Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2
Beberapa tahun kemudian!


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian....


Tubuhnya tegap, hidung mancung. Jambang tipis yang melekat pada sebagian wajahnya tidak kalah tampan dari sang Ayah. Matanya setajam elang, namanya Felix Bima Putra yang baru saja kembali dari Amerika setelah menyelesaikan pendidikan S2.


Niat hati kembali ke rumah untuk memberikan kejutan untuk kedua orang tuanya, sehingga tidak memberitahu pada siapapun. Tepat saat hujan dan juga gemuruh yang saling bersahut-sahutan, lampu pun padam seketika itu juga.


Felix pun melangkah masuk ke dalam rumah kedua orang tuanya, bibirnya tersenyum bahagia ingin bertemu dengan seorang wanita yang juga membuatnya jatuh hati.


Wanita yang selama ini selalu bertengkar dengan nya, tapi sebenarnya Felix sudah jatuh hati sejak mereka masih duduk di bangku SMP. Awalnya merasa cinta itu hanyalah cinta monyet, sayangnya tidak cinta itu ternyata masih terus berlangsung sampai kini, tidak pernah ada wanita yang membuatnya tertarik selain Cahaya.


Esok hari Felix berniat menemui Cahaya kemudian mengatakan perasaannya yang sudah lama terpendam.


Saat di tengah gelapnya malam Felix berusaha untuk berjalan menuju kamarnya hingga tiba-tiba muncul Adnan.


Brak!


Keduanya pun saling menabrak, Adnan mengarahkan cahaya ponselnya pada lawan tabrakan nya.


"Kak Felix?!" Adnan terkejut melihat kedatangan sang Kakak.


"Kakak kapan pulang?"


"Jangan berisik, aku ingin membuat kejutan untuk Bunda," Felix pun berbicara dengan nada pelan agar tidak ada yang mendengarnya.


Adnan pun mengangguk mengerti.


"Bunda di mana?"


"Bunda sedang ke luar ke rumah Tante Jessica karena Cahaya sakit dan minta di buatkan sup oleh Bunda," kata Adnan.


Mendengar nama Cahaya di sebutkan membuat perasaan Felix tidak karuan.


"Kakak ganti baju saja. Bunda udah mau pulang barusan aku berbicara dengannya."


Felix pun mengangguk dengan berat, pikirannya masih mengarah pada Cahaya. Sambil berjalan menuju kamar dirinya terus saja di buat galau karena Cahaya.


Flashback on


Ketika keduanya masih duduk di bangku SMP, sering kali keduanya bertengkar. Karena Felix yang sangat suka mengerjai Cahaya, menurut Felix itu adalah hal yang menyenangkan. Sebab, dirinya tertarik pada Cahaya tanpa ada yang mengetahuinya. Itulah cara Felix menyimpan perasaannya pada Cahaya. Seperti saat ini, dengan sengaja Felix menyenggol tangan Cahaya yang sedang menulis tugas saat guru baru saja memberikannya.

__ADS_1


Membuat buku Cahaya tercoret begitu saja, segera Cahaya bangkit dari duduknya. Kemudian, mendorong dada Felix.


Felix langsung mengetuk kepala Cahaya semakin Cahaya kesal, maka semakin membuatnya merasa gemas.


Walaupun Cahaya tidak mengetahui itu, dirinya mengira Felix tidak menyukainya sehingga terus saja mengajaknya bertengkar saat bertemu.


"Kamu itu memang tidak sopan!" Kata Cahaya sambil berusaha membalas dirinya berjinjit demi bisa membalas mengetuk kepala Felix. Dengan cepat Felix menarik tangan Cahaya, kemudian memutarnya sehingga tubuh mungil Cahaya pun ikut terputar seakan berdansa. Sesaat kemudian tubuh Cahaya hampir terjatuh, tetapi tidak karena Felix menahannya, dengan senyuman nakal Felix pun mencium bibir Cahaya. Tepat di hadapan teman sekelasnya.


"Waaaaaaa," semua murid berteriak histeris, apa lagi murid perempuan.


Plak!


Tangan Cahaya pun menampar wajah Felix, ini adalah ciuman pertama dan sudah di curi oleh Felix.


