak berprasangka buruk atas kedatangan surat panggilan itu.


Linda akhirnya mencoba untuk tetap tenang, dan berbicara pada Romi tentang masalah ini.


"Mas. Jika ternyata Linda dipecat dari sana bagaimana?" tanya Linda berandai-andai.


"Ya gak apa-apa Dek. Bukannya Kamu memang mau Aku ajak ke kota? Kita gak harus terpisah Dek. Dan untuk itu, bukannya memang Kamu memang harus keluar dari pekerjaan di pabrik itu?"


Linda menundukkan kepalanya, mendengar jawaban dan juga pertanyaan yang diajukan oleh suaminya kali ini.


"Apa Kamu masih meragukan, jika Aku mau dan mampu, untuk menanggung biaya kehidupanmu dan juga Erli?"


Tangan Romi mengambil dagu istrinya, supaya melihatnya dengan jelas, dengan tidak menundukkan kepalanya.


"Kamu masih ragu?" tanya Romi sekali lagi.


Linda, akhirnya menggelengkan kepalanya. Dengan menatap ke arah netra suaminya. Dia tidak menemukan kebohongan di mata Romi. Sehingga dia bisa tersenyum lega.


*****


Hai gaesss...


Mampir ke novel teman TK ini yuk, sambil nunggu up TK lagiπŸƒπŸƒ


Author Santi Suki 😍😍


__ADS_1


__ADS_2