Tante Melinda

Tante Melinda
Tamu Dan Tuan Rumah


__ADS_3

Kebersamaan, kerjasama, rasa saling membutuhkan, rasa saling melengkapi. Kadang akan hancur karena adanya salah paham.


Begitulah manusia pada umumnya, apalagi jika ada rasa persaingan, rasa cemburu, dan juga iri. Semua akan menghancurkan perasaan yang dulu terjalin.


Apakah waktu tidak mengajarkan, jika kebosanan selama ini, akan mengajak pada perubahan. Tergantung kemana arahnya, kita sendiri yang akan menentukan pilihannya.


Sama halnya dengan keluarga Romi dan Linda, yang baru saja mereka berdua jalani.


Semua tidak akan berjalan mulus, dan rata, sebagaimana yang dibayangkan.


Permasalahan akan datang sendiri, silih berganti. Tanpa harus memberikan undangan, atau mendapatkan undangan. Karena permasalahan hidup, akan selalu ada seiring waktu berjalannya waktu yang kita jalani juga.


Dan apa yang dikhawatirkan oleh Pak haji kemarin itu, akhirnya benar-benar terjadi. Pada siang hari ini, di saat Linda baru saja pulang menjemput Erli dari sekolah.


Tok tok tok!


Tok tok tok!


"Assalamualaikum..."


"Mas Romi! Buka pintunya!"


Tok tok tok!


"Mas... assalamualaikum..."


Linda yang sedang berada di dapur, sedang memasak untuk Erli dan Romi untuk makan siang nanti, cukup terkejut dengan kedatangan tamu, yang mengetuk-ngetuk pintu dengan tidak sabar, sambil memanggil-manggil nama suaminya. Bergegas menuju ke arah pintu rumah.


Clek!


"Waallaikumsalam..."


Linda mengerutkan keningnya, pada saat melihat keberadaan seorang wanita yang cukup cantik, di depan rumahnya. Apalagi wanita tersebut melihatnya dengan tatapan mata yang tajam.


"Kamu siapa?" tanya wanita tersebut pada Linda, yang merupakan tuan rumah di sini.


"Ak..."


"Di mana suamiku? Kenapa Kamu ada di dalam rumahku, di saat tidak ada orang?"


Wanita tersebut justru memotong kalimat Linda yang belum selesai, dengan marah-marah juga. Karena merasa bahwa Linda sudah lancang, dengan masuk ke dalam rumahnya, pada saat tidak ada orang.


Linda yang masih dalam keadaan bingung, kembali terkejut dengan kedatangan seorang wanita yang usianya lebih tua, sambil meminta maaf kepada dirinya.


"Maaf neng, maaf!"

__ADS_1


"Dia itu..."


Wanita yang lebih tua itu, belum menyelesaikan kalimatnya, pada saat wanita cantik tadi masuk dengan paksa ke dalam rumah.


"Minggir! Aku mau masuk ke rumahku!"


"Ehhh... Mpok, aduh Neng! Ehhh... gimana sih ini?" wanita yang lebih tua, bingung sendiri. Karena tidak bisa mengatasi keadaan yang ada saat ini.


Dan Linda, yang belum sadar dengan apa yang sebenarnya dialaminya ini, hanya bisa diam dan memperhatikan kedua wanita tersebut. Sambil berusaha untuk memahami, apa yang sebenarnya terjadi.


Akhirnya, di saat wanita cantik tersebut memanggil-manggil nama Romi, sambil meminta maaf dan berkata, jika dia masih sayang dengan Romi, membuat Linda akhirnya paham, jika bisa pastikan bahwa, wanita disebut adalah mantan istri suaminya.


"Dia kan amnesia, jadi dia tidak ingat jika sudah berpisah dengan mas Romi. Tapi, apa tidak ada yang menjaga di rumahnya? bukankah hal ini sangat berbahaya? Bisa terjadi kecelakaan lagi waktu berada di jalan tadi. Lalu, siapa yang lebih tua itu? tidak mungkin ibunya kan?"


Linda bergumam sendiri, menilai dan memastikan, apa dan bagaimana yang sebenarnya terjadi pada dua wanita tersebut.


Tapi Linda yang belum bisa bergerak dengan bebas, juga tidak bisa mencegah wanita cantik tersebut masuk kedalam kamarnya. Dan tak lama kemudian...


"Mas Romi! Siapa foto wanita itu? Kenapa Kamu ganti semua foto yang ada disini? ke mana fotoku mas Romi? huhuhu..."


Wanita yang lebih tua, akhirnya bicara dengan Linda. Jika wanita cantik tersebut adalah majikan mudanya, yang sedang mengalami amnesia dan sepertinya mulai terganggu dengan kondisi kejiwaannya. Semua itu akibat tekanan-tekanan yang ada pada dirinya sendiri. Dengan semua yang sudah dialaminya.


Linda, biarkan wanita cantik tersebut melakukan apa saja yang diinginkannya. Dan Linda kembali ke dapur, untuk melanjutkan kegiatannya memasak.


