Tante Melinda

Tante Melinda
Kembang Desa


__ADS_3

Di tempat tinggalnya, yang adalah kembang desa.


Kecantikan yang dimiliki oleh Linda, tentunya ketahui dan menjadi buah bibir di masyarakat dan orang-orang sekitar.


Dan ini menjadikan Linda seperti seorang artis desa, yang dikenal banyak orang.


Tentu saja, ada banyak juga yang merasa penasaran, jika mereka bukanlah orang-orang yang dari desanya Linda sendiri.


Perbedaan fisik dan wajahnya, membuat Linda begitu mudah untuk dikenali. Ini karena di desanya, Linda adalah satu-satunya orang, yang tampak jelas perbedaannya.


Itulah sebabnya, banyak pemuda yang menaruh hati padanya. Bahkan, anak dan keponakannya pak lurah, juga sering datang ke rumah Linda, hanya sekedar untuk berbincang-bincang atau bercanda dengan yang lain.


Karena rumahnya Linda, akan selalu tampak ramai, dikunjungi oleh para pemuda, baik yang memang menjadi temannya Linda sendiri, atau teman dari adiknya yang cowok.


Sayangnya, Linda bukanlah cewek yang mudah bergaul dan tebar pesona.


Linda lebih banyak diam di dalam kamar, karena ada rasa takut di dalam hatinya sendiri, dengan apa yang dulu pernah dia alami.


Apalagi sekarang ini, dia sudah memiliki seorang pacar, meskipun pacarnya itu sedang ada di kota besar, dan jarang pulang.


Karena itu juga, banyak pemuda yang nekad datang, untuk memintanya menjadi pacar. Bahkan ada juga yang langsung melamarnya.


Tapi tentu saja Linda menolaknya. Dia tidak mau mengkhianati pacarnya, Romi, yang dia cintai.


Dan pada akhirnya, kisah cinta Linda dengan Romi, cepat tersebar, dan menjadikan banyak pemuda yang menaruh hati padanya, menjadi tidak lagi bersemangat untuk datang ke rumahnya.


Ada juga yang langsung ngambek, dan tidak pernah mau menegurnya lagi, jika secara kebetulan bertemu di jalan.


Linda tentu merasa aneh, dengan sikap mereka semua.


Ini karena Linda memang tidak pernah membalas perhatian khusus dari mereka, dan Linda juga selalu berterus terang, jika dia sudah memiliki seorang pacar, pada saat ada seseorang, yang ingin menjadikan dirinya sebagai seorang istri atau pacar.


Romi juga sering pulang ke kampung, saat tidak ada banyak pekerjaan yang harus dia lakukan di kota besar.


Kadang-kadang, Romi juga mengirimkan beberapa barang, untuk Linda. Dan barang-barang tersebut, dititipkan Romi pada adiknya, yang satu sekolah dengan adiknya Linda.


Dengan semua yang berikan Romi untuknya, Linda jadi semakin cantik, saat menggunakan pakaian-pakaian, yang diberikan Romi dari kota.

__ADS_1


Kecantikan Linda, jadi semakin banyak orang yang mengaguminya. Termasuk salah satu polisi, yang ikut bertugas sebagai pendamping jaga, di desa tempat Linda tinggal.


Kasus-kasus yang terjadi di desa Linda, akibat pencurian, membuat beberapa polisi juga bisa melihat keberadaan Linda.


"Di desa pak lurah, ada bule-nya juga ya?Warga negara asing begitu maksudnya pak," tanya salah satu polisi, saat berbincang dengan pak lurah.


"Warga asing? tidak ada. Semua orang, warga di desa ini adalah asli orang Indonesia."


Tentu saja, jawaban yang diberikan oleh pak lurah, tidak dipercaya begitu saja oleh pak polisi.


Pak polisi tersebut, pernah melihat Linda, saat berjalan menuju ke rumah, pada waktu sore hari.


Pada saat itu, Linda baru saja datang dari arah jalan. Itu karena Linda baru saja pulang dari tempatnya bekerja. Di gudang kayu, yang ada di dekat pasar kecamatan.


"Ada seorang cewek, yang pernah saya lihat Pak Lurah. Dan dia itu bule, yang sangat cantik."


