Tante Melinda

Tante Melinda
Berpisah Lagi


__ADS_3

Ibu dan bapaknya Linda masih berada di rumah, untuk membantu Linda melakukan pekerjaan rumah, dan mengantar jemput Erli sekolah. Sebab Linda masih diminta untuk beristirahat, memulihkan kondisi kakinya yang baru saja menjalani operasi pengangkatan pen.


Meskipun menjalani perawatan pada kakinya, Linda masih bisa melakukan tugasnya sebagai seorang istri, jika suaminya sedang berada di dalam kamar. Jadi dia tidak perlu merasa khawatir, seandainya Romi meminta hak nya sebagai seorang suami.


Sama seperti malam ini di saat mereka sedang berbincang tentang dokter Khan An, yang tadi pagi bertemu. Di saat Linda kontrol pasca operasi di kakinya, ke rumah sakit.


Kebetulan, yang menangani Linda adalah dokter Khan An.


Romi bisa melihat, bagaimana tatapan dokter Khan An, yang tampak jelas jika mengagumi istrinya itu.


Jadi malam ini, Romi juga menyatakan bahwa dia merasa cemburu. Jika Linda berdekatan dengan dokter Khan An.


Tapi hal ini justru membuat Linda merasa aneh, karena suaminya itu selalu cemburu juga. Seandainya dia tampak dekat dengan laki-laki lain. Padahal itu karena sebatas profesi dokter Khan An, yang memang harus memberikan dia perawatan untuk kesehatannya juga.


Tapi Linda juga memaklumi, karena tentunya Romi memiliki ketakutan tersendiri. Seandainya istrinya itu pergi bersama dengan laki-laki lain.


Mungkin ketakutan Romi ini ada kaitannya dengan peristiwa pernikahannya dulu, yang dialami oleh Romi pada pernikahannya yang pertama. Karena pada akhirnya, pernikahan itu kanda, sebab istrinya pergi bersama dengan laki-laki lain.


"Mas, Linda senang sekali jika mas Romi bisa cemburu. Karena itu tandanya mas Romi memang benar-benar mencintai Linda. Tapi ada waktu dan batasan nya juga Mas."


Linda berusaha memberikan pengertian kepada suaminya, supaya bisa mengontrol perasaan cemburunya itu.


"Tapi Aku tetap tidak suka Dek."


Romi tidak mau tahu. Dia juga tidak ingin memberikan kebebasan kepada Linda, untuk berdekatan dengan laki-laki lain. Dia tidak mau kecolongan lagi untuk kedua kalinya.


"Pokoknya Aku tidak suka ya Dek, jika Kamu deket-deket dengan siapapun yang namanya laki-laki. Pokoknya Kamu itu cuma untuk Aku saja sekarang ini!"


"Iya-iya Mas. Linda cuma untuk mas Romi kok." Linda mengeratkan pelukan pada tubuh suaminya, bahkan dia juga memberikan sentuhan-sentuhan lembut pada bagian tertentu suaminya. Agar bisa membuat Romi merasa lebih tenang dan nyaman.


Tapi ternyata, sentuhan lembut itu justru membangkitkan hasrat Romi juga.


"Dek, pokoknya kamu harus bayar..." desis Romi menahan diri untuk tidak segera beraksi.


"Bayar apa lagi Mas," tanya Linda pura-pura tidak tahu. Karena dia sudah bisa melihat, bagaimana perubahan wajah suaminya itu.


Tapi romi tidak mau menahan diri lagi, untuk tidak segera menyentuh istrinya. Dia selalu tidak sabar, untuk bisa memberikan kepuasan untuk dirinya dan juga untuk Linda


Akhirnya, mereka melakukan kegiatan yang biasa dilakukan oleh suami istri, dengan lebih leluasa. Karena kaki Linda sudah bisa digerakkan lebih bebas, dibandingkan yang kemarin-kemarin.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian.


"Terima kasih ya Dek, Kamu adalah anugrah yang sangat besar dalam hidupku."


Romi mengucapkan terima kasih, setelah selesai melakukan kegiatannya bersama dengan Linda tadi.


"Sama-sama Mas. Kamu juga adalah laki-laki yang dikirim oleh Allah untukku. Menjadi penyelamatku, dan pelindungku. Terima kasih untuk semua cinta, yang sudah Kamu berikan padaku dan juga untuk Erli Mas."


Linda justru menangis, telah mengatakan semua itu. Tapi ini adalah tangisan bahagia, karena dia benar-benar merasa bahagia bersama dengan Romi. Yang sekarang ini sudah menjadi suaminya. Hal yang tidak pernah dibayangkan linda sebelumnya.


Romi memeluk tubuh istrinya itu dengan erat, supaya Linda tidak meneruskan kata-katanya lagi. Yang bisa membuatnya lebih bersedih lagi nantinya.


"Sudah Dek. Kita bisa bersatu seperti ini, sebagai suami istri, dengan segala lika-liku yang pernah kita alami sebelumnya. Ini adalah takdir dari Allah, jadi kita hanya patut untuk mensyukurinya saja."


