Tante Melinda

Tante Melinda
Tidak Disangka


__ADS_3

Operasi pengambilan pen yang dilakukan oleh Linda, sudah selesai. Dan sekarang, dia sedang berada di ruang pasien, untuk memulihkan kondisi tubuhnya.


Ada Ibu dan Bapak nya juga, yang memang sengaja didatangkan oleh Romi, supaya linda merasa senang dan tenang pada saat menjalani operasi kemarin.


Tentu saja hal ini membuat Linda dan juga Erli, merasa sangat senang karena mereka bisa melepaskan rindu. Dan linda juga sedikit merasa lebih tenang, pada saat dia berada di rumah sakit bersama dengan Romi, ada ibu dan bapaknya yang menjaga Erli di rumah.


Della tidak bisa ikut, meskipun dia udah tidak lagi bekerja di perusahaan sepatu. Karena Danang yang tidak bisa ambil cuti.


Apalagi, danang baru saja diangkat sebagai supervisor di bagian umum. Sehingga pada masa promosi, sekitar 3 bulanan, dia tidak diperbolehkan untuk mengambil cuti tahunan, kecuali jika sedang sakit.


Akhirnya, Della dan Danang meminta maaf pada Linda dan Romi. Karena mereka berdua tidak bisa ikut datang untuk menjenguk Linda, dan hanya mengirimkan salam melalui bapak dan ibunya saja.


Tapi mereka berdua berjanji selepas masa promosi, Danang akan mengajak Della untuk menjenguk mereka di kota besar.


Linda hanya bisa mendoakan kedua adiknya itu, supaya tetap akur dan sehat-sehat saja.


Linda, harus memulihkan kondisinya pasca operasi pencabutan pen, sekitar 1 minggu. Dan ini tergantung dari kondisi Linda juga, sebab sebenarnya waktu yang diperlukan 1-2 minggu. Sama seperti yang diterangkan oleh dokter, terkait waktu untuk kaki dapat berjalan kembali. Pasca operasi pengabutan pen, tergantung pada kondisi saat ini, umumnya 7-14 hari nyeri sudah berkurang, luka operasi mengering, dan kaki dapat digunakan seperti biasa. Namun bila masih terasa nyeri, harus lakukan perlahan-lahan dan menghindari aktivitas yang membutuhkan mobilitas atau pergerakan yang tinggi atau terlalu banyak pergerakan pada kaki.


Selama pemulihan dari operasi ini, Linda juga ditangani oleh dokter untuk terapis jalannya.


Dan ternyata, dokter yang menangani linda kali ini adalah dokter Khan An. Dokter magang, yang dulu pernah menangani Linda, pada saat terapi pasca operasi pemasangan pen di kotanya sendiri. Setelah mengalami kecelakaan bersama dengan roaming dulu.


"Dokter Khan An?" sapa Linda, yang kaget setelah sekian lama tidak bertemu dengan dokter muda tersebut.


"Eh, mbak Melinda! Wahhh suprise sekali bisa bertemu dengan mbak Melinda di sini. Ternyata dunia memang sempit ya, hehehe..."


Linda menyalami dokter tersebut, dengan senyuman sang dokter yang merekah. Dia terlihat sangat senang bertemu dengan mantan pasiennya, di saat dia magang di rumah sakit daerah dulu.


"Mbak Melinda sengaja melakukan operasi pencabutan pen jauh-jauh ke kota besar, atau memang sekarang tinggal di sini?" tanya dokter Khan An, yang tidak pernah menyangka, jika pasien yang di tanganinya saat ini, memang Melinda yang dulu pernah sangat dikagumi.


Tadi di saat dia membaca nama pasien, dokter Khan An tidak berpikir bahwa, Melinda ini adalah Melinda yang sama dengan yang dulu. Sebab dia beranggapan bahwa, nama banyak sama. Jadi ya memang tidak curiga sama sekali.


"Saya, Saya memang sudah tinggal di kota ini Dokter," jawab Linda, yang membuat dokter Khan An jadi tersenyum lebih lebar.


"Ternyata, cerita-cerita di film atau novel itu kadang ada nyata ya, sama seperti kita ini."


Dokter Khan An, mengibaratkan kisahnya bersama dengan Linda, sama seperti yang ada pada cerita-cerita.

__ADS_1


"Saya sudah menikah Dok, dan Saya ikut suami yang tinggal di sini."


Pernyataan yang disampaikan oleh Linda, membuat senyum dokter Khan An menghilang dari bibirnya.


"Sudah menikah?"


Linda mengganggukan kepalanya, mengiyakan pertanyaan yang diajukan oleh dokter Khan An padanya.


"Apa..."


"Dek, ini udah..."


Romi, yang baru saja datang, tidak melanjutkan kalimatnya. Begitu dia melihat keberadaan dokter Khan An, yang sedang bersama dengan istrinya.


Begitu juga dengan dokter Khan An, yang tidak melanjutkan apa yang ingin dia katakan, karena terpotong oleh suara Romi.


"Lho, dokter Khan An? iya kan?"


