Tante Melinda

Tante Melinda
Kondisi Linda


__ADS_3

Di rumah sakit.


Kondisi Linda sudah berangsur-angsur membaik. Memar dan lukanya juga sudah tidak lagi terlihat.


Tapi, selama di rawat di rumah sakit ini, Linda tidak pernah mau bicara apa-apa. Dia juga tidak mengadukan nasibnya pada ibunya.


Mungkin dia merasa jika, ibunya itu tidak bisa melakukan apa-apa, untuk membantunya.


Linda hanya bicara seperlunya saja. Atau saat bertanya tentang anaknya, Erli.


Ibunya, yang selalu menunggui Linda, juga tidak banyak bertanya. Dia tidak mau menambah beban pikiran anaknya itu. Dengan segala jawaban yang harus diberikan, untuk menjawab pertanyaan darinya.


Sementara polisi Ferry datang ke rumah sakit ini, untuk menemani dirinya, jika ibunya sedang pulang atau memang dia sedang tidak ada pekerjaan.


Selain itu, praktis hanya ibunya saja yang menunggui Linda.


Dokter datang untuk cek kondisi Linda pagi ini. Dia memeriksa tekanan darah, mata dan juga bertanya Linda, dengan apa yang dikeluhkan oleh pasiennya itu.


"Apa ada yang dirasa masih sakit Bu?" tanya dokter, yang datang bersama dengan perawat.


Linda mengelengkan kepalanya, kemudian bertanya kepada dokter yang memeriksanya. "Tidak ada Dokter. Tidak ada yang terasa sakit lagi. Apa Saya sudah boleh pulang Dokter?"


Dokter meminta kertas laporan yang dibuat oleh perawat. Dia meneliti sebentar, kemudian berkata, "Kita tunggu sampai siang ya. Ini cairan infusnya biar habis dulu. Jika sudah mau habis, jangan lupa laporan pads perawat yang jaga. Biar dilepas sekalian."


Linda mengangguk mengiyakan perkataan yang diucapkan oleh dokter.


Begitu juga dengan ibunya Linda, yang merasa sangat senang, karena pada akhirnya, Linda bisa pulang ke rumah.


"Alhamdulillah. Syukurlah kalau begitu Dok. Terima kasih," ucap ibunya Linda, di saat dokter pamit untuk melanjutkan tugasnya.


"Terima kasih Dok," ucap Linda juga, sambil tersenyum.


"Sama-sama Bu."


Dokter pun menganggukkan kepalanya, kemudian berjalan menuju ke arah pintu. Dia keluar bersama dengan perawat yang mengikutinya.


"Bu. Linda mau pulang ke rumah saja," kata Linda, pada ibunya.


"Tentu saja pulang ke rumah. Memang mau pulang ke mana?" Ibunya Linda, merasa bingung dengan permintaan anaknya itu.

__ADS_1


"Bu. Maksudnya Linda, Linda mau pulang ke rumahnya Ibu. Bukan ke rumah mas Ferry," jawab Linda, menjelaskan pada ibunya.


"Ya-ya. Ibu paham kok," sahut ibunya Linda, dengan mengangguk mengiyakan permintaan Linda.


Tentu ibunya itu juga akan merasa lebih tenang, jika merawat Linda di rumahnya sendiri.


Dia tidak perlu repot-repot untuk pulang pergi ke rumah menantunya, karena dia tidak mungkin bisa merawat anaknya itu dengan baik, jika dia harus pulang ke rumahnya sendiri.


Dia juga akan merasa sungkan, karena rumah itu merupakan rumah polisi Ferry.


"Erli bagaimana Bu?" tanya Linda lagi, menanyakan tentang keadaan anaknya, Erli.


Selama ini, Erli tidak pernah diajak ke rumah sakit. Anaknya Linda itu, ada di rumah bersama dengan bapak dan adiknya.


Jika adiknya sedang kuliah, hanya bapaknya saja yang menjaga Erli. Dan dengan menjaga cucunya itu, bapaknya Linda semakin terlihat sehat.


Mungkin karena bapaknya Linda merasa kasihan, dan ikut khawatir juga, dengan masa depan anak serta cucunya itu.


Mendengar cerita tentang anaknya, Linda menangis dalam diam. Dia merasa sangat kangen dengan Erli.


"Apa dia tidak pernah mencari Linda Bu?" tanya Linda, yang bertanya kepada ibunya.


