Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2
Tidak menyangka bisa seperti ini.


__ADS_3

( Kamu sedang apa? ) Om Riki.


Vanya pun tersenyum membaca pesan singkat yang diterimanya, siapa lagi pengirim nya kalau bukan Riki.


Dunia ini terasa begitu indah setelah segalanya sesuai dengan apa yang diinginkan.


Setelah mendapatkan restu siang tadi, malam ini hati Vanya jauh lebih tenang.


Tidak lagi ada kekacauan apa lagi kegundahan hati seperti sebelumnya.


Bintang di langit yang bertaburan dengan begitu banyaknya pun seakan menjadi saksi kebahagiaan seorang Vanya.


Mungkin terasa aneh, tetapi rasanya begitu luar biasa.


Ting.


Sebuah pesan kembali masuk, mungkin karena Vanya yang sibuk dengan kebahagiaannya sehingga lupa jika kini dirinya harus membalas pesan dari sang pujaan hati.


Pesan pun kembali di lihat, ternyata masih dari orang yang sama.


( Kamu sedang apa? ) Om Riki.


( Lagi di toilet Om ) Vanya.


Vanya pun membalas dengan apa adanya, dirinya memang baru saja memasuki toilet.


Bahkan membalas pesan sambil mengeluarkan sesuatu yang berwana kuning mungkin.


( Lagu mandi ya? ) Om Riki.


Di seberang sana Riki sedang membayangkan wajah Vanya yang manis, sedang berendam di dalam bak mandi dengan santainya.


Bahkan Riki seakan iri pada busa yang menempel pada tubuh Vanya, jika bisa maka Riki ingin sejenak saja menjadi sabun.


Tetapi mendadak Riki merasa kesal, karena Vanya sudah tidak membalas pesan darinya.


Tau tidak apa itu jatuh cinta?

__ADS_1


Taulah, jadi harus di balas. Kalau tidak bisa uring-uringan tidak jelas.


Itulah yang kini sedang terjadi pada Riki, saat sedang bersantai begini caranya yang paling lengkap adalah bersama dengan kekasih tercintanya.


Ataupun minimal saling berbalas pesan karena keadaannya memang belum menikah, namun apa?


Vanya seakan mengabaikan dirinya, pesannya bahkan tidak lagi di balas sama sekali.


( Sayang ) Om Riki.


Lima menit kemudian Riki menunggu balasan, tetapi sampai saat ini pun belum ada balasan sama sekali.


Membuatnya semakin kesal bukan main, hingga akhirnya Riki pun memutuskan untuk menghubungi Vanya melalui sambungan telepon.


Sayangnya tidak juga di jawab sama sekali, membuat Riki semakin bingung saja.


Sementara Vanya merasa pusing karena ponselnya terus saja berdering, hingga akhirnya Vanya pun memutuskan untuk mengirimkan pesan.


( Mas, aku lagi sibuk ) Vanya.


Vanya pun merasa kesal, karena Riki tidak mengerti dengan keadaannya saat ini.


( Kamu sedang apa sebenarnya? Jangan bohong, cepat jawab panggilannya ) Om Riki.


Namun, Vanya masih belum menjawab panggilan tersebut.


Hingga Riki pun kembali mengurungkan pesan.


( Apa ada yang lebih penting dari pada calon suami mu ) Om Riki.


Vanya pun akhirnya menjawab panggilan telepon dari Riki untuk kesekian kalinya, baiklah jika memang harus.


Sementara itu Riki merasa lega karena panggilan kali ini di jawab.


Ada banyak hal yang harus dijelaskan oleh Vanya, semua hal yang mengenai kesibukannya hingga dirinya terabaikan.


Terabaikan?

__ADS_1


Ataupun mungkin Riki saja yang lebay.


Dasar duda lapuk yang sedang kasmaran, ada-ada saja tingkah lakunya.


Untung saja kesayangan Vanya, kalau bukan pasti saja nomer ponsel Riki sudah masuk daftar blokir.


"Kamu lagi apa?!! Tanya Riki secara langsung setelah tahu panggilannya sudah terhubung. Bahkan sebelum Vanya berbicara sama sekali.


"Sedang ada panggilan dari alam bawah, Om," jawab Vanya dari seberang sana.


Riki tidak mengerti dengan maksud dari apa yang dikatakan oleh Vanya.


Membuatnya semakin bertanya-tanya saja, panggilan seperti apa yang dimaksud oleh Vanya.


"Panggilan dari alam bawah?" Tanya Riki dari sebrang sana penuh kebingungan.


"Hu'um," jawab Vanya dengan singkat sambil mengejan.


Hingga kemudian terdengar suara yang cukup mengejutkan.


Membuat Riki merasa kesal, karena dirinya merasa ada yang tidak beres.


"Kau sebenarnya sedang apa?" Kali ini Riki sedikit merasa ada yang mencurigakan, hanya saja tidak yakin bila Vanya sedang melakukan seperti apa yang ada di pikirannya.


"Hehehe, BAB," jawab Vanya dengan penuh rasa malu.


Sementara Riki malah shock dibuatnya, tidak menyangka bahwa apa yang dipikirkan benar adanya.


"Dasar jorok, kenapa berbicara jika sedang di toilet!"


"Kan, Om yang ngotot," Vanya juga tidak mau disalahkan, karena memang merasa tidak salah.


"Ya sudah, lanjutkan saja!"


Riki pun memutuskan panggilan sepihak, kesal tentunya pada Vanya yang aneh.


Sementara Vanya kembali fokus pada panggilan alam yang di sebutnya, tidak perduli pada Riki yang sedang marah, bercampur kesal karena dirinya.

__ADS_1


Bahkan Riki sampai mengacak rambutnya di seberang sana, tidak menyangka bisa seperti ini. Jatuh cinta pada seorang bocah benar-benar tidak pernah terlintas di benaknya, namun sepertinya begitulah cinta yang harus di jalaninya, cinta memang penuh misteri yang tak dapat di tebak dengan mudahnya.


__ADS_2