
Linda menghela nafas panjang, kemudian membuangnya perlahan-lahan. Dia ingin membuat rongga dadanya lebih baik daripada tadi. Karena sesak yang dia rasakan, sejak mengikuti arah perginya Ferry.
Setelah merasa lebih baik, Linda kembali ke dalam warung. Dia meminum teh hangatnya lagi.
"Maaf Bu. Ho_hotel yang ada di sebelah sana, yang sana itu hotel apa ya?" tanya Linda, dengan menunjuk ke arah hotel, yang tadi dia datangi.
Dai yakin bahwa, ibu warung adalah penduduk sekitar, yang membuka warung pinggir jalan. Untuk para pejalan dan masyarakat sekitar, alias tetangganya juga. Karena belakang warung Ibu ini, masih berupa area persawahan. Dengan rumah penduduk yang juga tampak dari jalanan ini.
"Itu hotel... hotel opo ya Lek? Yang biasa pada masuk ya gitu. Supir atau orang-orang yang datang dari luar kota. Tapi biasanya pasangan."
"Mbak bule mau nginep? kan katanya orang sini juga?" Ibu warung justru bertanya balik pada Linda, setelah memberikan beberapa penjelasan juga.
"Emhhh... gak Bu, cuma tanya aja kok."
Linda jadi merasa tidak enak hati, karena pertanyaan yang diajukan oleh ibu warung.
"Kenapa Mbak?" tanya salah satu dari laki-laki yang tadi sedang makan.
Sekarang, dia sudah selesai makan. Dan hanya berbincang dengan temannya, sambil menghisap rokok dan menghabiskan sisa kopinya.
"Emhhh... gak apa-apa Mas. Cuma tanya aja."
Linda kembali menjawab pertanyaan yang sama, dari ibu warung dan laki-laki itu. Karena dia tidak mungkin membicarakan tentang masalahnya sendiri pada orang lain.
"Tapi sering kali ada pertengkaran atau pengerebekan di hotel itu."
Tiba-tiba, laki-laki tadi mengatakan sesuatu, yang membuat Linda mengerutkan keningnya.
"Maksudnya Mas?" tanya Linda, yang memang penasaran dengan keadaan hotel tadi.
Jadi, menurut laki-laki tersebut. Sering terjadi perkelahian antar laki-laki dewasa di hotel itu. Atau ada pengerebekan dari pihak kepolisian atau istri dan suami, dari orang yang berselingkuh.
Jika dari pihak kepolisian yang melakukan pengerebekan. Biasanya tidak terjadi sesuatu yang bisa membuat orang lain curiga.
Mungkin karena sudah ada kerja sama antara pihak pengelola hotel dengan pihak kepolisian.
Jadi, jika polisi datang untuk melakukan pekerjaan mereka. Hotel dalam keadaan bersih, dan tidak ada pasangan yang berbuat apa-apa. Karena pihak hotel ingin mendapat nilai baik, sehingga perijinan mereka tetap bisa berjalan dan tidak dicabut.
Tapi jika pengerebekan dilakukan oleh wanita atau pria dewasa, pasti akan terjadi perkelahian, perang mulut dan sebagainya. Karena apa yang terjadi adalah, sama seperti yang kadang-kadang ada di dalam berita televisi.
__ADS_1
Pengerebekan terjadi karena dilakukan oleh pihak istri, yang sedang melakukan penyergapan pada suaminya yang berselingkuh.
Atau, pertengkaran terjadi karena pihak suami yang memergoki istrinya sedang bermain dengan pria lain.
Sekarang Linda sudah paham dengan keadaan hotel itu. Mungkin karena itu juga, pihak hotel melindungi privasi pelanggan, dengan tidak mengijinkan dirinya. Yang tadi secara terang-terangan ingin bertemu dengan seseorang.
Padahal seseorang itu adalah suaminya sendiri.
"Mbak mau menggerebek siapa? Suaminya Mbak?" tanya orang yang duduk di samping laki-laki tadi.
Umur pria ini lebih dewasa dibandingkan dengan yang memberikan penjelasan.
Linda hanya tersenyum, dan tidak menjawab pertanyaan tersebut. Dia juga tidak mengatakan apa-apa lagi, karena takut jika keceplosan bicara.