Mereka berdua, saling mengucapkan syukur dengan berpelukan. Menyalurkan perasaan yang membuncah, dalam kebahagiaan yang mereka berdua rasakan sekarang ini.


*****


Setelah hampir dua minggu berada di kota besar, membantu anak dan cucunya. Ibu dan bapaknya Linda mau pulang kembali ke kampung halamannya.


"Gak di sini dulu Bu, Pak?" tanya Romi, yang mencoba menahan keinginan mertuanya itu.


Bapaknya Linda, mencoba memberi pengertian kepada menantunya. Karena sebenarnya, dia juga sudah tidak nyaman merepotkan anak menantunya ini, dengan keberadaan mereka berdua yang ikut tinggal di rumah ini selama dua minggu lebih.


Meskipun tidak ada keluhan sama sekali dari Romi, tapi tetep saja mereka merasa tidak nyaman. Apalagi sekarang ini, linda juga sudah bisa melakukan kegiatan sebagaimana orang sehat pada umumnya.


Erli, yang selama dua minggu lebih ditunggui kedua simbahnya, merasa sedih. Di saat kedua simbahnya itu pamit pulang.


"Hiks hiks hiks..."


Sedari tadi dia menangis tersedu-sedu, karena kedua simbahnya akan segera pulang lagi. Dan mereka akan lama tidak berjumpa.


"Sayang, Erli. Simbah pulang dulu ya! Erli tidak boleh cengeng, tidak boleh rewel, jadi harus anak yang pintar dan cantik. Jadi, nanti kalau hari lebaran atau ada liburan, Erli bisa pulang ke rumahnya simbah."


Simbah kakungnya, berusaha memberikan pengertian kepada cucunya itu. Sedangkan simbah putrinya, hanya bisa menahan air mata dan tangisannya. Supaya tidak pecah, dan menambah rasa sedih pada cucunya itu.


Setelah berpamitan pada Romi dan juga Linda, keduanya segera masuk ke dalam bus yang akan membawa mereka pulang pagi ini.


Mereka berdua, sengaja dibelikan tiket bus ada pagi hari. Sehingga tiba di kampung pada sore hari, supaya Danang dan Della, bisa menjemputnya keduanya sama-sama. Tanpa harus tergesa-gesa karena berburu dengan waktu di pagi hari.

__ADS_1


"Huwaaa..."


Tangis Erli pecah, disaat kedua simbahnya sudah naik ke dalam bus. Dengan melambaikan tangan kepadanya.


"Sayang, cuppp..."


Linda berusaha menenangkan anaknya, yang menangis sedih karena harus berpisah dengan kedua simbahnya lagi.


"Besok kalau ada liburan semester, kita bisa pulang kampung. Nanti Erli bisa kangen-kangenan sama simbah ya!"


Sekarang, Romi yang berusaha memberikan pengertian pada anaknya. Dengan janji yang pastinya disukai oleh Erli. Karena liburan semester, hanya tinggal dua bulan lagi.


"Bener ya Yah! Erli mau pulang kalau liburan semester. Erli mau ketemu sama om Danang, sama tante Della juga!"


Erli nampak bersemangat, setelah mendapatkan tawaran dari ayahnya itu.


Linda melihat ke arah suaminya, karena takut jika suatu saat nanti, pada waktu liburan, Erli akan menagihnya.


Tapi ternyata, Romi tersenyum melihatnya. Karena ini bukan hanya sebuah tawaran untuk menenangkan Erli saja. Tapi dia memang berencana untuk pulang, pada saat liburan semester. Untuk melihat keadaan adik dan juga pamannya.


"Ayok pulang!"


Romi mengajak istri dan anaknya untuk pulang, setelah Erli tidak lagi menangisi kepulangan kedua simbahnya.


Erli juga sudah tidak lagi menangis, dan bersemangat untuk kembali pulang. Dia menantikan hari libur semester, yang akan datang dua bulan lagi.


Linda hanya bisa tersenyum, melihat kelakuan anaknya dan juga sikap suaminya. Yang dia pikir tidak membedakan antara dirinya dengan anaknya.


"Mas. Terima kasih ya!" bisik Linda, saat punya kesempatan, untuk berdekatan dengan suaminya pada saat perjalanan pulang.


Romi hanya mengangguk saja, sambil mengedipkan matanya. Seakan-akan minta pada Linda supaya mau membayarnya, sama seperti yang biasa dilakukan.


"Hihihi..."


Linda justru tertawa kecil, sambil menutup mulutnya. Saat ingat dengan kelakuan suaminya itu. Yaitu, akan selalu meminta bayaran lebih dengan apa yang membuatnya bahagia. Begitu juga jika Romi berhasil membuat Erli juga merasa bahagia.


Padahal tanpa harus ada permintaan pun, Linda juga mau membayar, apa yang memang sudah menjadi kewajibannya sebagai seorang istri.


Tapi begitulah cara Romi, yang menurut Linda tetap saja membuatnya menarik karena unik.

__ADS_1


__ADS_2