Tante Melinda

Tante Melinda
Harus Tegas


__ADS_3

Kasus pak Rudi sudah berakhir, meskipun banyak di antara para karyawan yang masih membicarakan kasus tersebut.


Ada yang merasa kasihan sama korban ataupun merasa kasihan pada pak Rudi. Yang terkena masalah. Setidaknya itu menjadi pelajaran buat pak Rudi, agar berhati-hati dalam melakukan apapun. Termasuk memperlakukan bawahannya menjadi lebih baik lagi dari pada kemarin.


Linda juga sering ditanya oleh beberapa temannya, yang kenal dengannya. Dan tahu bahwa, dulunya dia pernah dekat dengan pak Rudi. Sehingga mereka memberikan pertanyaan, apakah semua itu memang benar, atau memang fitnah semata.


Tapi tentu saja Linda tidak pernah mau mengomentari dengan mengatakan apapun. Yang bersangkutan dengan pak Rudi, meskipun semuanya memang benar. Dia cukup diam dan bilang tidak tahu saja.


Pak Komarudin juga mulai menghubungi Linda lagi. Dia mulai mencari-cari alasan, agar Linda bisa dekat dengannya lagi, dengan sering datang ke gudang material untuk bertanya atau menanyakan bahan yang diperlukan di gedungnya.


Dia tidak meminta pada karyawan atau anak buahnya, untuk datang ke gudang material. Sama seperti biasanya. Tapi dia sendiri yang justru datang untuk urusan sepele seperti itu.


"Hai Linda, apa kabar? Kamu kok makin cantik aja sih Sayang. Udah lama kita gak bertemu juga ya!" Sapa pak Komarudin pada Linda, kemudian menyambungnya lagi dengan sebuah pertanyaan.


"Apakah Kamu sudah melupakan Aku?" tanya pak Komarudin dengan tersenyum manis.


"Maaf Pak, ini jam kerja. Saya harus bekerja dan bertugas sesuai dengan apa yang seharusnya," jawab Linda mengelak, agar pak Komarudin tidak melanjutkan apa yang ingin ditanyakan. Padahal itu tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.


Dalam hati pak Komarudin kesal. Dia merasa bahwa, Linda sudah berubah. Karena sudah tidak mau bersikap manis, sama seperti dulu.


Linda sudah berubah dan tidak sama seperti dulu lagi.


"Tapi Lin, Aku ingin kita bisa seperti dulu lagi. Bisa ya? setidaknya ketemu kapan gitu, gak sering-sering. Itu gak masalah bagiku. Tapi sekali-kali saja gak apa-apa lah. Kita bisa mengenang masa-masa lalu kita, atau Kamu mau mengajak siapa gitu... Boleh, boleh banget! kita bisa bareng-bareng deh nanti. Aku akan atur, supaya bisa ajak pak Rudi juga. Mau kan Kamu Lin?"


Pak Komarudin masih berusaha untuk menaklukkan hati Linda lagi. Apalagi dia juga punya keinginan untuk menjadi seorang yang penting bagi Linda, yang kecantikannya tidak bisa dia lihat dari cewek manapun.

__ADS_1


"Maaf Pak, Saya tidak bisa. Pak Komarudin sudah dengar kasus yang menimpa pak Rudi? jadi Linda mohon, jangan buat masalah lagi deh. Jika pak Komarudin mau aman, atau pak Komarudin mau menggantikan kasus pak Rudi, bisa lho! Bahkan Saya nanti yang melaporkan langsung," ujar Linda dengan mengancam pak Komarudin secara tidak langsung. Karena sebenarnya dia juga hanya menggertak saja.


Mendengar ancaman yang diberikan oleh Linda, membuat pak Komarudin terkejut. Dia tidak berharap dengan jawaban tersebut. Sebab dia ingin mendengar jawaban yang memberikan semangat dari Linda padanya.


Dia juga tidak pernah menyangka, jika Linda berani berkata kepadanya seperti itu.


"Kok jawaban kamu gitu sih Lin! Aku kan bicara baik-baik. Kenapa Kamu malah mengancam Aku? kalau gak mau ya sudah, gak papa. Tapi gak perlu mengancam juga. Dan Aku minta maaf untuk permintaanku yang tadi."


