Tante Melinda

Tante Melinda
Kejadian Aneh


__ADS_3

Pak Rudi tentu sangat senang, saat mendengar ajakan dari pak Komarudin.


"Yang bener Pak Komar? Apa dia sudah setuju?" tanya pak Rudi, dengan antusias.


"Belum kasi kepastian dia Pak. Tapi Saya yakin jika dia mau." Pak Komarudin merasa sangat yakin dengan jawabannya sendiri.


Padahal, dia belum mendapatkan kabar tentang kesediaan Linda, atas ajakannya di akhir pekan ini.


"Ah, belum pasti itu!"


Pak Rudi mengeleng. Dia belum bisa memutuskan, untuk ikut atau tidak dalam rencananya Pak Komarudin.


"Tapi, jika dia sudah memberikan kepastian, segera beritahu Saya pak Komar. Biar Saya ikut serta," ujar pak Rudy dengan cepat. Dia tidak mau jika ketinggalan dalam gerak cepat pak Komarudin.


Karena dari desas desus yang dia dengar, asisten manager nya itu sudah lebih dekat dengan leader barunya. Dan tentunya itu adalah Linda. Bukan leader yang lain.


Di HRD, Linda menerima surat tugas, untuk kepergian minggu depan ke Jakarta.


Selain Linda, ada juga beberapa leader dari gedung lain. Yang juga ada di HRD. Karena mereka semua juga mendapatkan surat tugas tersebut.


Meskipun ada di antara mereka semua, bukanlah orang-orang baru di bidangnya. Karena dari beberapa orang, mereka adalah orang-orang lama, dengan jabatan sebagai leader juga.


Menurut keterangan yang diberikan oleh kepala HRD, leader-leader yang akan pergi ke Jakarta akan mendapatkan fasilitas penginapan. Dan letaknya ada di pusat kota.


Jarak penginapan dengan lokasi training, juga dekat dan tidak perlu menggunakan kendaraan untuk bisa sampai di tempat tersebut.


Dan saat berangkat dari pabrik ini, mereka semua akan di antar dengan mengunakan bus besar, sebagai alat transportasi. Sebagai fasilitas yang disediakan oleh perusahaan.


Semua peserta, termasuk Linda, bertepuk tangan dan tersenyum senang. Mereka tidak perlu repot-repot memikirkan banyak hal, tentang keperluan dan kebutuhan yang diperlukan selama ada di Jakarta juga.


Karena dari pihak perusahaan, sudah disediakan untuk semuanya. Termasuk urusan makan mereka semua.


Tentu saja, ini tidak akan membuat mereka repot dan banyak pikiran.


Apalagi jika orang itu sama seperti Linda. Yang belum pernah melakukan tugas seperti sekarang ini.


Hal ini adalah untuk yang pertama kali bagi Linda. Dan pergi dari keluarga, karena urusan pekerjaan, juga baru saja akan dilakukan oleh Linda minggu depan.


Tapi Linda merasa senang, karena pastinya akan mendapatkan pengalaman baru dari tugasnya ini.


Dia akan belajar banyak, tentang bagaimana menjadi seorang leader yang baik dan benar.


Hal yang belum tentu bisa dilakukan oleh leader-leader yang lainnya juga.


Dan kesempatan untuk bisa ikut serta dalam training ini, juga belum tentu di dapatkan oleh orang lain.


Dengan demikian, Linda merasa sangat bersyukur atas semua yang dipercayakan kepadanya. Termasuk juga pada atasan-atasannya. Yaitu pak Rudi dan pak Komarudin, sebagai manager dan asisten manager.

__ADS_1


Berbeda dengan pikiran dan pandangan orang lain terhadap Linda. Tentunya, banyak dari orang-orang tersebut menilai bahwa, Linda mendapatkan tugas ini karena adanya sesuatu diantara mereka.


Bukan murni karena pilihan yang tepat dari perusahaan.


Entah benar atau salah, yang pasti, Linda sudah mendapatkan surat tugas tersebut.


Dan minggu depan, Linda pasti berangkat ke Jakarta untuk kepentingan tugasnya itu.


*****


Pada jam istirahat, Linda sedang menelpon suaminya, Ferry.


..."Mas. Aku pulang malam. Ada barang yang harus di paking hari ini juga. Karena kirim ekspor juga harus hati ini." ...


