
"Assalamualaikum Bi!"
Romi mengucapkan salam begitu tiba di depan rumah pamannya.
Toko kecil milik bibinya, sudah di buka. Meskipun orangnya sedang tidak ada di dalam toko.
"Waallaikumsalam..."
Dari dalam rumah, terdengar suara bibinya Romi, menjawab salam dari keponakannya yang datang.
"Ehhh... Romi, ya Allah. Della, eh ada Mbak Linda juga. Sini-sini ayo masuk. Cah ayu ini siapa namanya?" Bibinya Romi, menyambut kedatangan mereka dengan terkejut, senang dan seperti mendapatkan sebuah anugerah. Karena merasa bahagia, masih diperhatikan dengan dikunjungi oleh saudara-saudaranya. Terutama keponakannya ini.
"Erli Nek," jawab Erli, karena bibinya romi menanyakan namanya.
"Ohh... cantik ya, ayo-ayo masuk yuk!"
Dengan gugup, bibinya Romi membereskan ruang tamu yang sedikit berantakan. Karena dia belum sempat membereskan rumah.
Dia baru saja selesai membersihkan kamar suaminya, dan memandikan suaminya di kamar mandi.
"Maaf ya berantakan. Ini Bibi belum sempat beres-beres dari tadi. Pamanmu sedang kurang sehat sedari kemarin. Jadi, dia buang buang air terus. Bahkan ini dia Bibi kasih pakai Pampers, biar Bibi terlalu capek. Nanti jika Bibi malah ikutan jadi sakit juga."
Romi, Linda dan juga Dell, tersenyum miris mendengar cerita yang baru saja dikatakan oleh bibinya, soal pamannya itu.
Akhirnya, Romi dan Della bermaksud untuk masuk ke dalam, untuk melihat keadaan pamannya. Meskipun hanya dari luar kamar.
Linda, yang awalnya ragu dan masih merasa takut untuk ikut melihat pamannya Romi, akhirnya berusaha untuk menenangkan hatinya. Dan memberanikan diri, untuk ikut melihatnya juga.
Dia ingin tahu, bagaimana keadaan orang yang sudah memberinya rasa trauma sepanjang hidupnya.
Romi menggenggam tangan istrinya, memberinya kekuatan dan ketenangan. Bahwa dia akan selalu menemaninya, dalam rasa suka dan duka. Termasuk mengatasi rasa ketakutan atas masa lalu yang ditorehkan oleh pamannya ini.
Linda juga menyambut genggaman tangan suaminya, dengan tersenyum kearah Romi. Yang saat ini sedang melihat kearahnya.
Seakan-akan mengucapkan terima kasih, dengan apa yang sudah dilakukan oleh suaminya itu.
__ADS_1
Dan sekarang, Erli sedang diajak ke dalam toko bersama dengan bibinya. Agar bisa memilih jajan sendiri di dalam toko. Sementara Linda, Romi dan Della melihat keadaan suaminya.
"Paman, apa kabar?" tanya Romi, begitu sampai di depan pintu kamar Pamannya.
Tidak ada respon apapun dari pamannya Romi, dengan kedatangan ketiga orang yang saat ini ada di depan pintu kamarnya. Begitu juga pertanyaan yang diajukan oleh Romi.
Pamannya itu hanya memandang ketiganya, silih berganti dengan tatapan kosong.
"Dek. Kamu ada yang ingin dikatakan?" tanya Romi pada istrinya, yang saat ini berdiri lebih rapat dengan tubuhnya. Untuk mengatasi semua rasa yang ada di dalam dirinya. Yaitu rasa takut, kecewa, sedih dan kasihan.
Linda benar-benar tidak pernah menyangka jika nasib pamannya Romi akan berakhir seperti ini.
Akhirnya, meskipun Pamannya itu tidak bisa berbicara untuk menjawab pertanyaannya. Romi mengutarakan segala sesuatu yang ingin disampaikannya. Dan juga memberi doa dengan harapan supaya, pamannya diberikan kemudahan dan pengampunan atas semua kesalahan yang dulu pernah dilakukannya. Baik pada Linda maupun pada orang lain di luar sana.
Setelah di rasa cukup, mereka bertiga keluar dari dalam menuju ke ruang tamu. Karena di sana sudah ada Erli yang sedang memakan beberapa bungkus makanan ringan, yang diambil dari toko bibinya.
Setelah berbincang-bincang sebentar, akhirnya Romi pamit pulang.
