Tante Melinda

Tante Melinda
Melamar Pekerjaan


__ADS_3

Linda berangkat ke perusahaan yang akan dia lamar, dengan mengunakan sepeda motor matic, milik suaminya.


Motor itu, adalah kendaraan satu-satunya, yang ada saat ini. Karena mobil sudah di jual, untuk biaya pelunasan utang di bank.


Dan pada saat akan mengajukan permohonan untuk pinjaman lagi, suaminya Linda mendapat kasus, hingga pencopotan jabatannya sebagai seorang polisi.


Karena sebab itu juga, permohonan untuk pinjaman di bank lagi, tidak bisa dilanjutkan dan diproses, karena jaminan jabatan polisi dan sertifikasi rumah, di tolak oleh pihak bank.


Jika ingin mengajukan pinjaman, harus mengunakan nama lainnya. Jadi Linda yang bisa dijadikan sebagai pihak peminjam.


Sayangnya, Linda tidak memiliki pendapatan sendiri. Dia juga tidak bekerja, sehingga tidak mungkin bisa melakukan pembayaran angsuran pinjaman.


Dan pada akhirnya, Ferry dan Linda memutuskan untuk tidak jadi melanjutkan proses pinjaman ke bank lagi.


Mereka berdua, hidup seadanya, mengandalkan sisa uang yang mereka miliki.


Tapi, lama kelamaan, uang yang mereka miliki juga habis. Dan tidak mungkin juga, jika harus menjadi beban bagi keluarga bapaknya Linda atau minta bantuan dari keluarga Ferry, yang ada di luar kota.


Tapi, dari pihak keluarga Ferry sendiri, mereka juga sudah mengirim uang, untuk modal usaha Ferry selanjutnya.


Dan Linda, tidak mau mengunakan uang tersebut, untuk keperluan sehari-hari. Apalagi suaminya itu belum memakainya untuk modal usaha.


Itulah sebabnya, Linda nekad minta ijin pada suaminya itu, untuk melamar pekerjaan. Selagi ada peluang kerja untuknya, di daerahnya, saat ini.


Tapi proses melamar pekerjaan yang dilakukan oleh Linda, juga tidak semudah yang dia bayangkan.


Apalagi dengan fisik Linda yang berbeda. Dia justru dibedakan karena dituduh sebagai mata-mata dari perusahaan lain, yang menjadi saingan perusahaan tersebut.


"Anda asli orang Indonesia?" tanya pihak HRD, untuk penerimaan karyawan baru.


"Ya Pak. Saya asli orang Indonesia. Bahkan, Saya juga orang asli daerah sini," jawab Linda, yang berusaha untuk menyakinkan orang tersebut.


Dengan mata menyelidik, orang tersebut meneliti Linda, dari atas ke bawah, dan dari bawah ke atas.


"Anda bukan mis atau nona kiriman?" tanya orang itu lagi.


"Mis? nona? Saya tidak paham dengan pertanyaan Anda Pak."


Sekarang, pihak penerima karyawan meneliti berkas lamaran yang diajukan oleh Linda.


Amplop coklat, yang berisi data-data Linda, dari foto copy KTP, KK dan ijazah yang dia gunakan untuk melamar pekerjaan, disesuaikan dengan teliti.

__ADS_1


Mungkin orang tersebut sedang mencari informasi, yang berbeda dari semua data yang ada, sehingga menguatkan kecurigaannya terhadap identitas Linda yang asli.


Tapi ternyata, orang tersebut tidak menemukan perbedaan antara berkas satu dengan berkas yang lain.


Semuanya sama persis. Jadi, kecurigaan orang tersebut tidak ada bukti.


Tapi sepertinya orang itu belum merasa puas. Dia meminta pada Linda untuk pulang, dan kembali besok pagi, dengan membawa berkas-berkas lamaran kerja yang asli.


Ini dilakukan oleh orang tersebut, untuk membuktikan bahwa, apa yang dibawa Linda hari ini bisa dipertanggungjawabkan. Karena ada yang asli, dan bukan hanya sekedar foto copy saja.


Berkas-berkas foto copy, bisa diedit sedemikian rupa, sehingga bisa digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, untuk melamar pekerjaan.


Karena banyak kasus, dimana seorang pelamar pekerjaan, mengunakan identitas dirinya, tapi tidak untuk keasliannya.


Misalnya, ijazah palsu atau surat-surat perlengkapannya, yang hanya aspal. Alias palsu.


