Tante Melinda

Tante Melinda
Tugas Baru


__ADS_3

Sebenarnya, kesalahan yang terjadi pada tim kerja Linda, tidak 100% kesalahan mereka. Ada campur tangan dari pak Rudi, yang berwenang untuk memberikan keputusan dalam pekerjaan dan lemburan.


Karena semua pengajuan jam lembur kerja, yang seharusnya untuk mengejar target produksi dan waktu yang singkat, tidak di ACC pak Rudi.


'Padahal Aku sengaja mengerjai dirinya. Tapi justru Aku yang apes sendiri. Hhh...'


Dia ingin Linda bermasalah, sehingga dia bisa datang menjadi penolong. Supaya Linda menjadi bersimpati dan tunduk lagi padanya.


Tapi ternyata semua rencananya gagal. Dan Mr Lee, memberikan keputusan, dengan memindahkan tugas Linda tanpa bicara lebih dulu dengan dirinya.


Pak Rudi menyesali perbuatannya, yang ingin membuat sabotase pada tim Linda. Tapi pada kenyataannya, justru dia sendiri yang kena dampaknya.


"Pak Rudi! Jika sudah tau harus ada lembur kerja untuk kejar target produksi, kenapa itu sampai tidak ada lemburan di tim supervisi Linda?" tanya Mr Lee, yang membuat lamunan pak Rudi buyar.


"Emhhh... sebenarnya, itu... supervisor Linda..."


"Sudah-sudah. Kamu cepat metting dengan semua bawahan mu, untuk mengerjakan pekerjaan yang belum selesai. Untuk produksi yang gagal karena mutunya tidak sesuai, cepat potong ulang dan di bawa ke proses selajutnya!"


Mr Lee memotong kalimat psk Rudi yang belum selesai. Dia juga meminta pada pak Rudi, supaya mengerjakan semuanya dengan cepat. Termasuk produksi ulang, atau repro.


Padahal, sudah menjadi rahasia umum. Jika ada repro yang seperti ini, bonus bulanan berkurang, sesuai dengan jumlah repro yang dibutuhkan. Jika terlalu banyak dan urgen, bonus untuknya tidak akan cair. Bahkan bisa jadi, gajinya juga akan dipotong, untuk biaya kerugian atas keterlambatan eskpor yang sudah lewat waktunya.


'Ah, sialll bener ini! Kenapa Aku lupa jika planning yang terbaru itu tanggal nya di ubah? Padahal Aku ikut metting untuk perubahan tanggal ekspor yang seharusnya.Hhh...'


Pak Rudi merasa kecolongan. Keinginan untuk membuat Linda jatuh ke tangan nya lagi tidak bisa tercapai.


Ini karena dia tidak teliti, dengan planning ekspor produksi yang dia terima seminggu yang lalu. Karena itu adalah planning yang sudah di ubah, untuk waktu ekspor yang seharusnya. Karena rencana semula, memang masih ada waktu sekitar tiga hari lagi baru ekspor. Tapi ternyata, planning terbaru adalah hari ini.


Masalah ini membuat pak Rudi marah-marah pada bawahan nya. Sayangnya, Linda sudah tidak ada di antara mereka semua.


'Sialll... Awas kau Linda!"

__ADS_1


*****


Di gudang material, Linda justru menjadi idola baru. Karena sosoknya yang berbeda dari orang-orang pada umumnya.


Apalagi, nama supervisor Linda memang sudah banyak menjadi perbincangan hangat di antara para karyawan laki-laki di perusahaan ini. Karena yang namanya gudang, apalagi ini gudang material yang tentunya bahan-bahan dengan beban yang berat. Bisa dipastikan jika kebanyakan orang yang ada di gudang ini berjenis kelamin laki-laki.


Tapi Linda tetap berusaha untuk bersikap sewajarnya.


Apalagi jabatannya kini tidak lagi menjadi supervisor, karena harus turun menjadi leader, dengan surat SP 3 yang dia kantongi juga. Tapi Linda tidak mempermasalahkan soal itu. Dia tetap bersikap seperti biasanya, pada rekan-rekan kerjanya yang baru.


"Maaf ya. Aku baru dipindahkan ke gudang ini. Jadi pastinya tidak tahu seluk beluk gudang ini juga. Tolong jika ada sesuatu yang tidak Aku mengerti dikasih tau. Ditegur juga jika ada kesalahan."


