
Beberapa bulan kemudian, Reyna pun melahirkan seorang bayi perempuan yang di beri nama Rena.
Bayi mungil itu terlihat sangat cantik dengan berat badan normal.
"Cucu Oma," Arni tampak begitu bahagia melihat kehadiran cucu keduanya dirinya kini sudah tinggal bersama Nanda dan Reyna di rumah baru yang di berikan Nanda untuk Reyna sebagai hadiah karena sudah melahirkan dua anak nya.
"Wah lucu sekali," Nayla pun tersenyum melihat Rena, tidak menyangka kini mereka semua sudah memiliki anak-anak yang lucu.
Jessica pun ikut menjenguk Reyna yang masih berada di rumah sakit, kebahagiaan jelas terlihat saat ini di wajah-wajah para wanita yang sudah bergelar Ibu itu.
"Dasar nenek lampir!" Felix menyentil kepala Cahaya.
Cahaya yang sedang berdiri sambil melihat baby Rena pun kesal. Dirinya tersenyum miring pada Felix seakan menatapnya dengan remeh.
Felix kesal karena Cahaya terlihat menantang nya, sesaat kemudian menarik rambut panjang Cahaya dengan kuatnya.
"Mommy!" Teriak Cahaya meminta pertolongan pada Jessica.
Jessica, Nayla, ikut melihat ke arah Cahaya yang berteriak meminta pertolongan.
Mata wanita-wanita itu terbelalak melihat apa yang di lakukan oleh Felix. Segera Nayla melepaskan tangan Felix yang terus memegang rambut Cahaya dengan kencang nya.
"Dasar keriting!" Ejek Felix sambil melihat Cahaya dengan kesalnya.
"Dasar ompong!" Cahaya pun tidak mau mengalah, ejekan Felix di balas dengan langsung di hadapan Felix.
Mendengar itu Felix semakin kesal dan ingin menarik kembali rambut Cahaya yang memang bergelombang.
"Felix" Nayla pun kewalahan memegangi putranya yang tengah berkelahi dengan Cahaya.
__ADS_1
"Aya, cukup sayang," Jessica pun ikut memegangi putrinya agar tidak lagi bertengkar dengan Felix.
"Dia duluan Mom!" Kata Cahaya.
"Dasar kriting!"
"Ompong! Dasar gigi ompong!" Ejek Cahaya lagi.
"Bunda," Felix pun mengadu pada Nayla, dirinya kesal di katakan ompong.
"Kan memang kamu ompong," Nayla pun merasa tidak ada yang salah. Apa yang dikatakan oleh Cahaya memang benar adanya putra sulungnya itu memang ampong.
"Ahahahaha dasar ompong," Cahaya semakin tertawa kencang saat Nayla pun ikut membelanya.
Adnan pun masuk dengan cool, namun ada yang terasa aneh.
"Wangi kan?" Adnan pun memasukan kedua tangannya ke dalam masing-masing saku celananya, seakan tengah tebar pesona.
Nayla, Jessica dan Reyna pun tidak kuasa menahan tawanya.
"Kamu pakai parfum berapa botol?" Kali ini Jessica yang bertanya.
"Dua botol Tante demi Cahaya," Adnan pun tersenyum pada Cahaya.
Nayla pun melongo mendengar yang di katakan oleh putra bungsunya.
"Dia keriting. Kamu suka sama orang keriting?" Kata Felix lagi.
"Ya ampun, ada apa dengan anak-anak ini," Nayla pun tidak mengerti lagi harus melakukan apa.
__ADS_1
Felix dan Cahaya setiap bertemu selalu bertengkar, sedangkan Adnan selalu berusaha mendekati Cahaya. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi saat ini anak-anak itu memang membuat kepalanya sakit.
"Dasar ompong!" Seru Cahaya.
"Aya!" Jessica pun menegur putrinya yang tidak mau mengalah.
"Tante, Adnan udah cakep belum?" Tanya Adnan.
Jessica pun mengacungkan ibu jarinya, tapi sebenarnya ingin tertawa lucu.
"Lihatlah bagaimana aku tidak dapat Ibunya anaknya harus dapat," kata Adnan sambil menyisir rambutnya.
"Ahahahha," tawa Reyna benar-benar pecah seketika itu juga, beruntung dirinya lahiran normal hingga tidak ada larangan untuk tertawa saat ini.
"Adnan, kamu pergi dari sini sendiri atau Bunda yang melempar mu!" Ancam Nayla penuh amarah, sebab kelakuan anak-anaknya benar-benar di luar akal sehat, Adnan pun terlihat santai kemudian tersenyum pada Cahaya.
"Bebeb, aku keluar dulu ya," pamit Adnan sambil mengedipkan sebelah matanya kemudian segera keluar.
"Ahahahaha," Rima pun yang baru saja datang ikut tertawa, kelakuan Adnan yang aneh membuat hiburan tersendiri. Kecuali Nayla yang pusing memikirkan anaknya yang sudah dewasa sebelum waktunya.
"Ompong" Teriak Cahaya yang masih menyimpan dendam pada Felix.
"Kamu!" Felix pun merasa berapi-api kemudian berlari ke arah Cahaya.
Cahaya pun berlari untuk melindungi dirinya, melindungi diri dari amukan Felix.
"Ahahahha, dasar ompong! Lemah! Segitu doang nggak bisa!" Seru Cahaya sambil menunjukkan jari kelingkingnya merendahkan Felix.
"Kalau kena! Aku lepaskan rambut dari kepala mu itu!" Ancam Felix.
__ADS_1