Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2
Tidak pernah melakukan hal itu..


__ADS_3

"Felix, aku tidak melakukan apapun dengan Riki. Dia hanya menolong ku, aku barusan di serempet motor. Kaki ku sakit, itu saja," jelas Cahaya dengan secepat mungkin agar Felix mendengarkan.


Felix tertawa mendengar penjelasan Cahaya, menurutnya alasan itu terlalu pasaran untuk di jadikan sebagai pembelaan dirinya.


"Ow, apa aku percaya?" Felix pun mendekatkan wajahnya.


"Tidak!" Imbuh Felix lagi.


"Felix, aku berani bersumpah."


"Wow, benarkah?" Ejek Felix.


Hatinya begitu sakit saat melihat Cahaya di pelukan Riki bahkan berada di Hotel.


Pikirannya terkuras habis untuk masalah ini, cintanya yang di khianati terasa begitu sakit.


Di saat semua sudah terselesaikan malah di balas dengan pengkhianatan.


"Felix, tolong dengarkan aku," suara Cahaya begitu lembut, berharap Felix bisa mendengarkan.


"Kita buktikan saja," Felix mengangkat sebelah alis matanya dan menindih tubuh Cahaya.


"Felix, jangan!" Cahaya menggeleng dengan wajah panik, dirinya takut jika malah Felix merenggut kesuciannya detik ini juga.


"Ayolah, kita hanya bersenang-senang saja. Setelah ini terserah pada mu, silahkan jika kau ingin pergi," Felix tersenyum penuh kemenangan.


"Felix jangan gila!"


Cahaya pun meronta-ronta ingin di lepaskan, tetapi Felix tidak ingin mengasihani Cahaya. Sehingga melanjutkan apa yang kini seharusnya di lakukannya.


Mencium bibir Cahaya dengan kasarnya, sekalipun terus berusaha untuk melepaskan diri tetapi tidak bisa.


Felix sudah terlalu lama memendam keinginan, memendam rasa yang ingin di raihnya.

__ADS_1


Namun hancur seketika mengetahui Riki dan Cahaya bersama di kamar Hotel.


Tidak ingin hanya dalam luka, Felix pun memutuskan untuk menjadi seorang pria kurang ajar.


Menutup kedua telinganya, seakan tidak mendengar jeritan Cahaya yang meminta di lepaskan.


"Felix, jangan kurang ajar!"


"Apa dia menciumi mu seperti ini?" Felix pun menjilati tengkuk Cahaya, kemudian menggigitnya hingga tampak bekas merah keunguan di sana.


Cahaya merasa sakit saat Felix menganggapnya wanita rendah, padahal jika pun tidak memaksanya begini Cahaya pun akan memberikan dirinya setelah menikah nanti.


"Felix, cukup!" Seru Cahaya dengan air mata yang terus mengalir deras.


Sayangnya Felix sudah terlalu masuk ke dalam api kecemburuan, sehingga tidak sadar kini sedang menyakiti Cahaya dengan kejam.


"Apa dia juga meremas benda ini?" Felix memegang dua gunung kembar milik Cahaya, meremasnya dengan liar sesuai dengan keinginannya dan apa yang selama ini di bayangkannya.


Sayangnya rasa kecewa kembali terasa, membayangkan Riki yang sudah menjamah wanita yang di idamkannya sejak lama.


Sayangnya Felix sudah terlalu masuk dalam gairah panas yang membuatnya tak bisa lagi untuk mundur.


Awalnya hanya ingin menakut-nakuti Cahaya, tetapi sampai di sini dirinya sudah tidak bisa berhenti. Karena Cahaya pun sudah berkhianat, Felix pun memilih untuk menjadi pria kurang ajar.


Percuma saja setia jika hanya membawa luka, setelah ini mungkin tidak ada lagi kata setia pada satu wanita dalam hidupnya. Cahaya sudah terlalu membuatnya kecewa.


"Jika kau bisa tidur dengan Riki, mengapa tidak dengan ku? Bukankah kita pasangan kekasih?" bisik Felix yang kini berada di atas tubuh Cahaya.


"Felix, semuanya tidak seperti yang kamu pikirkan!" Teriak Cahaya sekencang-kencangnya.


Sayangnya Felix tidak mendengarkan apapun yang di katakan oleh Cahaya, dirinya sudah terlalu lama menahan diri untuk menyentuh Cahaya.


Saat ini rasa kecewa sudah sampai pada batasnya, merasa cintanya di balas dengan dusta membuatnya gelap mata.

__ADS_1


Menarik pakaian Cahaya hingga tanpa sehelai benang pun, meraup apa yang bisa di raupnya tanpa terkecuali.


"Felix, jangan. Aku tidak mau sebelum kita menikah!" Seru Cahaya sambil terus berusaha untuk menjauh.


"Siapa yang mau menikah dengan wanita murahan seperti mu?" Kata Felix dengan senyum miringnya.


Degh!


Entah berapa kali sudah kalimat cacian, makian bahkan hinaan yang terlontar.


Menyesal atau tidak.


Sadar atau tidak.


Cahaya sangat, sangat terluka.


Sampai akhirnya Cahaya kehabisan tenaga melawan dengan sekuat tenaga namun tidak menghasilkan apa-apa.


Hingga tiba akhirnya Felix pun memasuki Cahaya dengan sekali hentakan saja


"Felix!" seru Cahaya sekuat mungkin, kuku panjang Cahaya menembus pada kulit punggung Felix, berusaha menahan rasa sakit yang di rasakannya.


Sayangnya Felix tidak merasakan apa-apa, dirinya hanya menikmati sensasi yang begitu luar biasa.


Melupakan janjinya pada Cahaya. Tidak akan menyentuh sampai mereka menikah. Karena terlalu kesakitan akhirnya Cahaya pun kehilangan kesadarannya, matanya tertutup rapat karena Felix merenggut kesuciannya dengan paksa.


Tanpa memikirkan dirinya, apa lagi perasaan.


Akhirnya Felix pun sampai pada puncaknya, tersadar melihat Cahaya yang tak lagi membuka matanya.


Felix pun turun dari atas tubuh Cahaya dengan napas yang terengah-engah setelah mendapatkan madu manis seorang perawan.


"Cahaya," Felix mencoba untuk menepuk pipi Cahaya, sayangnya mata itu masih terpejam.

__ADS_1


Seketika mata Felix melihat ada bercak darah, artinya Cahaya tidak pernah melakukan hal itu dengan Riki.


__ADS_2