Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2
Ke club!


__ADS_3

"Vanya, kamu yakin?" Tanya Ninda.


"Ayolah, Ninda. Apa kau pernah pergi ke club malam?" Tanya Vanya.


Ninda pun menggelengkan kepalanya, sebab selama ini dirinya hanya menjadi anak rumahan yang menurut pada apapun yang dikatakan oleh Ibu dan Ayahnya.


"Baiklah, sepertinya asik juga," Ninda pun mengangguk setuju. Menurutnya sesuatu yang menantang itu memang sangatlah indah.


"Tapi rahasiakan dari Ibu dan Ayah ku?"


"Rahasiakan dari Ayah dan Ibu ku juga?


"Setuju!" Keduanya pun berseru, seakan begitu bahagia setelah merencanakan untuk melepaskan penat malam minggu ini.


Bahkan Vanya menjual tas branded miliknya, sebab dirinya yang tak memiliki uang


Keduanya berteriak setelah memasuki sebuah club malam dengan perjanjian tak ada yang boleh minum. Karena tak ingin menjadi masalah, itulah kesepakatan yang diberikan oleh Vanya yang takut mendapat masalah lagi.


Suara dentuman musik membuat keduanya terus saja berjoget dengan lincahnya, berteriak melepaskan penatnya permasalahan terutama Vanya yang kini hidup pas-pasan karena sudah dipecat jadi anak Devan.


Itulah kata yang kini sering kali terlontar dari mulutnya.


Tapi tidak, Vanya harus tetap bersemangat. Tidak terus lemah, membuktikan bahwa dirinya bisa menjaga diri sendiri. Tanpa bodyguard sialan yang mengekang hidupnya selama ini.

__ADS_1


Ini benar-benar sebuah kebebasan yang begitu luar biasa, tidak punya uang tidak masalah, karena menurutnya dirinya sudah besar dan bisa mencari uang sendiri.


"Vanya, aku haus," kata Ninda berteriak di telinga Vanya agar suaranya dapat terdengar.


"Minum air putih saja," jawab Vanya yang juga berteriak pada telinga Ninda.


"Ada jamu tidak, aku pesan jamu saja. Lebih aman," kata Ninda yang benar-benar mencari aman.


"Jamu?" Vanya pun tertawa mendengar keinginan Ninda.


Bagaimana bisa di club malam malah ingin memesan jamu.


"Tidak ada jamu tolol, di sini semua orang sehat," kata Vanya.


Begitu juga dengan Vanya, keduanya tidak boleh berpisah. Karena di tempat itu sangat banyak pria hidung belang, keduanya akan berubah menjadi lesbi bila ada yang mencoba mendekati sebagai tanda jika mereka bukan wanita normal. Karena keduanya benar-benar ingin mencari aman. Hingga sesaat kemudian ada seorang pria yang duduk tak jauh dari mereka.


"Asik kan?" Tanya Vanya sambil berteriak melihat orang-orang yang terus saja bergerak bergoyang dengan lincahnya.


"Iya, aku tidak menyangka ternyata tempat ini sangat cocok untuk melepaskan rasa bosan."


"Benar."


"Tapi, ini tempat haram."

__ADS_1


"Tidak ada tulisannya, jadi sama saja," celetuk Vanya.


"Ahahahha, kamu benar! Aku jadi bersyukur setelah kau dipecat jadi anak Devan!" Kata Ninda dengan tawa bahagianya.


"Kurang ajar!" Vanya mengetuk kepala Ninda, tapi keduanya malah tertawa terbahak-bahak merasa begitu bahagia menjadi diri sendiri tanpa aturan.


Riki merasa tertarik pada wanita yang kini duduk di sofa, tak jauh darinya tampaknya wanita itu sama seperti wanita lainnya yang sedang mencari pelanggan.


Tentu, apa lagi jika bukan.


Segera Riki pun berpindah duduk tepat di samping Vanya.


Saat itu Vanya pun memutuskan untuk menghindari, tetapi Riki pun tak tinggal diam.


Ikut berpindah duduk juga, membuat Vanya menatap kesal.


Tetapi Vanya kembali menjauh, dirinya benar-benar ingin menghindari pria hidung belang tersebut. Tetapi, tangan Riki menariknya hingga membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali.


############


Mampir ke novel baru ku yah..


"Pria Pilihan Kakek"

__ADS_1


mksh sebelumnya😊🙏


__ADS_2