Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2
Salah paham!


__ADS_3

Senyum di bibir Rena pun menghilang seketika itu juga, perlahan tangannya melepaskan tangan Adnan.


"Kenapa?" tanya Adnan yang bingung melihat perubahan sikap Rena yang begitu drastis.


"Kamu mencintai nya?" tanya Rena.


"Sangat" jawab Adnan dengan yakin dan juga sangat jelas.


Rena pun mengangguk merasa dirinya memang tidak memiliki tempat di hati Adnan.


"Dia pasti sangat bahagia" Rena menyembunyikan perasaan sakitnya dengan senyuman yang terpancar.


Adnan pun memperhatikan wajah Rena dan melihat tidak ada kecemburuan disana. Artinya kedekatan mereka selama ini tidak sama sekali membuat hati Rena menjadi miliknya. Adnan pun tersenyum dan menguatkan hati yang penuh luka.


"Kamu mencintai Kak Felix?" tanya Adnan kembali.


'Sepertinya aku mencintaimu' batin Rena. Kemudian Rena pun menjawab dengan senyuman.


Sedangkan Adnan menyimpulkan bahwa senyuman yang diberikan oleh Rena adalah membenarkan pernyataan nya. Untuk apa bertanya jika hanya untuk menghancurkan perasaan saja. Namun Adnan tetap mencintai dalam diam tanpa bisa memiliki hati seorang Rena.


Adnan pun berlalu pergi dari ruang rawat Rena, membawa hati yang lara. Sedangkan Rena menitihkan air mata merasa sedih saat tahu Adnan sudah mencintai wanita lainnya.

__ADS_1


Rena adalah sesuatu yang memang tidak bisa dimiliki nya, bibirnya hanya tersenyum getir. Ternyata cinta yang tidak bisa dimiliki sangatlah menyakitkan.


###########


Sejenak keduanya terdiam, larut dalam pikiran masing-masing. Memendam rasa yang begitu sulit untuk mengungkapkan, menjaga perasaan yang tidak seharusnya saling membenci.


Adnan tidak ingin menghancurkan pertemanan mereka yang begitu baik, selama ini keduanya begitu akrab. Adnan tidak ingin ada kecanggungan yang terjadi diantara keduanya, jika saja Adnan mengungkapkan perasaannya.


Saat ini Adnan sudah cukup bahagia bisa begitu dekat dengan Rena. Meskipun cinta yang tidak bisa memiliki.


"Aku antar kamu pulang lebih baik istirahat di rumah" kata Adnan yang akhirnya bersuara.


Rena hanya diam mengikuti apa yang dikatakan oleh Adnan saat ini.


Rena mencoba melirik Adnan yang tengah mengemudikan mobil.


"Adnan aku bisa minta tolong?" tanya Adnan dengan ragu.


"Apa?" tanya Adnan sambil melirik Rena sekilas.


"Aku ingin ke bukit saja aku tidak ingin pulang. Aku sedang ingin mencari sedikit kenyamanan" jelas Rena sambil terus saja menatap Adnan tanpa hentinya.

__ADS_1


"Tapi kamu butuh istirahat" Adnan cukup khawatir dengan kesehatan Rena tetapi dirinya juga melihat keresahan yang tersimpan pada raut wajah Rena.


Rena pun kembali diam tetapi sesaat kemudian kembali berbicara.


"Aku mohon aku hanya butuh sedikit udara segar,"


Adnan pun wajah Rena yang seakan memohon padanya. Membuat hati Adnan menjadi luluh tidak tega melihat nya.


"Ya sudah," Adnan pun memilih untuk mengikuti keinginan Rena, dirinya ingin melihat wajah bahagia Rena.


"Ke puncak bagaimana?" tawar Adnan.


"Ya" Rena pun tersenyum manis sambil melihat Adnan.


Adnan pun ikut bahagia melihat wajah Rena.


"Kalau kamu kelelahan jangan di paksakan, kamu butuh istirahat aku tidak mau nantinya disalahkan kalau kamu jatuh sakit," ucap Adnan.


Rena pun mengangguk dengan senyum tulus, dirinya masih bersyukur karena Adnan bisa membuatnya lebih baik.


"Sekarang kamu tidur anggap saja untuk istirahat, nanti setelah sampai aku akan membangunkan mu,"

__ADS_1


Rena tidak membantah sama sekali bersama Adnan membuatnya merasa nyaman sehingga tanpa ada rasa takut seperti beberapa hari yang di laluinya ini.


__ADS_2