"Kalau Aku jadi suaminya Mbak bule, rugi banget selingkuh. Apalagi, rata-rata suami yang berselingkuh itu justru mendapat wanita yang tidak sepadan dengan istrinya."
"Entah wajah selingkuhannya yang kurang cantik, atau kurang kaya. Aneh kan ya?"
"Tapi kejadian ini terus saja berlanjut, padahal mereka itu ya sadar juga jika salah." Laki-laki dewasa itu terus mengatakan apa yang ingin dia katakan.
Sedang ibu warung, hanya tersenyum dengan mencibir jawaban dan perkataan laki-laki itu.
Dan seseorang yang dia maksud, mungkin saja ada diantara mereka semua saat ini.
Linda tidak bisa memberikan kesimpulan yang harus dia katakan, dengan semua yang dia dengar tadi.
Dia hanya sedang berpikir, untuk memergoki suaminya sendiri. Yang saat ini sedang berada di dalam hotel itu.
"Sebaiknya, mbak bule bawa temen jika ingin melakukan pengerebekan. Jika perlu ada pihak aparat desa atau kepolisian."
"Jadi, semuanya bisa jelas dan gamblang. Apalagi juga memang terbukti. Udah pisah aja! Dari pada suatu hari nanti akan terulang lagi untuk kesekian kalinya."
Laki-laki dewasa itu kembali memberikan nasehat-nasehat, juga pesan untuk Linda.
Mungkin, laki-laki itu pernah ada di posisi Linda, atau pada posisi Ferry. Linda tidak bisa menafsirkan sendiri perkataanya yang tadi.
"Gak usah digubris mbak bule. Itu omongan kayak kaleng rombengan yang ngasal."
Ibu warung meminta Linda, supaya tidak terpengaruh dengan omongan laki-laki tersebut. Ini membuat Linda semakin yakin, jika keduanya memang pernah ada pada posisinya saat ini.
__ADS_1
"Kamu ini Kang, hanya setan yang mempengaruhi orang. Bikin panas tau gak!"
Sekarang ini warung justru memarahi laki-laki itu, dengan menyebutnya sebagai setan. Yang sangat suka mempengaruhi pasangan yang sedang bermasalah untuk bercerai.
"Sampun Bu. Niki yang teh ya. Terima kasih ngeh," ucap Linda, yang segera pamit untuk pergi dari warung tersebut.
Dia tidak mau, jika keberadaan dirinya akan membuat suasana warung semakin panas.
Linda keluar dari dalam warung, setelan membayar teh hangatnya. Dia kembali ke tempat motornya diparkirkan.
Sekali lagi dai melihat ke arah hotel.
"Jika mas Ferry ijin ke luar kota dua hari... berarti dia tidak akan keluar dengan cepat. Bagaimana ini ya?" gumam Linda, bertanya pada dirinya sendiri. Untuk rencana selanjutnya.
"Coba telpon dia lagi. Mungkin sudah aktif."
Akhirnya, Linda berusaha untuk menghubungi suaminya sekali lagi. Untuk memastikan, apakah memang suaminya itu sedang ada dalam perjalanan menuju ke luar kota, atau sedang berada di dalam kamar bersama wanita lainnya.
Tut tut tut!
Tut tut tut!
Tapi ternyata handphone milik Ferry masih tetap tidak aktif.
"Hemmm... bagaimana ini ya?"
"Masa iya Aku harus tetap ada di sini untuk memergoki mereka. Tapi, Aku kan tidak tahu, sampai kanan mereka berdua akan keluar."
Linda dalam kebimbangan. Dia tidak tahu, bagaimana langkah selanjutnya yang akan dilakukan nanti.
Dan pada saat dia masih dalam keadaan bingung, ponselnya tiba-tiba berdering. Ada panggilan masuk untuknya. Dan itu dari kang Mus.
"Kang Mus, ada apa ya? apa dia tahu kabar mas Ferry?"
Tapi sebelum Linda menerima panggilan tersebut, ponselnya mati. Baterainya habis dan harus segera di cas terlebih dahulu.
"Wah, cari tempat nge_cas ponsel di mana ini?"
Linda kebingungan lagi, karena tidak tahu. Kemana harus mencari tempat. Agar bisa melakukan pengisian baterai ponselnya sekarang juga.
__ADS_1