Romi bertanya, mengingat siapa dokter yang saat ini menangani Linda.


"Iya benar Mas," jawab dokter Khan An, dengan menyalami Romi. Suami dari wanita yang dia kagumi, dan yang saat ini menjadi pasiennya lagi.


"Iya. Saya mendapat tugas di sini setelah wisuda. Dan itu juga baru sebulan ini kok," terang dokter Khan An memberikan penjelasan.


Akhirnya, dokter Khan An melakukan tugasnya dengan memeriksa keadaan Linda, dengan beberapa gerakan sesuai dengan prosedur kesehatan yang dia pelajari.


*****


Di rumah Linda.


Selama tidak bekerja lagi, Della dan Danang memang lebih sering berada di rumah ibunya, karena dia juga kesehatannya belum pulih benar. Pasca operasi sedot kelenjar tiroid waktu itu.


Apalagi saat ini kedua orang tuanya Danang sedang tidak ada di rumah karena mengunjungi Linda, yang sedang menjalani operasi pengangkatan pen di kota besar.


Sekarang Della ingin mencari kesibukan, sehingga dia tidak merasa bosan selama berada di rumah sendirian.


Selain mengerjakan pekerjaan rumah, jika sudah selesai, tentu saja dia akan memiliki banyak waktu luang.

__ADS_1


Dan untuk misi waktu luang nya itulah, Della mencoba untuk melakukan kegiatannya, yang dulu menjadi hobby. Yaitu memasak makanan atau membuat kue-kue.


Tapi karena dia sudah lama tidak mengerjakan hobinya ini, akhirnya dia mencarinya dari media sosial untuk tutorial-tutorial yang diperlukan.


"Semoga mas Danang tidak marah dengan hobi baru ku ini. Meskipun sebenarnya ini bukan hobby baru, tapi dia tidak tahu. Dan hobi ini juga memerlukan biaya, jadi Aku juga harus berhemat. Kalau bisa sih, ini akan bermanfaat untuk kegiatan ku, dan bisa menjadi sampingan untuk menghasilkan uang juga."


Setelah mempersiapkan segala bahan dan alat-alat yang diperlukan, Della mulai melakukan apa-apa yang diperlukan.


Apalagi di rumahmu mertuanya ini, tidak semua peralatan untuk membuat kue bisa dia dapatkan. Jadi, dia harus mencari akal untuk menggunakan alat yang lain sebagai alat ganti, yang penting kuenya bisa diolah dan matang dengan baik.


Setelah berkutat beberapa lama di dapur, akhirnya Della selesai juga dengan membuat satu kue. Kemudian dia foto, dan dia posting ke story WA.


Apa yang lakukan Della, ternyata ditanggapi dengan berbagai macam komentar dari banyak teman-temannya.


Bahkan ada yang mencoba memesan kue itu, untuk acara keluarga temannya Della.


Tapi Della masih belum berani untuk mengambil kesempatan ini, karena diam belum memiliki peralatan yang lengkap.


Dia juga belum berani dengan resiko yang harus diambil, yaitu waktunya akan banyak dihabiskan untuk berkutat bersama dengan kue-kue di dapur.


Lagipula, dia juga belum izin pada suaminya.


"Aku belum berani ambil job ini. Jadi nunggu ijin dari mas Danang juga ya!"


Begitulah alasan yang dibuat Della, upaya temannya itu mengerti dan memahami kondisinya saat ini. Sebab, dia memang sudah tidak bisa memutuskan segala sesuatunya sendiri. Karena ada suaminya yang harus dihormati, untuk memberikan ijin terlebih dahulu. Dengan segala kegiatan yang akan dia lakukan untuk sehari-harinya.


Apalagi saat ini, pekerjaan Danang semakin banyak, dengan tugasnya yang juga banyak. Sehingga ketika berada di rumah, tentunya Danang hanya ingin menghabiskan waktunya bersama dengan sang istri saja.


Jika dila menerima job pembuatan kue, tentunya waktu Della bersama dengan Danang akan berkurang. Dan ini yang tidak diinginkan oleh Della.


Itulah sebabnya, dia tidak berani ambil resiko apapun, hanya demi sebuah kesuksesan dan uang, jika itu menjadi penyebab merenggangnya hubungan antara dirinya dengan sang suami.


"Semoga mas Danang setuju, dan Aku bisa menggunakan tabungan ku untuk modal usaha ini."


"Aku bisa merekrut beberapa karyawan untuk membantuku, sehingga Aku tidak akan kehilangan banyak waktu juga. Karena ada karyawan yang akan mengerjakan pesanan-pesanan yang ada."


Begitulah kira-kira rencana yang dibuat oleh Della, supaya dia bisa tetap memiliki kesibukan dan pemasukan. Tanpa harus membuang waktu dan tenaga yang banyak, dengan berada di pabrik.

__ADS_1


Dia berharap agar suaminya, memberikan ijin untuk usahanya kali ini.


Sekarang Della tersenyum sendiri, membayangkan seandainya suaminya tidak keberatan. Dengan rencana yang dia buat.


__ADS_2