
'Oh, dia memang sangat cantik. Sama seperti artis-artis luar negeri. Pantas saja dia jadi buah bibir di desa ini. Bahkan di luar desa, dia juga dikenal sebagai seorang gadis yang sangat cantik.'
Polisi, yang tadi penasaran dengan sosok Linda, berkata dalam hatinya sendiri. Dia benar-benar merasa kagum, dengan apa yang dia lihat saat ini.
"Hai. Cepat ajak kenalan. Keburu dia pulang, dan Kamu tidak akan punya kesempatan bagus, untuk bisa dekat dengan dia."
Teguran dari temannya, membuat polisi tersebut tersadar dari lamunannya tentang Linda.
Dia masih memperhatikan, bagaimana Linda yang sedang berbicara dengan para bapak-bapak, yang mencari perhatiannya Linda.
Padahal, bapak-bapak tersebut adalah tetangga Linda sendiri. Teman bapaknya Linda juga.
Bahkan, ada juga yang berusaha menggoda Linda, dengan sebuah pertanyaan, "Lin.. Kamu gak mau kawin-kawin. Sama pak lek saja ya? Hahaha..."
Linda hanya tersenyum, mendengar gurauan tetangganya yang biasa dia dengar itu.
Bapak dan ibunya Linda, juga menanggapi dengan biasa saja, karena hal seperti ini, sudah sering terjadi dan mereka dengar.
"Yu. itu anakmu, kalau gak mau kawin sama dia, ya sama Aku saja. Hehehe..."
Yang lain ikut menimpali, candaan temannya yang lain.
Dua polisi yang ada di pos ronda, hanya ikut-ikutan tersenyum, mendengar perkataan dan candaan para laki-laki, yang berusaha untuk mencari perhatian dengan cara menggoda Linda.
"Ayo Fer, buruan cari cara, yang bisa membuat Kamu berkenalan dengan Linda itu," ujar temannya Ferry.
Ferry, adalah polisi yang ikut berjaga, dengan statusnya yang masih sendiri, alias bujangan.
Sedangkan polisi yang satunya lagi, sudah berkeluarga, dan sudah memiliki dua anak juga.
Sebenarnya, ada beberapa anggota polisi yang lainnya juga, yang ikut berjaga di desa Linda ini.
Tapi, yang lain sedang berjaga-jaga di tempat lain, dan ada juga yang berkeliling sampai ke desa-desa sebelah, untuk melakukan penjaga keliling.
Dan saat ini, yang berada di pos ronda RT Linda, adalah polisi Ferry, dengan temannya itu.
Sekarang, Ferry sedang mencari cara, agar bisa berkenalan dengan Linda.
Tak lama kemudian, kebetulan Linda dan ibunya berpamitan untuk pulang kembali ke rumah.
Tapi, adiknya yang laki-laki, yang tadi di minta untuk menemani ke pos ronda, justru tidak mau pulang.
__ADS_1
Adiknya Linda, justru ingin tinggal terlebih dahulu di pos ronda, karena bisa ikut melihat pertandingan sepak bola, bersama dengan para bapak-bapak.
Karena di pos ronda RT Linda, ada televisi juga. Meskipun ukurannya hanya kecil.
Kesempatan ini tentu saja tidak di sia-siakan oleh polisi Ferry. Dia berpura-pura, menawarkan diri untuk menemani Linda dan ibunya pulang ke rumah.
Akhirnya, Linda dan ibunya benar-benar di antar oleh polisi Ferry, untuk pulang ke rumah, dengan alasan jika hari sudah sangat malam. Dan ada kemungkinan jika, ada pencuri yang sedang berkeliaran di sekeliling atau di jalan yang akan mereka lalui nanti.
Tentu saja, ini membuat ibunya Linda merasa sangat senang sekali. Karena ada seorang polisi, yang mau dengan suka rela mengantarkan mereka berdua pulang ke rumah.
"Wah, bakal calon mantu ini."
"Pak polisi ada maunya itu Lin."
"Ayo Pak, langsung di sah saja!"
"Wah, langsung kayaknya ini besok Lek. Langsung mantu!"
Beberapa orang, ikut berkomentar, saat polisi Ferry mengatakan maksudnya, untuk mengantarkan Linda dan ibunya pulang.
Tapi Linda hanya tersenyum saja, dan tidak mengatakan apa-apa, dengan semua komentar dan godaan tetangganya itu.