"Kami pamit dulu ya Bi. Maaf, jika kami tidak bisa ikut membantu merawat Paman. Yang sabar ya Bi," ujar Romi, disaat dia mau pamit.
Bibinya itu justru tampak berkaca-kaca, karena merasa sedih. Dia merasa telah merepotkan banyak hal pada keponakannya ini. Karena setiap bulannya, Romi masih mau memberikan biaya hidup untuk mereka dengan cukup.
Romi dan Della memeluk bibinya dengan berurai air mata. Mereka berdua benar-benar berterima kasih, karena bibinya itu masih mau merawat pamannya. Yang dalam keadaan seperti itu.
Linda juga akhirnya bisa mengatasi segala ketakutannya, dengan Pamannya Romi. Karena sejak tadi, dia tidak merasakan sakit kepala. Sama seperti dulu, di saat bertemu dengan pamannya Romi.
*****
Satu tahun kemudian.
Romi dan Linda, bersama dengan Erli juga, pulang ke kampung halaman lagi. Untuk menjenguk Della yang sudah melahirkan tiga bulan kemarin.
Mereka emang baru punya kesempatan untuk pulang sekalian menunggu liburan semesteran Erli. Apalagi, Linda juga dalam keadaan hamil muda, sehingga menunggu masa-masa ngidamnya di awal kehamilan itu selesai. Sehingga bisa aman untuk melakukan perjalanan jauh.
Mereka semua tentu sangat berbahagia dengan kehamilan Linda, untuk anak pertamanya Romi.
__ADS_1
Apalagi, Linda juga sudah bisa lepas dari rasa traumanya. Yang menghantuinya sejak masa kecilnya dulu.
Begitu juga dengan Danang, yang justru sudah diangkat menjadi asisten manajer di bagian umum. Tepat sebulan sebelum anaknya lahir.
Flashback pada kejadian pencurian di perusahaan.
Karena pencurian itu seperti ada yang aneh dan mengganjal, akhirnya pihak kepala keamanan melakukan penyelidikan. Karena apa yang dijadikan alasan dan bantahan Danang waktu itu, memang masuk akal.
Akhirnya, kepala keamanan itu menyusun tim khusus dari pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus ini. Dan setelah beberapa hari kemudian diketahui bahwa, pencurian itu memang dilakukan secara berkelompok dan bukan hanya satu atau dua orang saja.
Jadi pencurian ini bisa dikatakan sebagai pencurian berencana, karena memang sudah terorganisir.
Selain dari beberapa orang devisi umum anak buahnya danang, ada keterlibatan beberapa security, yang memang sudah mempunyai planning, bahwa pada malam itu mereka adalah yang bertugas di pos security. Dan ini ternyata dilakukan bukan hanya satu malam saja. Tapi selama tiga malam berturut-turut.
Yaitu pada akhir pekan. Jumat malam, sabtu malam dan minggu malam. Karena pada saat itu karyawan di pabrik semuanya libur. Sedangkan untuk pekerja siff malam yaitu Jumat malam, mereka tidak akan pernah memperhatikan apapun kejadian yang terjadi di luar gedung tempat mereka bekerja.
Sebab itulah, pencurian ini bisa dilakukan dengan baik.
Tapi ternyata, ini juga ada pihak yang mengontrol atau jadi juru kunci, yang membuat skenario pencurian ini berhasil.
Pencurian besar ini benar-benar sudah terencana dengan baik, dan ternyata ada pak Rudi dan pak komarudin yang ikut terseret kasus besar ini.
Mereka berdua bergabung bersama dengan para pencuri tersebut, dengan memberikan perencanaan yang detail. Sehingga mereka sekarang sudah di pecat secara tidak hormat.
Nama mereka di blacklist dari pusat, dan tidak bisa mendapatkan pekerjaan di manapun. Karena namanya sudah menjadi daftar hitam di setiap perusahaan.
TAMAT
*****
Hidup itu penuh dengan liku-liku dan berbagai rasa. Baik yang pahit, manis, asin dan asam.
Kita hanya bisa menjalaninya sebaik mungkin, apapun yang ada di dalam kehidupan kita. Dengan berani melakukan apa saja yang sedang menjadi jalan dan keputusan kita. Karena apapun yang akan terjadi nanti, itu juga adalah buah dari apa yang kita lakukan sebelumnya.
So... kisah Tante Melinda sampai di sini ya gaesss πππ Terima kasih atas semua dukungan untuk novel TK ini.
__ADS_1
Semoga bisa diambil pelajaran yang baik dan buanglah yang buruk πππ.
See you again ποΈποΈποΈ