Banyak jasa edit berkas palsu, yang saat ini mudah ditemukan.


Karena itu, pihak HRD bagian penerima karyawan baru, harus lebih waspada dan teliti, sebelum menerima karyawan.


Pihak perusahaan, tidak mau jika ada berkas-berkas yang aspal. Karena jika ada audit tahunan untuk karyawan, dan ditemukan adanya kecurangan tapi pihak HRD tidak tahu, maka legalitas perusahaan akan segera ditutup.


Karena itu, harus ada ketelitian, dalam perekrutan karyawan baru. Meskipun perusahaan ini baru dan membutuhkan banyak karyawan.


Tapi, pihak perusahaan, tetap saja melakukan semuanya, sesuai dengan aturan yang berlaku dan standar yang telah ditetapkan oleh pusat.


Karena jika ada klaim atau audit yang gagal, bukan hanya perusahaan yang tutup, tapi pihak pusat juga akan merugi. Karena kepercayaan konsumen luar negeri, ada pada kualitas terbaik. Dan itu juga di dukung dari kejujuran dan kualitas dari para karyawannya.


"Huh, ribet juga melamar pekerjaan di perusahaan multi internasional."


Linda mengerutu sendiri, saat menunju ke tempat parkir motornya.


Tapi, saat Linda baru saja akan memasukan kunci motornya, ada seseorang yang menepuk pundaknya.


Pluk!


Linda menoleh ke arah samping. Karena orang yang menepuk pundaknya, ada di sampingnya.


Linda memicingkan matanya, menatap ke arah orang tersebut. Dia merasa tidak mengenal siapa orang itu.


"Mau melamar pekerjaan kan? kok udah balik?" tanya orang tersebut, yang memang tidak Linda kenali.

__ADS_1


Linda hanya mengangguk saja, tanpa ada yang bisa dia katakan. Karena dia memang diminta untuk pulang terlebih dahulu, dan baru kembali besok pagi.


"Kenapa?" tanya orang itu lagi.


"Besok pagi di suruh balik. Mereka minta semuanya yang asli," jawab Linda, mengatakan alasannya. Kenapa dia harus pulang lebih awal, dan tidak bersama dengan para pelamar yang lain.


"Oh, memang mau melamar jadi apa?" tanya orang itu, ingin tahu apa yang diinginkan Linda, sebagai pekerjaan nanti.


"Ya apa aja sih Pak. Kan Saya juga belum ada pengalaman di perusahaan besar seperti ini."


Orang tersebut mengangguk-anggukkan kepalanya, mendengar penjelasan yang diberikan oleh Linda barusan.


"Kamu udah nikah?"


Linda mengangguk mengiyakan pertanyaan yang diajukan oleh orang tersebut.


Dan orang itu, kembali menganggukkan kepalanya. Tapi kemudian dia berkata, "Wah sayang sekali."


Sekarang, Linda yang merasa aneh, mendengar perkataan yang diucapkan oleh orang tersebut.


"Apa ada yang salah, dengan status Saya yang sudah menikah?"


"Apa harus masih lajang, untuk bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan ini?"


Linda mengajukan pertanyaan-pertanyaan, yang dia sendiri tidak ketahui. Karena pihak HRD tadi, tidak mengatakan apa-apa.


Mereka hanya meminta Linda untuk kembali besok pagi, dengan membawa berkas-berkas yang asli, untuk mencocokan berkas yang dia gunakan untuk melamar pekerjaan.


"Tidak ada yang salah satu status menikah. Tapi, jika belum menikah, mau Saya ajak nikah saja. Gak perlu kerja Kamu di sini."


Orang itu menuturkan bahwa, dia ingin menikahi Linda, seandainya saja Linda belum menikah.


"Hehehe... Anda kok aneh. Kenal saja tidak kok mau nikah," sahut Linda, dengan terkekeh.


Tentunya Linda merasa jika, orang tersebut hanya bercanda, dan bergurau dengan perkataannya tadi.


Dia tidak tahu jika, orang tersebut adalah petinggi perusahaan, yang tentunya, jabatannya lebih tinggi, dibandingkan dengan orang yang tadi menolaknya dan memintanya untuk kembali besok pagi.


Tapi Linda juga tidak tahu, jika orang tersebut, memang benar-benar tertarik dengannya.


Dan Linda tidak pernah tahu, jika petualang hidupnya, akan dimulai dari perusahaan, yang baru saja dia datangi ini.

__ADS_1


__ADS_2