"Ah siap mbak Linda! Kami di sini semuanya juga orang-orang yang baik dan ramah kok. Ganteng-ganteng lagi Mbak, hehehe..." sahut salah satu dari mereka, dengan maksud bercanda.


"Hahaha... maaf ya Mbak, si Aria memang suka bercanda. Tapi yang dia katakan memang benar sih. Ciehhh..." timpal yang lain, dengan nama Febrianto.


Nama-nama mereka, di lihat Linda dari kartu identitas pekerja yang memang dikalungkan di leher.


"Iya-iya. Terima kasih semuanya," ucap Linda dengan tersenyum senang. Mendengar gurauan mereka berdua.


Ternyata supervisor di gudang ini datang, dan menegur kedua anak buahnya itu.


"Hehehe... maaf pak Adi. Habisnya, mbak Linda ini kan beda emang. Bule gitu lho!"


Si Aria, bukannya diam dan pergi dari tempatnya berdiri. Justru menyahuti perkataan pak Adi. Supervisor di gudang material ini.


"Siang pak Adi. Saya Linda, yang di mutasi ke gedung ini." Linda pun menyalami pak Adi, dengan memperkenalkan dirinya.


"Ya-ya. Aku baru saja diberitahu oleh pihak HRD. Jika akan ada bule yang dikirim ke gudang ini. Ah, tadi Aku pikir pak Yus bercanda, ternyata memang benar. Hehehe..."


Pak Adi terkekeh sendiri, karena dia sudah sedikit banyak tahu. Siapa Linda, si bule yang terkenal diantara para karyawan laki-laki.

__ADS_1


Si bule yang juga diperebutkan oleh pak Komarudin dan pak Rudi.


Bahkan, cowok-cowok banyak yang penasaran ingin melihat secara langsung dengan sosok bule ini.


"Eh, maaf pak Adi. Saya asli sini, bukan bule lho," sahut Linda mengoreksi perkataan yang diucapkan oleh pak Adi barusan.


"Hahaha... iya-iya. Saya tahu, dan ini merupakan keberuntungan yang besar di gudang ini. Bisa dipastikan, setelah ini gudang akan terus ramai dan pada betah bekerja. Gak akan ada yang mengeluh ini."


Pak Adi tertawa-tawa senang, karena bisa melihat dan menjadi atasannya Linda. Meskipun dia tidak akan berani untuk mendekati Linda secara khusus. Karena jika itu sampai terjadi, keamanannya di perusahaan ini tidak akan terjamin.


Terlalu banyak kepentingan yang tersembunyi, di balik jabatan-jabatan tertentu. Khususnya para laki-laki, yang datang dari luar daerah.


Dan tentunya, pak Adi tidak mau ambil resiko besar tersebut. Hanya untuk bisa lebih dekat dengan Linda saja.


"Silahkan di mulai untuk belajar tentang gudang ini ya mbak Linda. Dan... Kamu, Aria sama Febri, di bantu itu mbak Linda nya!"


"Ah, pasti Bos!"


"Siap Bos!"


Aria dan juga Febrianto, menjawab dengan cepat, apa yang diperintahkan oleh atasannya itu.


Linda tentu saja merasa sangat senang, karena bisa mendapatkan kesempatan untuk bekerja di gudang.


Di gudang tentu tidak banyak berinteraksi dengan orang-orang. Karena jumlah karyawan di gudang, tidak begitu banyak. Berbeda dengan gedung bagian produksi, yang dulu dia pegang.


"Sini mbak Linda!" panggil Aria, dengan melambaikan tangan. Meminta pada Linda supaya mendekat ke arah dirinya berjalan.


Aria mengajak Linda untuk datang ke sebuah meja, di mana ada banyak kertas laporan dan surat jalan untuk material.


Dengan singkat, Aria memberikan penjelasan kepada Linda, dengan beberapa pekerjaan yang akan dilakukan oleh Linda di gudang ini.

__ADS_1


Selain Linda, ada satu cewek yang bekerja di gudang ini juga. Yaitu Nanda.


Tapi sekarang Nanda sedang dalam keadaan hamil. Dan sebentar lagi akan mengambil cuti hamil untuk persiapan melahirkan.


__ADS_2