
^^^"Maaf mbak Nana. Apa maksud dari kabar baik yang mau mbak Nana sampaikan? Aku pun jadi penasaran dan ingin tahu, apa kabar baik yang akan mbak Nana sampaikan?"^^^
Ternyata Linda membalas pesan yang disampaikan oleh mbak Nana ke nomor handphone milik suaminya.
Dia merasa penasaran dan ingin tahu, apa kabar baik yang ingin disampaikan wanita selingkuhan suaminya. Padahal jelas-jelas sedang dalam keadaan seperti ini, tapi masih berani menulis pesan yang begitu banyaknya.
Tak menunggu lama, mbak Nana pun membalas pesan yang tadi dikirim Linda.
^^^"Mas Ferry tahu? Aku... Aku benar-benar merasa sangat bahagia Mas. Karena akhirnya mas Ferry membalas pesan dariku. Aku bahkan ingin melompat-lompat. Jika tidak ingat dengan..."^^^
Linda mengerutkan keningnya, melihat pesan tersebut. Karena sepertinya mbak Nana sengaja mengantungkan kalimatnya, supaya Ferry segera membalasnya.
Sekarang, Linda jadi ingin mengerjai wanita itu. Karena dia merasa sangat yakin, jika mbak Nana tidak mau cepat-cepat mengakhiri pembicaraan mereka, meskipun hanya lewat pesan singkat saja.
^^^"Maaf mbak Nana. Aku tidak bisa pegang handphone lama-lama. Ini karena istriku sedang tidur. Aku bisa dengan diam-diam mengambil handphone yang tadi dia sita. Aku akan segera menghapus pesan ini dan mengembalikan ke tempat semula. Jika tidak ada yang penting, jangan balas."^^^
Linda sengaja menunggu beberapa menit saja, untuk memberikan waktu pada mbak Nana membalas pesannya.
^^^"Mas, jangan dulu. Hiks... sebenarnya Aku ingin langsung menelpon Mas. Tapi sepertinya keadaan ini tidak mendukung. Jadi... Aku akan memberitahu lewat pesan. Tapi mas Ferry jangan marah ya..." ( emoji dua tangan memohon)^^^
^^^"Apa?"^^^
^^^"Aku... Aku hamil Mas." ( emoji tanda cinta dan kecupan )^^^
^^^"Maksud Mbak Nana... mbak hamil anaknya mas Ferry?"^^^
^^^"Maksudnya anakku?"^^^
Linda buru-buru meralat pesan yang dia kirim, agar mbak Nana tidak curiga. Jika yang sedari tadi membalas pesan tersebut adalah dirinya, dan bukan Ferry sendiri.
^^^"Iya Mas. Akhirnya apa yang Aku inginkan terwujud Mas. Terima kasih mas Ferry." ( Emoji love banyak )^^^
Linda menahan nafas, pada saat membaca pesan tersebut. Dia tidak percaya begitu saja, dengan apa yang dia ketahui saat ini.
"Apa maksudnya Mbak Nana ini? Kenapa dia tidak ada takutnya, jika sampai ketahuan sama suaminya?"
Pertanyaan demi pertanyaan, muncul dibenaknya Linda. Dengan apa yang terjadi pada mbak Nana dan juga Ferry. Suaminya sendiri.
Dia tidak habis pikir, dengan niat dan pikiran wanita itu. Bahkan sepertinya mbak Nana tidak ada rasa cemas atau takut sama sekali. Seandainya semua yang sudah dia lakukan bersama dengan Ferry, di ketahui oleh suaminya mbak Nana sendiri.
__ADS_1
"Apa sih sebenarnya yang mereka rencanakan ini?" tanya Linda lagi, yang tentu saja tidak ada yang bisa membantunya untuk memberikan penjelasan.
Dan dengan hati yang di kuat-kuat kan, akhirnya Linda kembali membalas pesan dari mbak Nana tadi.
^^^"Maksud Mbak Nana bagaimana? Bagaimana jika suaminya Mbak Nana tahu? Aku tidak bisa berbuat apa-apa lho Mbak!"^^^
Linda berusaha untuk menguatkan hatinya, untuk menerima jawaban selanjutnya. Mungkin dengan begini, dia bisa mengambil sikap. Untuk hubungannya dengan Ferry kedepannya nanti.
^^^"Maaf Mas. Selama ini Aku tidak bicara terus terang pada mas Ferry. Aku... Aku sebenarnya ingin punya anak dari mas Ferry."^^^
Jegeeerrr!