Pak Komarudin benar-benar tidak mengerti, mengapa Linda bisa berubah secepat itu.


"Iya maaf Pak. Saya hanya memperingatkan saja. Setidaknya hormati Saya, di jam kerja."


"Tapi kapan-kapan Kamu bisa kan Lin? Aku sangat berharap Kamu bisa. Aku kangen banget sama Kamu. Please ya, mau ya Lin!"


Tapi ternyata Linda sudah tidak mau. Dia sudah bertekad untuk tidak lagi dekat dengan mantan atasannya itu.


"Sepertinya kasus-kasus di pabrik ini mulai banyak diangkat ya Pak. Saya jadi pingin tenar juga, jika bapak tidak berhati-hati." ancam Linda, tanpa harus mengatakan apa yang seharusnya.


Itu hanyalah isyarat agar pak Komarudin segera meninggalkan tempatnya, dan menjauhi dirinya juga.


Dan ternyata pak Komarudin cukup peka, sehingga dengan cepat dia pun pamit untuk meninggalkan gudang material, dengan senyumannya yang canggung. Karena merasa kecewa sudah diabaikan oleh Linda.


Dalam hati pak Komarudin pun berkata, 'Aku harus memberitahukan ini pada pak Rudi. Dia juga harus mulai menjauhi Linda, jika tidak mau kasusnya terangkat lagi. Karena jika tidak matilah dia nanti.'


*****

__ADS_1


Di tempat yang lain Danang sedang bertemu dengan Della. Mereka berdua sedang membahas hubungan mereka, yang tidak diketahui oleh siapapun kecuali Romi.


"Maaf ya Kak. Kemarin Della terpaksa harus kasih tahu mas Romi. Maaf ya Kak."


Della meminta maaf pada Danang, karena melanggar kesepakatan mereka yang seharusnya tidak boleh memberitahukan hubungan mereka ini pada orang lain.


"Della terpaksa ngasih tahu Mas Romi. Soalnya mau sama siapa lagi Della bicara, kalau gak sama mas Romi. Hanya dia satu-satunya yang Della punya." lanjut Della yang merasa bersalah.


"Lalu bagaimana tanggapannya? apa dia merestui kita?" tanya Danang khawatir.


"Mas Romi sih oke-oke saja. Yang Della takutkan justru kedua orang tua Kak Danang, sama mbak Linda. Della gak tahu jika mereka nanti menolak Della, menjadi calon istrimu Kak. Della takut jika kejadian masa lalu mas Romi dan mbak Linda terjadi lagi sama kita," terang Della mengatakan ketakutannya.


"Gak. Gak kayak gitu. Maaf ya, jika dulu ibu atau bapakku bersikap tidak baik sama mas Romi. Semua itu adalah kesalahan terbesar, yang dilakukan oleh keluargaku. Terutama kakak dan ibuku. Aku minta maaf untuk semua itu. Sekali lagi maaf ya," ucap Danang yang merasa tidak enak hati, karena meminta pada Della untuk diam-diam menjalani hubungan mereka.


"Della hanya takut jika keluargamu menilai sama seperti menilai mas Romi. Secara, kami kan sudah tidak punya orang tua. Della juga cuma ada Mas Romi yang dulunya adalah mantan kekasih mbak Linda. Della takut jika mbak Linda tidak setuju, atau ibunya kak Danang yang enggak setuju."


Della tentu saja merasakan ketakutan karena masa lalu kakaknya, yang pernah menjalin hubungan dengan Linda.


"Ya-ya, Kakak mengerti. Maaf ya, Kakak akan mencoba bicara pelan-pelan pada mereka tentang hubungan kita ini. Kamu yang sabar dulu ya," pinta Danang hati-hati.


"Ya Kak. Della pasti sabar. Della akan mencoba untuk mendekati mbak Linda juga, agar dia bisa menerima Della sebagai adik iparnya besok. Hehehe..."


"Nah gitu dong..."


Danang mencubit hidung Della dengan gemas, karena dia tidak bisa melakukan apa-apa di tempat yang ramai seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2