Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2
Maksud mu?


__ADS_3

( Om, udah di tungguin Ayah di rumah ) Vanya.


Vanya langsung mengirimkan pesan pada Riki sebab sudah mendapatkan ijin dari Devan.


Bahkan Vanya sudah tidak sabar untuk memperkenalkan calon suaminya itu pada keluarganya, setelah itu Vanya pun bergegas untuk berdandan, harus cantik, manis dan juga menawan.


Bagaimana pun kini dirinya akan kedatangan tamu spesial, bahkan mungkin langsung saja mendengarkan kata lamaran.


Sungguh hidup bersama dengan lelaki yang kita cintai adalah impian semua wanita di dunia ini tak terkecuali Vanya.


Vanya pun sudah membulatkan tekadnya untuk menjadi istri di usia yang masih begitu muda ini bahkan hanya hitung bulan dirinya akan merayakan hari ulang yang ke dua puluh tahun.


Sementara Riki begitu bahagia saat mendapatkan pesan dari Vanya, dirinya segera menyambar kunci mobilnya.


Segera menemui keluarga Vanya dan ingin langsung meminta persetujuan untuk menikahi Vanya secepat mungkin.


Namun Riki juga bingung karena Vanya mengirimkan alamat lainnya.


Tak lain itu adalah alamat Felix tapi mungkin pula orang tua Vanya masih berada di sana.


Lagi pula kedua orang tua Vanya memang seorang pekerja di rumah itu.


Menurut apa yang diketahui oleh Riki selama ini.


Namun, Vanya pun pernah mengatakan bahwa dirinya adalah putri dari Devan Bima Putra.


Riki benar-benar bingung akan semua ini sehingga dirinya memilih untuk segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Semua misteri ini harus terjawab, meskipun sebenarnya Riki tidak terlalu memikirkan hal itu.


Sebab, tidak mungkin Vanya anak dari Devab Bima Putra.


Hingga beberapa saat kemudian sampai di depan gerbang rumah yang tak lain adalah rumah sahabatnya sendiri.


Riki hanya mengikuti alurnya saja sampai saat ini pun dirinya belum yakin bahwa Vanya adalah anak dari keluarga Devan.


Atau mungkin Vanya hanya anak pembantu yang di angkat menjadi anak.


Entahlah, Riki benar-benar tidak mengerti. Mungkin semuanya harus disaksikan dengan kedua mata hingga bisa melihat dengan jelas.


Riki pun mulai memarkirkan mobilnya kemudian segera keluar dari mobilnya dan berjalan ke arah pintu utama. Hingga menekan bell dan tampak seorang pembantu yang membuka pintu.


"Silahkan masuk, Tuan," Bik Ina pun segera mempersilahkan Riki untuk masuk karena kedatangan tamu yang memang sudah di tunggu-tunggu oleh keluarga Devan.


Hanya saja mereka tidak tahu jika Riki adalah tamu yang akan datang menemui mereka.


Riki pun mengangguk kemudian melangkahkan kakinya untuk masuk.


Ada banyak mata yang menatapnya bahkan Vanya juga duduk di sofa dengan masing-masing dua lelaki yang berada di sampingnya.


Tetapi mengapa terlihat Vanya dan juga dua pria itu tidak asing bahkan begitu dekat.

__ADS_1


Kurang ajar.


Apa sebenarnya yang terjadi, bagaimanakah kebenaran dari semua ini.


Sampai disini malah semuanya terkesan membingungkan. Padahal awalnya Riki dengan yakin menganggap Vanya hanya sedang mengarang cerita menjadi anak seorang yang terlahir dari kalangan berada.


"Riki?" Tanya Felix yang perlahan bangkit dari duduknya.


Dirinya tidak menyangka Riki berkunjung ke rumahnya, sebab tidak biasanya.


Bahkan selama berteman hanya satu kali Riki datang ke rumahnya, itupun hanya sampai di depan gerbang karena mengantarkan dirinya pulang ke rumah. Sebab mobil Felix saat itu mogok. Tetapi tidak dengan kali ini, bahkan Riki datang di malam hari seperti ini.


"Ada sesuatu yang penting, sehingga datang langsung tanpa memberitahukan kepada ku?" Tanya Felix lagi.


Sementara Riki masih saja mematung di tempatnya, hingga akhirnya mata Riki tertuju pada bingkai foto yang cukup besar terpampang di dinding.


Ada Devan, Nayla, Felix, Adnan sementara Vanya berada di tengah kedua pria itu.


Ini benar-benar membuatnya hampir mati penasaran, mengapa semuanya sangat tidak mudah untuk dimengerti.


"Riki? Ayo duduk," Nayla pun ikut mempersilahkan Riki untuk duduk.


