
Dua tahun kemudian.
Linda yang sedang mengurus seorang bayi, terkejut saat suaminya datang dalam keadaan mabuk.
"Heh perempuan sialan! Siapkan Aku air untuk mandi!"
Bentakan keras dan kata-kata yang kasar, keluar dari mulut suaminya itu.
Dan ini, sudah berlangsung sejak beberapa bulan yang lalu, di saat Linda dalam keadaan hamil tua.
Tanpa banyak bicara, Linda meletakan bayinya ke dalam box bayi.
Dia bergegas ke arah dapur, untuk menyiapkan air hangat untuk mandi suaminya.
Linda tidak pernah menyangka, jika sifat keras dan kasar suaminya itu, akan dia dapatkan.
Selama ini, sebelum Linda menjalani kehidupan berumah tangga, dia selalu memimpikan sebuah keluarga yang harmonis dan saling melindungi.
Saling pengertian dan menyayangi, sama seperti waktu sebelum menikah.
Tapi, harapan Linda sepertinya hanya tinggal harapan kosong. Kini, kehidupan yang dia miliki jauh dari kata nyaman.
Dan itu tidak diketahui oleh Linda, apa dan kenapa terjadi padanya.
Dulu, di saat Linda memutuskan untuk memilih suaminya itu, polisi Ferry, dia berharap bisa hidup bersama dengan bahagia.
Dia ingin kasih sayang dan cinta suaminya itu, tulus dari dalam hati polisi Ferry.
Sama seperti yang dikatakan polisi Ferry, saat melamarnya, dan memeluknya saat menangis, ketika dalam perjalanan pulang mereka berdua dari kota besar.
Setelah bertemu dan melihat bagaimana keadaan Romi. Pacarnya Linda yang dulu.
Tapi sepertinya, semua itu tinggal kenangan. Semua mimpi yang sempurna hilang dalam beberapa bulan terakhir.
Dan Linda tidak pernah mendapatkan jawaban, atas pertanyaan-pertanyaannya.
Karena suaminya itu, akan marah dan membanting apa saja yang ada di dekatnya, jika Linda bertanya atau membatah perkataan dan permintaannya.
'Kenapa dia berubah drastis? apa salahku? apa dia sedang ada masalah?'
Begitulah kira-kira, pertanyaan demi pertanyaan, yang muncul di benak Linda sekarang.
Beban Linda bertambah banyak, di saat dia sudah tidak lagi diperbolehkan untuk bekerja, dan menghadapi kelahiran anak pertama mereka.
Karena perubahan sikap polisi Ferry juga, yang sudah tidak lagi memberikan uang belanja rutin, sama seperti dulu.
Linda tidak diperbolehkan untuk bekerja, tapi keuangan tidak terurus dengan baik.
Persiapan kelahiran anak pertamanya, juga tidak menjadi prioritas utama polisi Ferry.
Dia tidak lagi memberikan perhatian kepada istrinya, Linda.
Setiap pulang dari tugas, polisi Ferry justru marah dan ada saja yang dilakukan, untuk membuat keributan di rumah.
__ADS_1
Untungnya, mereka berdua sudah tinggal di rumah sendiri, yang lumayan jauh dari desa Linda.
Perumahan mereka, bisa dikatakan masih sepi. Jadi, keributan-keributan yang terjadi, tidak diketahui oleh orang lain.
Apalagi, Linda juga jarang keluar rumah, sehingga apa yang dia alami, tidak dilihat orang-orang.
Dia sering mendapat hadiah untuk sebuah kesalahan-kesalahan kecil, yang tidak sengaja dia lakukan.
"Mas. Airnya sudah siap," kata Linda, pad suaminya yang sedang terbaring di sofa, dalam keadaan belum membuka baju seragam polisinya.
"Hah... berisik!"
Suaminya, justru membentaknya dengan mengibaskan tangan.
Linda mundur, dan kembali ke dalam kamar. Dia menahan air matanya, agar tidak lagi menangis.
Dia sudah biasa mendapatkan kata-kata yang keluar dari mulut suaminya itu, dengan keras.
Sekarang, dia ingin menemani anaknya, yang tadi belum tertidur dengan benar.
Untungnya, anaknya yang baru berusia empat bulan, tidak rewel dan seperti tahu, bagaimana keadaan ibunya, saat ini.
"Terima kasih ya Sayang. Kamu yang membuat Ibu kuat, dan tetap berusaha bertahan dalam keadaan seperti ini."