Perkataan yang diucapkan oleh pak polisi tersebut, membuat Pak Lurah tersenyum.


Sekarang dia tahu, jika yang dimaksud oleh pak polisi itu adalah Linda. Warga desanya, yang memang berbeda sendiri, dibandingkan dengan warga desa lainnya.


Karena banyak kasus, dimana seorang buronan negara, akan bersembunyi di desa-desa, yang jauh dari keramaian kota.


"Dia bukan warga asing, atau bule pak polisi. Dia itu warga desa asli sini juga. Namanya Linda."


Pak Lurah, menjelaskan pada pak polisi, jika cewek yang pernah dia lihat itu adalah warga desanya sendiri, yang dia kenal juga sedari kecil.


Bahkan, pada saat Linda lahir, di rumah orang tuanya Linda, jadi ramai, karena banyak sekali orang-orang yang datang, untuk menjenguk dan melihat keadaan anaknya yang baru saja lahir.


Yaitu keadaan bayi, Linda, yang sama seperti orang luar negeri, alias bule.


"Apa ibunya pernah bekerja di luar negeri Pak?" tanya polisi itu lagi, karena merasa penasaran, dengan sosok Linda.


"Tidak juga. Ibunya Linda bekerja di sawah. Dia hanya membantu beberapa tetangga, jika ada yang memerlukan tenaganya."


Polisi tersebut mengangguk paham, dengan apa yang dijelaskan oleh pak lurah.


Dia jadi semakin tertarik dengan sosok Linda yang berbeda itu.

__ADS_1


Setelah mengetahui beberapa hal tentang Linda, polisi tersebut, mengajak temannya yang lain, untuk bisa datang berkunjung ke RT, di man Linda tinggal.


Dengan alasan menjadi pendamping laki-laki yang sedang melakukan ronda malam, polisi tersebut menuggu kedatangan Linda, yang dia juga tahu, jika bapaknya Linda, saat ini ikut berjaga malam juga.


Dua orang polisi itu, dengan ramah ikut berbincang-bincang, dengan warga RT Linda, yang sedang melakukan ronda.


Pada waktunya keliling sekitar RT, dua polisi tersebut juga ikut berkeliling.


Mereka berdua, bersama dengan beberapa warga yang berjaga, tetap waspada, dengan adanya sesuatu yang membuat mereka curiga.


Pelaku pencurian, belum ditemukan hingga saat ini.


Padahal, kejadian pencurian sudah terjadi, selama dua minggu kemarin.


"Waktunya istirahat sejenak ya Pak Bapak," ucap salah satu polisi, di saat mereka sudah kembali datang ke pos ronda.


Tak lama kemudian, di saat mereka sedang beristirahat, Linda datang bersama dengan ibunya, ditemani juga sama adiknya Linda.


Mereka datang bertiga karena, ibunya Linda takut, jika terjadi sesuatu pad saat dia dan Linda berjalan di waktu malam. Meskipun itu hanya pergi ke pos ronda, untuk mengirimkan makanan dan minuman, untuk teman mereka semua berjaga-jaga.


Malam ini juga, untuk pertama kalinya, polisi tersebut, melihat keberadaan Linda, secara langsung dan jelas.


Tentu saja, polisi-polisi itu, sangat tertarik dengan sosok Linda, yang memang sudah terkenal sebagai kembang desa.


'Wah, memang cantik sekali,' kata salah satu polisi tersebut, di dalam hatinya.


Dia benar-benar mengangumi sosok Linda, yang baru saja dia temui untuk pertama kalinya.


Polisi tersebut, merasa jatuh cinta pada pandangan pertama.


Dia tidak bisa mengalihkan pandangannya, dari tempat Linda berada saat ini. Yaitu berdiri di antara ibu dan adiknya.


"Hai! Jangan dilihatin saja. Ajak kenalan sana," tegur temannya, yang membuat polisi tersebut terkejut dan sadar dari lamunannya tentang Linda.


"Eh, bikin kaget saja sih Bos!"


Polisi tersebut justru mengerutu dengan kesal, karena merasa terganggu dengan khayalannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2