Betapa Cahaya sangat kesal. Felix tersenyum dan mengetuk kepala Cahaya, setelah itu kembali duduk di kursinya karena guru kembali ke kelas. Sedangkan Cahaya masih menahan amarah. Kemudian setelah jam istirahat, segera menuju toilet untuk membersihkan bibirnya berulangkali, berharap bekas bibir Felix akan menghilang.


Flashback off


Perlahan Felix mendorong pintu kamarnya kemudian membuka kemejanya, dengan menggunakan celana pendek.


Segera naik ke atas ranjang dan masuk ke bawah selimut.


Tapi tunggu dulu, Nayla melihat ada seseorang yang tidur di atas ranjang, seketika melihat ada dua orang. Mata Nayla melebar seketika itu juga, Felix tidur bersama dengan seorang wanita.


"Felix! Rena!" Teriak Nayla histeris.


Felix yang hampir saja terlelap pun akhirnya terbangun, segera duduk dan melihat Nayla.


Felix tersenyum bahagia berpikir mungkin karena terkejut melihat kepulangan nya yang tiba-tiba.


"Bunda Nayla, suaranya kencang banget sih?" Kata Rena dengan suara setengah sadar.


Felix pun merasa bingung saat mendengar suara itu, seketika melihat ke sampingnya. Rena tidur di ranjangnya, membuat Felix meloncat dari ranjang secepat kilat.


"Apa yang kalian lakukan?" Nayla semakin emosi.


"Ada apa ini?" Tanya Devan yang juga muncul saat mendengar suara nyaring Nayla.


"Ayah, mereka," Nayla menunjuk Felix yang hanya menggunakan celana pendek, kemudian mengarahkan tangannya pada Rena yang ada di balik selimut. Sesaat kemudian Nayla melihat pakaian Rena juga berserakan di lantai.

__ADS_1


"Bunda, kami tidak melakukan apa-apa!" Felix pun melihat ke arah Rena.


"Kenapa kau ada di sini?"


Rena pun terdiam sambil menggaruk kepalanya, kemudian dirinya berusaha mengingat kembali apa yang sebenarnya. Tapi sayang dirinya tidak mengingat sama sekali.


"Cukup! Kalau kalian sudah tidak tahan mengapa tidak bicara kan ini pada kami? Kalian harus menikah!" Tegas Nayla.


"Bunda, aku baru kembali dan tidak tahu apa-apa tentang semua ini," Felix pun berusaha untuk meyakinkan kedua orang tuanya bahwa tidak ada yang terjadi di antara mereka berdua.


Rena hanya bisa diam, tidak tahu harus berkata apa untuk saat ini.


Di satu sisi dirinya merasa bingung karena tiba-tiba sudah berada di kamar tersebut tanpa sehelai benang pun. Lalu mengapa ada Felix juga?


Tapi di sisi lain dirinya juga takut pada Nayla dan Devan. Dua orang tersebut sama seperti kedua orang tuanya sendiri, sehingga tidak mungkin untuk membantah.


"Nikahi Rena!" Kata Nayla.


Menikah?


Rena yang diam pun terkejut mendengarnya. Jika menolak dirinya takut hamil, bagaimana jika setelah ini hamil.


Lagi pula menikah itu butuh dua orang yang saling mencintai, lalu bagaimana dengan Felix. Beberapa kali Rena pernah di bully oleh orang-orang tidak beradab, tapi Felix selalu menolongnya.


Sampai dirinya berkuda dan kuda tersebut tiba-tiba mengamuk membuat Rena hampir terjatuh. Tapi Felix bersusah payah untuk menolongnya, bukankah artinya Felix juga tertarik padanya.


Untuk saat ini mungkin saja Felix terlalu terkejut dengan hal ini. Pikiran Rena yang polos benar-benar membuatnya hampir mati.


"Bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan!!" Kali ini Devan pun ikut berbicara.


Felix sangat menghormati Devan, di tambah lagi wajah sangar Devan membuatnya hanya diam seribu bahasa.


"Nikahi Rena!" Kata Devan untuk kedua kalinya.


"Rena, pakai pakaian mu. Sekarang, kamu pulang, Bunda yang mengantarkan!" Nayla pun memungut pakaian di lantai dan melempar pada wajah Rena karena terlalu kesal.


"Bunda tunggu di luar!" Nayla pun keluar dari kamar, tatapannya begitu tajam pada Felix.


Rena pun tersentak saat pintu di tutup dengan bantingan Nayla.

__ADS_1


__ADS_2