..."Jam berapa Dek?" ...


..."Kira-kira ya... jam delapan malam. Tapi gak udah jemput Mas. Biar Linda naik ojek saja. Kasihan Erli." ...


..."Ya sudah. Tapi jika kurang dari jam segitu kasih kabar lagi ya!" ...


..."Iya Mas. Nanti Aku kabari lagi jika ada perubahan jam lembur. Terima kasih Mas."...


Klik!


Linda menghela nafas panjang, kemudian keluar dari dalam ruangannya. Dia ingin pergi ke kantin perusahaan, untuk makan siang bersama yang lainnya.


"Mbak Linda!"


Linda menoleh, dan mencari-cari keberadaan orang yang memanggil namanya. Karena ada banyak karyawan yang bergerombol dan berjalan menuju ke arah kantin juga.


Sekarang, dari pada bingung mencari, Linda diam berdiri saja. Nanti, orang tersebut juga akan mendekatinya, jika memang ada keperluan.


Tapi ternyata, hingga tiga menit kemudian, tidak ada orang yang mendekat dan menyapanya lagi.


"Siapa tadi yang manggil?" tanya Linda bergumam seorang sendiri.


Dan karena tidak ada tanda-tanda jika ada yang mencari dirinya, akhirnya Linda berbalik dan melanjutkan perjalanan menuju ke arah kantin perusahaan.


"Mbak Linda!"


Baru beberapa langkah, ada suara lagi yang memanggil namanya.


Tapi Linda juga tidak mau menoleh. Sekarang, dia berpikir jika, apa yang kemarin-kemarin dia dengar tentang beberapa gedung yang angker, benar adanya.


Sekarang, dia mencoba untuk mencari tahu apa yang dia dengar dari orang lain. Pada orang yang lewat dan berjalan juga ke arah kantin.


"Mbak-mbak! tadi dengar gak ada yang manggil nama Linda?"

__ADS_1


"Gak ada Mbak."


"Iya gak ada."


Kedua orang yang di tanya Linda, ternyata tidak mendengar adanya suara seseorang, yang memanggil dengan nama Linda.


"Mungkin penunggu gedung Mbak. Hehehe..."


"Iya. Bisa jadi Mbak. Soalnya, ada sih kadang-kadang sama seperti Mbak gini. Merasa ada yang manggil, padahal gak ada."


"Oh..."


Linda hanya menanggapi dengan mulut membola. Dia mengangguk pada dua orang tersebut, dengan tersenyum canggung.


"Ya sudah. Duluan ya Mbak!"


Linda kembali mengangguk mengiyakan.


'Tapi... ini kan siang hari, masa iya ada makhluk begitu sih?'


Linda membatin, dengan apa yang terjadi padanya tadi.


Tapi, linda juga pernah mendengar hal-hal semacam itu dari beberapa teman dan anak buahnya sendiri.


Sekarang, buku kuduk Linda berdiri. Karena merasa jika, mahluk tak kasat mata itu mengenali dirinya.


"Oh, kok jadi merinding gini sih!" gumam Linda lagi, dengan meraba tengkuknya sendiri.


Dengan langkah lebar, Linda bergegas pergi ke kantin. Dia tidak mau jika kejadian tadi terulang lagi. Apalagi, nanti malam dia akan lembur juga.


"Hai, kok baru datang?"


Ada salah satu temannya Linda, bertanya pada Linda. Yang menurutnya sedikit terlambat datang untuk makan siang, di jam istirahat kerja.


"Iya. Tadi telpon suamiku dulu.. Kasih kabar jika ada lembur sampai malam." Linda menjelaskan tentang keterlambatannya.


"Oh..."


"Eh, Kamu pernah ada kejadian... emhhh, kayak ada yang manggil-manggil, tapi ternyata gak ada orang yang manggil gitu. Pernah gak?"


Dengan hati-hati, Linda mencoba untuk mencari tahu tentang apa yang dia alami tadi dari orang lain.


Siapa tahu, orang lain juga pernah mengalami hal yang sama seperti dia juga.


"Kenapa?" tanya orang tersebut.


"Tadi, Aku ada yang manggil-manggil gitu. Tapi gak jelas siapa. Wong gak ada yang datang mendekat. Dua kali lagi!"

__ADS_1


Orang yang di ajak bicara Linda, bengong dengan wajah pucat.


__ADS_2