Linda sangat terkejut dengan jawaban pesan terakhir mbak Nana barusan.
"Ingin punya anak dari mas Ferry? Apa maksudnya? Kenapa seperti sebuah misteri? Dan mas Ferry tidak tahu, jika mbak Nana itu tidak pernah pakai pengaman juga selama ini."
Selain rasa terkejut yang dialami oleh Linda sekarang, dia juga mempertanyakan tentang keinginan mbak Nana. Kenapa seorang istri justru ingin punya anak dari laki-laki lain, dan bukan dari suaminya sendiri.
"Ini sepertinya mas Ferry tidak tahu apa-apa. Bagaimana ini? Apa mas Ferry perlu tahu, atau tidak udah dikasih tahu ya?"
Ting!
Notifikasi pesan terdengar lagi. Sepertinya mbak Nana tidak sabar menunggu pesan balasan darinya.
Linda mengelengkan kepalanya beberapa kali, membaca pesan yang disampaikan oleh mbak Nana.
^^^"Mas Ferry sudah tidur ya? Maaf ya Mas, sebaiknya Mas cepat hapus pesan-pesan ini. Nanti istrinya Mas tambah marah dan tidak bisa memaafkan mas Ferry."^^^
^^^"Sudah dulu ya Mas. Aku juga mau istirahat. Besok-besok Aku kabari lagi. Love-love mas Ferry..." ( Emoji kecupan dengan jumlah yang sangat banyak )^^^
"Hum... ada ya orang macam begini?"
Linda tidak pernah habis pikir, bagaimana bisa kelakuan mbak Nana.
"Kenapa dia tidak merasa takut sama sekali, jika suaminya akan curiga dan marah padanya. Bahkan bisa jadi, dia akan diceraikan juga."
"Ck! Ada-ada saja mbak Nana ini. Dia begitu santai, dan berpikir jika tadi yang membalas pesan-pesan tersebut adalah mas Ferry. Dai benar-benar tidak peka."
Dengan sangat terpaksa, Linda kembali menonaktifkan ponsel milik Ferry. Supaya mbak Nana tidak lagi mengirim pesan.
__ADS_1
Setelah menyimpannya, Linda membaringkan tubuhnya di samping anaknya.
"Erli. Apa yang harus Mama lakukan Nak?" tanya Linda pada Erli, yang sebenarnya sedang tertidur pulas sedari tadi.
*****
"Papa... Papa!"
"Anak siapa ini?"
Ferry bingung dengan panggilan seorang anak laki-laki, yang tidak dia kenali.
"Papa... Papa..."
Anak kecil tersebut kembali memanggilnya. Padahal disekitarnya tidak ada laki-laki dewasa lain, yang pantas dipanggil dengan sebutan papa.
"Papa, Aku anakmu Pa!"
Ferry mengerutkan keningnya, mendengar perkataan anak kecil tersebut. Karena selama ini, dia belum punya anak laki-laki. Dan hanya ada Erli, yang menjadi anak satu-satunya saat ini.
"Anak? Aku tidak punya anak laki-laki. Kamu anaknya siapa?"
"Hiks... Papa jahat! Papa tidak mau mengakui Aku sebagai anaknya Papa!"
"Tapi Aku memang tidak punya anak laki-laki."
Ferry tetap kekeh. Karena memang dia tidak punya anak laki-laki. Dan hanya ada Erli, yang saat ini ada di rumah simbahnya. Bersama dengan Linda istrinya.
"Aku anaknya Papa!"
"Hah! Hehhhh..."
"Hoshhh... hoshhh..."
Ferry terbangun dari tidurnya, dan mengucek matanya dengan cepat. Supaya dia juga cepat sadar, jika tadi hanya sebuah mimpi.
"Huhfff... Ternyata cuma mimpi. Tapi... kenal sangat jelas ya? sepertu nyata."
"Apa Linda sedang hamil dan dia masih merahasiakan hal ini diriku?"
__ADS_1
Ferry pun akhirnya tersenyum sendiri, saat membayangkan mimpinya tadi. Dia berpikir bahwa, saat ini istrinya sedang hamil. Dan anaknya nanti berjenis kelamin laki-laki.
"Aku akan sangat bahagia, jika mimpi tadi benar adanya." Doa Ferry, yang berharap agar Linda dalam keadaan hamil. Sehingga tidak bisa menuntut cerai darinya.