Linda menciumi anaknya, yang sedang dalam keadaan tertidur, di box bayi.
*****
Beberapa saat kemudian. Di saat Linda baru saja tertidur.
Brakkk!
Dan Linda tahu, siapa yang melakukan semua itu tadi.
Pasti, suaminya sudah bangun dan pergi ke kamar mandi, untuk membersihkan dirinya yang tadi pulang dalam keadaan mabuk.
"Linda! Linda!"
Linda hang baru saja terbangun, tentu saja tidak bisa dengan cepat sampai di kamar mandi.
"Heh! Budek ya Kamu?"
Suaminya itu, marah karena mendapat air mandi yang dia minta tadi, sudah dalam keadaan dingin.
Tidak lagi hangat, untuk mandi malam polisi Ferry.
"Tadi Linda bangunkan mas Ferry. Tapi..."
"Bodoh Kamu!"
Linda belum selesai dengan kalimat yang ingin dia katakan, tapi suaminya itu, sudah memotong dan membentaknya dengan kata-kata kasar lagi.
Byur!
__ADS_1
Bahkan sekarang, air yang ada di bak, yang tadi disediakan oleh Linda untuk mandi suaminya, diguyurkan pada dirinya.
"Mas..."
Linda yang tidak pernah menyangka kalau, dia akan diguyur, tentu saja sekarang ini dalam keadaan basah kuyup.
Brakkk!
Polisi Ferry, membanting bak tersebut, setelah tidak ada airnya.
Dia juga pergi begitu saja, tanpa menghiraukan keadaan istrinya, Linda.
"Hiks hiks hiks..."
Linda hanya bisa menangis dalam keadaan seperti ini. Dan selama ini juga, dia tidak pernah menceritakan tentang keadaan dirinya, pada kedua orang tuanya.
Yang mereka tahu, sama seperti yang diketahui oleh orang-orang lain jika, kehidupannya bersama dengan polisi Ferry baik-baik saja, dan dalam keadaan bahagia.
*****
Beberapa bulan yang lalu, saat Linda baru saja melahirkan. Kedua orang tuanya datang berkunjung.
"Linda. Kamu itu harus merias wajah Kamu. Meskipun baru saja melahirkan. Lihat itu, wajah putih Kamu jadi tampak semakin pucat."
Ibunya, memperingatkan Linda, agar bisa merawat diri, supaya tetap terlihat cantik, meskipun baru saja melahirkan bayi.
Linda hanya bisa mengangguk saja, tanpa banyak bicara.
Dia tidak mau, jika kedua orang tuanya, terutama ibunya, akan menyalahkan dirinya, dengan keadaan yang dia miliki sekarang ini.
Nanti, ibunya akan menyalahkan dirinya, karena tidak bisa membuat suaminya lebih perhatian, sama seperti dulu lagi.
"Ini kesalahan Kamu sendiri. Kamu tidak bisa merawat diri dan menyenangkan suamimu. Kemarin-kemarin, saat Kamu hamil, Kamu tidak bisa melakukan apa-apa, karena ngidam Kamu itu."
Begitulah kata-kata ibunya, saat Linda pernah sekali mengeluh, tentang perubahan sikap suaminya, disaat dia dalam keadaan ngidam. Waktu hamil muda.
Linda sadar jika, pada saat dia ngidam, di awal-awal hamil, dia memang tidak bisa melakukan kewajibannya sebagai seorang istri secara normal.
Ini karena, setiap malam, saat tidur bersama dengan suaminya, Linda selalu merasa mual dan ingin muntah.
Tapi, itu hanya selama dua bulan, di saat baru saja ketahuan jika dia hamil.
Setelah beberapa hari, masa ngidam tidak ada, justru suaminya yang ganti berubah sikapnya.
Pada saat Linda ingin tahu, apa yang terjadi pada suaminya itu, Linda justru mendapat perlakuan kasar, untuk pertama kalinya, dan hingga sekarang ini.
Linda juga tidak pernah mendapatkan jawaban, atas pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam hatinya, tentang perubahan suaminya itu.
Karena setiap Linda bertanya, suaminya akan marah dan memukulnya.
"Istri tidak berguna. Tidak usah banyak tanya! Urus saja dirimu sendiri!"
Begitulah perubahan sikap polisi Ferry, yang tidak pernah disangka-sangka oleh Linda.
__ADS_1
Dan itu, terus menerus hingga Linda tidak bisa lagi menahan diri, untuk tetap diam saja dan tidak melakukan apa-apa.