
Danang merasa jengah, dengan perkataan Pamannya Della ini. Apalagi menyangkut kakaknya, Linda, yang baru saja menyandang status sebagai janda karena di tinggal mati.
"Maaf Paman. Danang mau mandi dulu," pamit Danang, tanpa menunggu persetujuan dari pamannya itu.
Dia juga tidak menjawab pertanyaan yang tadi diajukan oleh pamannya. Karena hal itu akan menambah waktu pamannya itu untuk terus berbicara.
Della juga membuang muka, saat mendengar perkataan yang diucapkan oleh pamannya sendiri.
"Paman! Paman sudah punya dua istri. Urus saja yang benar mereka berdua. Ada anak-anak juga Paman," terang Della memberikan nasehat.
"Heh bocah! Aku itu laki-laki sempurna. Udah ganteng, kaya lagi. Siapa yang tidak mengenalku? Siapa wanita yang tidak menginginkan Aku untuk menjadi suaminya? Dan Aku masih punya dua kuota untuk wanita yang akan menjadi istriku nanti."
Mendengar ocehan pamannya, Della hanya bisa geleng-geleng kepala. Karena dia memang tahu betul, jika Pamannya itu termasuk orang yang kaya dan sukses.
Jadi, di wilayahnya ini, pamannya itu adalah orang yang disegani oleh masyarakat sekitarnya.
Orang kaya dengan dua istri dan lima anak. Yang masing-masing diberikan rumah yang sangat besar dan juga uang belanja yang lebih dari cukup.
Itulah sebabnya, memang ada sebagian wanita yang menginginkan pamannya itu menjadi suaminya. Baik yang masih gadis, yang tentunya banyak punya pikiran matre, dan juga janda.
Tapi Della tidak rela, seandainya Linda menjadi istri dari pamannya.
Dia masih ingin melihat Linda bisa bersama kakaknya Romi. Meskipun sekarang dia sudah menjadi adik iparnya Linda, tapi dia ingin membahagiakan kakaknya juga, dengan menyatukan Romi, supaya mau menikah dengan kekasihnya yang dulu. Yang sekarang ini sudah menjadi janda.
Della sudah bertanya kepada beberapa pihak yang mengerti tentang hukum agama, seandainya Linda yang merupakan kakak iparnya Della sendiri. Kemudian Linda akan menikah dengan kakak kandungnya.
Menurut agama yang dia anut, yaitu Islam, hal itu diperbolehkan.
"Maaf ya Paman. Mbak Linda itu pacarnya mas Romi sejak masih sekolah dulu. Jadi, jika sekarang mas Romi mau balik lagi dengan mbak Linda, itu tidak akan ada salahnya. Jadi Della harap, Paman tidak menjadi penghalang kebahagiaan mas Romi."
"Apa?"
Pamannya itu justru kaget, saat mendengar penjelasan yang diberikan oleh Della.
"Tapi... kenapa Romi diam saja?" tanya pamannya lagi.
Sepertinya dia tidak percaya, dengan apa yang dikatakan oleh Della barusan.
"Serah Paman! Jika tidak percaya, tanya saja sama mas Romi."
Della sudah tidak punya kata-kata untuk memberikan nasihat lagi kepada Pamannya itu. Sehingga dia menggunakan alasan tentang kebenaran kakaknya dan Linda di masa lalu, agar pamannya itu mundur.
Tapi sepertinya pamannya itu tidak menyerah. Dia justru mengambil ponselnya, untuk menghubungi keponakannya. Yang sekarang ini sedang berada di kota besar.
Tut tut tut!
__ADS_1
Tut tut tut!
Della sudah merasa cemas, seandainya pamannya bertanya dan kakaknya tidak bisa memberikan jawaban, atau mengatakan tidak.
Pamannya itu pasti akan sangat marah kepadanya. Karena sudah berbohong kepadanya.
Hingga akhirnya, Della fokus pada panggilan telpon untuk kakaknya. Dengan perasaan was-was, Della berdoa, semoga kakaknya peka, dan memberikan jawaban yang membuat pamannya itu mundur dari niatannya untuk melamar Linda.
Dan ternyata Romi menerima panggilan telpon dari Pamannya.
..."Assalamualaikum Paman."...
..."Waallaikumsalam Rom. Bagaimana kabarmu di sana?"...