"Terima kasih lho Pak polisi. Sudah mau repot-repot, mengantar kami berdua," kata ibunya Linda, saat ada di perjalanan menuju ke rumah.
Tentu saja ini membuat ibunya Linda merasa senang. Karena di desanya, seorang polisi masih dianggap terhormat, dengan pekerjaannya.
Apalagi, pandangan tetangganya, pastinya akan berubah lebih baik, jika sampai polisi Ferry menjadi menantunya, suatu hari nanti.
Polisi Ferry, tersenyum mendengar perkataan ibunya Linda. Sedangkan Linda sendiri, sedari tadi lebih banyak diam saja, dan tidak ada yang dia tanyakan atau bicarakan dengan polisi tersebut.
"Oh iya Bu. Ini anaknya namanya siapa?" tanya polisi Ferry, yang bertanya pada Ibunya Linda.
Dia tidak bertanya langsung kepada Linda, karena Linda yang seakan-akan membuat jarak, dengan tidak ikut dalam perbincangannya dengan ibunya Linda sendiri.
"Lho itu tanya sama anaknya sendiri to Pak polisi. Ada dia di sini, masak tanya sama Ibu?"
"Hehehe... gak berani Bu. Takut!"
"Ah, takut apa? anaknya juga gak gigit kok," sahut ibunya Linda, dengan mengelengkan kepalanya beberapa kali.
Apalagi, ibunya itu juga melihat bagaimana dengan Linda sendiri, yang tetap diam dan bersikap seolah-olah tidak peduli dengan polisi Ferry yang baik hati.
__ADS_1
"Linda. Gak sopan Kamu abaikan Pak polisi ini," tegur ibunya, dengan mencubit lengan Linda.
"Apa Bu?" tanya Linda kaget.
Linda memang tidak memperhatikan keadaan sekitarnya, termasuk dengan polisi Ferry.
"Ini lho, Pak polisi di ajak ngobrol. Kok malah diam saja sedari tadi."
Tapi Linda hanya mengangguk dan tersenyum saja, tanpa ada keinginan untuk mengajak pak polisi tersebut, untuk berbincang-bincang dengannya.
Dia hanya berjalan di depan ibunya, yang beriringan dengan polisi Ferry di belakangnya sedari tadi.
Apalagi, Linda juga sedang banyak pikiran, karena kekasihnya, Romi, sudah beberapa hari ini tidak bisa dihubungi, sama seperti biasanya.
Dua hari yang lalu, Romi memang menelpon dirinya, dengan memberikan kabar jika, saat ini Romi sudah tidak lagi bekerja di tempatnya yang dulu.
Tapi Romi tidak mengatakan apa-apa, atau bilang jika dia pulang ke kampung.
Linda tidak menerima kabar dari kekasihnya itu lagi, setelah kabar terakhir yang dia terima.
"Lin," panggil ibunya, saat Linda sudah tiba di depan pintu rumah, dan akan membuka pintunya.
Linda menoleh, "Ya Bu, ada apa?" tanya Linda, dengan menghentikan kegiatannya untuk membuka pintu rumah.
"Ihsss Kamu ini. Itu Pak polisi mau kenalan sama Kamu," ujar ibunya, dengan mencubit lengan Linda lagi.
Linda akhirnya mengulurkan tangannya, untuk bersalaman dengan polisi Ferry.
"Linda."
Linda menyebutkan namanya sendiri, sebelum polisi Ferry bertanya kepada dirinya.
"Nama yang cantik. Sama seperti orangnya," ujar polisi Ferry, memuji Linda.
Tapi Linda hanya menanggapi dengan biasa saja, sama seperti jika ada pemuda yang menaruh perhatian terhadap dirinya.
Dan sebelum polisi Ferry melepaskan tangannya yang sedang bersalaman, Linda berusaha untuk melepaskan tangannya sendiri.
"Maaf, Linda masuk dulu. Sudah malam, dan Linda mengantuk. Besok juga masih harus pergi bekerja."
Linda pamit untuk masuk dan pergi tidur terlebih dahulu, tanpa menunggu polisi Ferry mengatakan sesuatu.
__ADS_1
"Maaf ya Pak polisi. Linda hanya sedang capek. Apalagi, dia memang harus kerja juga pada pagi hari."
Polisi Ferry, hanya mengangguk saja, kemudian segera pamit untuk kembali ke pos ronda.