Mata Linda semakin berair. Dia tidak bisa menahan diri, untuk tidak menangis.


Dia, yang selama ini tidak pernah berpisah dengan Erli, terpaksa harus berjauhan, karena dia ada di rumah sakit.


"Sudah-sudah Lin. Nanti sore, kita pulang ke rumah. Kamu bisa bertemu dengan Erli lagi ya," kata ibunya Linda, mencoba untuk menenangkan hati anaknya.


"Hiks hiks hiks... Linda kasihan Bu sama Erli," ujar Linda, dengan tidak bisa menahan tangisannya sendiri.


"Ya-ya. Ibu tahu Lin. Tapi, mau bagaimana lagi. Tidak mungkin juga mengajak Erli ke rumah sakit. Pasti tidak bagus juga buat dia," kata ibunya lagi, karena memang mengingat pesan dari menantunya.


Polisi Ferry, pernah mengatakan bahwa, anak-anak, apalagi masih usia batita, tidak usah diajak ke rumah sakit. Apalagi anak itu dalam keadaan sehat.


Karena di rumah sakit, tidak semuanya orang sehat. Bisa-bisa, virus dan bakteri akan segera mengenai anak tersebut.


Linda menghela nafas panjang, saat mendengar penjelasan dari ibunya itu. Dia juga tahu, jika anak-anak memang dianjurkan untuk tetap berada di rumah saja.


Bahkan, banyak rumah sakit yang membuat aturan jika, anak-anak dibawah umur 10 tahun, dilarang ikut menjenguk orang yang sedang sakit.

__ADS_1


"Kamu istirahat ya. Nanti, jika cairan infusnya sudah mau habis, ibu akan lapor pada perawat yang jaga. Biar dilepas sekalian."


Linda mengangguk mengiyakan perkataan ibunya. Kini, dia berusaha untuk bisa tertidur lagi, karena obat yang harus dia minum pagi ini juga sudah dia minum.


"Bu. Jika Mas Fery datang, bilang ya, jika Linda akan pulang ke rumah Ibu," kata Linda memberi pesan pada ibunya.


"Iya. Nanti ibu akan bilang sama suami Kamu itu," jawab ibunya Linda, dengan wajah datar.


Sebenarnya, ibunya Linda sudah tidak ada simpati lagi, pada polisi Ferry. Dia merasa sangat menyesal, karena telah meminta Linda untuk menerima polisi tersebut.


'Andai saja, waktu itu Aku tidak meminta Linda untuk menikah dengan polisi Ferry. Linda pasti tidak akan mengalami hal seperti ini.'


Ibunya Linda berkata dalam hati, sambil menolehkan kepalanya ke arah yang lain.


Dia tidak mau jika, Linda tahu bahwa, dia sedang menahan air matanya. Meskipun disudut matanya, sudah tampak air matanya yang hampir menetes.


*****


Di rumah, bapaknya Linda sedang menjaga cucunya, Erli.


"Wah, Erli. Di jagain Mbah kung terus ya?" sapa tetangga yang lewat di depan rumah.


"Iya ini Budhe. Mamanya sedang sakit kan," jawab bapaknya Linda, yang memanggil tetangganya itu dengan sebutan Budhe.


Budhe ini, dimaksudkan untuk sebutan bagi Erli, pada orang tersebut.


"Masih di rumah sakit ya? Memang sakit apa to Kang si Linda? Kok gak boleh dijenguk orang-orang," tanya orang tersebut, yang tahu jika Linda sedang dalam perawatan.


Tapi, untuk para tetangga di rumah bapaknya ini, ibunya Linda membuat cerita jika, Linda sedang sakit yang tidak bisa ditemui oleh orang lain.


Takut tertular.


Karena itu juga, tetangganya tidak ada yang datang untuk menjenguk, selama Linda di rawat di rumah sakit.


Mereka semua tentu merasa takut jika, mereka akan tertular, dengan penyakit yang diderita oleh Linda saat ini.


"Tidak tahu juga. Tapi, mungkin besok atau hari ini dia akan pulang kok," jawab bapaknya Linda, memberitahu.


"Wah, benar udah sembuh? Jangan-jangan malah nanti menularkan penyakitnya di desa ini. Bagaimana jika itu terjadi?"

__ADS_1


Tetangga tersebut, malah merasa takut jika akan tertular penyakit yang sama seperti yang diderita oleh Linda sekarang ini.


__ADS_2