..."Baik Paman. Ada apa, tumben telpon Romi nih. Jadi curiga. Hehehe..."...
Sepertinya Romi sudah curiga dengan apa yang dilakukan oleh pamannya kali ini. Karena tidak biasanya, pamannya itu menghubungi secara langsung.
Biasanya, jika ada perlu, pamannya itu menghubungi dirinya dengan meminta bantuan Della.
..."Ah, kau bisa saja. Hahaha..."...
..."Ada apa Paman?"...
..."Oh iya Paman. Memang kenapa?"...
..."Emhhh... misal ini ya, misal lho! Paman mau jadikan dia istri bagaimana?"...
Di seberang sana, Romi terdiam mendengar pertanyaan yang diajukan oleh pamannya.
Dia sedang berpikir keras, mencari alasan agar pamannya itu melupakan niatannya, untuk bisa mendapatkan Linda sebagai istri ketiganya.
..."Paman. Apa paman tidak ingin melihat Romi bahagia?"...
..."Maksudnya?"...
..."Jika Linda sudah selesai masa iddah, dan sehat. Romi ingin melamar dan menjadikan dirinya sebagai istri."...
Masa Iddah di dalam agama Islam adalah waktu di mana seorang perempuan yang telah bercerai dengan suaminya, baik cerai karena suaminya mati atau karena cerai ketika suaminya masih hidup, untuk menunggu dan menahan diri dari menikahi laki-laki lain. Tujuannya adalah untuk menjaga hubungan darah suaminya. Jika ada janin yang ternyata tumbuh di dalam perut janda tersebut.
..."Oh begitu ya... Tapi Paman masih ingin dia jadi istrinya Paman. Jadi, Paman akan melamarnya terlebih dahulu, sebelum Kamu datang. Hahaha..."...
..."Paman apa-apaan ini!"...
Klik!
__ADS_1
Pamannya itu justru memutuskan hubungan telpon secara sepihak, setelah selesai menabuh genderang persaingan dengan Romi. Yang merupakan keponakannya sendiri.
Della melengos, melihat pamannya yang tersenyum puas, setelah menutup panggilan teleponnya dengan Romi.
"Paman pergi dulu. Assalamualaikum..."
"Hhh... waallaikumsalam."
Della hanya bisa menghela nafas panjang, sambil menjawab salam pamannya.
Tapi dia bersyukur, karena ternyata kakaknya cukup peka, dengan memberikan jawaban yang hampir sama dengan jawaban yang tadi dia katakan kepada pamannya juga.
Setelah Pamannya pergi, Della seperti menghubungi kakaknya.
Tut tut tut!
..."Ya Del, assalamualaikum..."...
..."Waallaikumsalam Mas. Paman sudah keterlaluan Mas!"...
..."Apa tadi dua datang ke rumah?"...
..."Iya. Bahkan dia juga bertanya pada mas Danang mas soal yang sama."...
Akhirnya Della menceritakan tentang pamannya, dan juga alasan yang dia berikan. Sehingga pamannya itu tidak merasa puas, kemudian langsung menghubungi Romi secara langsung.
..."Oh... untung kakak tadi memberikan jawaban yang sama dengan yang Kamu memberikan ya Del."...
..."Iya Mas. Aku sempat khawatir tadi, jika Mas tidak peka. Kemudian memberikan jawaban yang membuat paman semakin nekad."...
..."Tapi dia tadi..."...
..."Gak apa-apa Mas. Biar Della yang mencoba bicara dengan mbak Linda nanti."...
..."Hhh.... baiklah. Mas akan coba bicara dengan Linda juga nantinya."...
..."Lho, Mas Romi kan ada di kota besar, kapan bisa bicara dengan mbak Linda?"...
..."Aku lupa Del, jika sekarang Linda itu udah selesai masa iddah nya. Kan Aku bilang sama Paman, jika Aku akan melamar Linda selesai dia masa Iddah nya."...
Ternyata, perkataan yang diucapkan oleh Romi pada pamannya akan segera dia laksanakan.
Dia tidak ingin melihat pamannya itu memaksakan kehendaknya pada Linda nanti.
Della hanya bisa mendukung kakaknya itu, untuk bisa mendapatkan hatinya Linda lagi. Karena dia juga tidak setuju, jika Pamannya itu akan menjadikan Linda sebagai istri ketiganya.
__ADS_1