Tapi dia juga mau menghubungi suaminya, Romi. Untuk memberitahukan situasi yang ada di rumah saat ini.


Tut tut tut!


Tut tut tut!


..."Waallaikumsalam Mas. Mas Romi sedang sibuk gak?" ...


..."Ada apa Dek?" ...


Romi menangkap sesuatu yang terjadi pada istrinya, karena mendengar suara Linda, yang sepertinya sedang dalam keadaan panik dan bingung.


..."Itu Mas, emhhh... ada, ada mantan istrinya Mas Romi di rumah. Dia..."...


..."Hahhh! Dia di rumah? Apa yang sudah dia lakukan padamu? Apa dia ngamuk? Mas pulang sekarang. Kamu tenang ya!" ...


Klik!


Romi justru merasa sangat panik, pada saat mendengar berita yang disampaikan oleh Linda, yang mengatakan bahwa, mantan istrinya sedang berada di rumahnya saat ini.


Tentu saja Romi merasa khawatir, karena mantan istrinya itu suka berlaku kasar dan semaunya. dan akan mengamuk jika kemauannya tidak dituruti.

__ADS_1


Itulah sebabnya, Romi langsung mengatakan jika dia akan segera pulang. Bahkan Romi sampai lupa mengucapkan salam, pada saat panggilan telpon dia tutup.


Linda hanya bisa menghela nafas panjang, pada saat mendengar suara suaminya yang sedang panik dan khawatir, dengan keadaannya yang sedang sendirian di rumah.


Sekarang, Linda membuatkan minuman untuk kedua tamunya. Meskipun yang satunya, mantan istrinya Romi, merasa bahwa dialah tuan rumah yang sebenarnya.


"Semoga saja dia tidak ngotot untuk bisa berada di rumah ini lagi. Aku sebenarnya tidak tega melihat keadaannya. Tapi jika dibiarkan, dia justru semakin melupakan kebenaran, bahwa dia sudah menjadi mantan, bukan lagi menjadi istrinya mas Romi."


Sayangnya, gumamam Linda yang sedang membuatkan minuman di dapur, di dengar oleh wanita cantik tersebut.


Linda tidak sadar, pada saat wanita tersebut sudah masuk ke dapur, dan melihat dirinya yang sedang bergumam seorang diri.


"Apa Kamu bilang? Coba lebih keras, biar Aku bisa mendengarnya!"


Di belakangnya, wanita setelah baya, yang merupakan pengasuh wanita tersebut, hanya bisa meringis saja. Karena merasa bersalah atas perbuatan majikannya itu.


Mata wanita tersebut masih tajam melihat ke arah Linda, yang hanya bisa diam tanpa bicara apa-apa.


"Ngomong apa tadi Kamu? Oh iya, apa Kamu pembantu baru di rumah ini? Aku belum pernah melihatmu, padahal mas Romi dulunya mau mencarikan Aku pembantu. Apa mungkin ini kejutan yang dia lakukan untukku? Ahhh, so sweet banget sih mas Romi..."


Linda hanya meringis saja, mendengar semua ocehan wanita tersebut.


"Mas Romi tadi pamitnya pergi ke mana? Apa boleh Aku menyusulnya?"


Dalam hatinya Linda sekarang berkata bahwa, 'Sepertinya, mantan istrinya mas Romi sedang mengalami gangguan kejiwaan. Karena tekanan atau rasa bersalah yang dia rasakan, sebab sudah meninggalkan mas Romi pada waktu itu. Kasihan sekali.'


Linda benar-benar merasa kasihan pada mantan istri suaminya ini.


"Silahkan di minum dulu Mbak," tawar Linda, dengan memberikan segelas teh hangat untuk wanita tersebut.


Dan ternyata, wanita itu mau menerima gelas teh hangat, yang diberikan oleh linda untuk dirinya.


"Terima kasih," ucap wanitanya itu sopan.


Linda membalas ucapan terima kasih tersebut dengan menganggukkan kepalanya, karena dia tidak mau bicara. Sebab, Linda masih merasa takut, seandainya dia bicara dan itu tidak berkenan di hati wanita cantik itu, maka dia akan kembali marah-marah. Atau mungkin saja melakukan semua yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.


Linda hanya ini menunggu suaminya datang, dan membiarkan suaminya itu yang akan mengatasinya nanti.


Hingga gak tak lama kemudian, Romi sudah datang. Dan langsung mencari keberadaannya di dapur.


"Dek, Kamu gak apa-apa?" tanya Romi, dengan wajah yang terlihat jelas, jika dia sedang dalam keadaan khawatir.


"Aku, Aku baik-baik saja Mas," sahut Linda, yang saat ini sudah berada dalam dekapan suaminya.


Mereka berdua lupa, jika ada wanita lain yang sedang menatap mereka berdua dengan tatapan yang sangat tajam. Seakan-akan menyimpan amarah dan dendam, pada keduanya.

__ADS_1


"Mas Romi! Siapa dia?"


__ADS_2