"Duduk dulu, ada acara keluarga yang cukup penting. Karena, anak bungsu Tante akan kedatangan calon suaminya," jelas Nayla sambil tersenyum ramah.


Lantas bagaimana dengan Riki setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh Nayla barusan?


Shock!


Siapa anak bungsu yang dimaksud oleh Nayla? Apakah Vanya?


Sementara Vanya tercengang mendengarnya, tampaknya Bundanya dan juga Riki sudah cukup mengenal.


Tapi ini adalah awalan yang sangat bagus menurutnya, kedua orang itu sudah saling mengenal artinya tidak sulit lagi untuk mendapat restu.


"Anak Tante?" Tanya Riki ingin mendengar secara langsung.


"Oh, iya. Tante lupa, kamu belum kenal sama anak bungsu Tante ya," Nayla pun tersenyum ramah, dirinya baru menyadarinya.


Hingga kemudian Nayla menunjuk Vanya yang duduk di antara dua Kakaknya.


"Ini anak bungsu Tante, namanya Vanya Devan Bima Putra, hanya dia yang menggunakan nama lengkap Ayahnya. Karena, dia satu-satunya anak perempuan kami," tambah Nayla lagi.


Apa?


Anak bungsu Devan?


Artinya Vanya adalah adik dari sahabatnya Felix, bagaimana nantinya setelah ini semuanya.


Ini sungguh sangat mengejutkan bahkan jantungnya sampai ingin keluar.


Riki pun mengingat kembali saat Vanya mengatakan bahwa dirinya adalah anak dari Devan sekaligus adik dari Felix, namun saat itu Riki tidak percaya sama sekali.

__ADS_1


Namun, saat ini, menit ini, detik ini, telinga Riki mendengarnya sendiri matanya menyaksikan sendiri bagaimana Nayla menjelaskan semuanya tentang wanita yang disukainya tersebut.


Sampai di sini Riki benar-benar hanya bisa mematung, dirinya sendiri masih tidak mengerti mengapa bisa dunia begitu sempit.


Apa kabar hubungannya setelah ini, mengingat semuanya sudah diceritakan pada Felix.


Bahkan kini Riki menatap Felix dengan penuh kebingungan.


"Riki?" Nayla pun bingung saat melihat Riki hanya diam mematung di tempatnya.


Tidak berpindah sama sekali dari sana, bahkan seakan nyawanya keluar dari rahangnya sejenak.


Sementara Vanya semakin merasa semuanya baik-baik saja, karena apa? karena Nayla sendiri barusan yang mengatakan bahwa dirinya adalah bagian dari keluarga Devan.


Sehingga tidak perlu lagi mulutnya sampai berbuih untuk menjelaskan pada Riki.


Apa lagi untuk mencari bukti karena saat itu ponselnya pecah dan baru dibelikan oleh Riki.


Sehingga tidak ada foto keluarganya sama sekali untuk dijadikan sebagai bukti.


Dan bukankah saat itu Sela mengatakan bahwa Riki tidak mau lagi memiliki istri dari keluarga biasa ataupun dari keluarga sederhana?


Itulah yang kini sedang terjadi, Vanya bukan berasal dari orang sembarangan, bukan kalangan bawah.


Jadi tidak lagi ada alasan Riki untuk tidak semakin mencintai dirinya.


"Hey, duduk! Kenapa hanya diam?" Tanya Felix lagi, sebab terlihat tidak sama sekali ada keinginan Riki untuk berpindah dari tempatnya.


"Om," terdengar suara Vanya yang memanggil dirinya.


Riki pun beralih menatap wajah Vanya yang memanggil dirinya.


"Duduk Om," kata Vanya lagi.


Tanpa diketahuinya kini Riki sedang tidak baik-baik saja.


Entah bagaimana caranya untuk mengatakan semuanya, tetapi semuanya juga harus di katakan.


Karena Riki tidak bisa kehilangan Vanya, sehingga bagaimana pun caranya Vanya harus menjadi miliknya.


"Atau kita bicara di ruangan ku saja?" Felix yang belum mengerti dengan tujuan Riki datang ke kediamannya pun malah mengajak Riki pergi dari sana.


"Kak Felix, Om Riki mau ngelamar aku. Kok, malah ke ruang kerja? Om Riki mau ketemu sama Ayah!" Terang Vanya.


Degh!


Semuanya seketika menegang mendengar apa yang dikatakan oleh Vanya barusan, sungguh mereka semua tidak mengerti dengan maksud Vanya saat ini.


"Maksud mu?" Tanya Felix yang kini menatap Vanya dengan dingin.


"Kan, katanya aku di suruh ngundang calon suami aku. Nah, ini orangnya," Vanya pun menunjuk Riki agar semuanya jelas.

__ADS_1


__ADS_2