Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2
Kenapa menatap ku begitu?"


__ADS_3

"Ya sepertinya."


Cahaya pun bergegas masuk ke dalam mobil Felix, dirinya takut jika ada preman lainnya yang tiba-tiba muncul kembali. Felix juga ikut menyusul masuk ke dalam mobil. Dirinya mengerti sepertinya Cahaya merasa ketakutan.


"Maaf, tadi aku pikir kamu yang merencanakan ini seperti yang lalu, Cahaya merasa bersalah setelah sempat menuduh Felix padahal sebenarnya tidak demikian."


"Aku yang minta maaf, aku juga yang salah sempat membuat drama gila itu."


"Felix, kita bisa jalan nggak. Aku takut lama-lama di sini takutnya yang tadi terulang lagi," Cahaya melihat sekitarnya dirinya benar-benar ketakutan.


Hingga tiba-tiba ada suara anjing yang menggonggong. Cahaya yang terkejut langsung memeluk Felix sekencang mungkin dirinya sendiri tidak menyadarinya. Felix pun hanya terdiam dengan perasaan yang terasa tegang sesaat kemudian Cahaya pun menyadari nya.


"Maaf," Cahaya menjauh dengan perasaan tidak enak. Meneguk saliva dengan pahit, dengan perasaan aneh yang terasa. Cahaya juga menyadari dada bidang Felix yang terasa begitu keras, walaupun berbalut kemeja namun terasa begitu kekar. Bahkan merasa nyaman.


"Cahaya," Felix pun menarik tengkuk bagian belakang Cahaya hingga akhirnya keduanya saling menatap satu sama lain nya.


Cahaya mendadak menegang dengan matanya yang menyadari bahwa wajah Felix ternyata begitu tampan. Jantungnya terus berdegup kencang dengan peluh yang bercucuran. Sesaat kemudian Felix pun mencium bibir Cahaya, mencium nya dengan perlahan. Cahaya hanya terdiam tanpa membalas tetapi cukup menikmati nya. Sampai akhirnya terdengar suara klakson mobil lainnya membuat Cahaya tersadar dan seketika menjauh.


Rasa canggung pun mulai terasa, dalam hati bertanya-tanya apakah sebenarnya yang kini tengah terjadi.


Mengapa Cahaya diam saja seakan menerima, bukankah biasanya tidak demikian?


"Cahaya, bisakah aku sedikit berbicara?"


Cahaya pun mengangguk sambil menetralkan detak jantung.


"Aku mencintai mu sejak dulu, aku menutupi nya dengan setiap bertemu selalu membuat mu kesal. Aku ingin kau menjadi milik ku seutuhnya. Menikahlah dengan ku," pinta Felix.


Cahaya semakin gila di buat Felix, tetapi jujur saja akhir-akhir ini dirinya selalu merasa rindu jika satu hari tidak bertemu meskipun jika bertemu akhirnya beradu paham.


"Jangan becanda dong, nggak lucu tau!" Cahaya pun menepis semua itu memilih membuang pandangan nya ke arah luar.

__ADS_1


"Aku tidak main-main," Felix pun menggenggam tangan Cahaya, meyakinkan cinta nya benar ada tanpa bisa di cegah.


"Ya, tapi..." Cahaya pun kehabisan kata-kata, tetapi tidak di pungkiri bahwa dirinya tidak ingin menjauh dari Felix.


Sejenak kedua nya diam larut dalam lamunan masing-masing. Felix berharap Cahaya dapat menjawab nya, sedangkan Cahaya menunggu jika itu hanyalah gurauan semata. Tapi tidak, sampai saat ini Felix tampak serius tanpa canda sama sekali.


"Apa yang harus aku lakukan agar kamu percaya pada ku?"


Cahaya kembali terdiam bingung dengan keadaan nya yang ada.


"Felix, kamu akan menikah dengan Rena. Jangan main-main!"


"Aku tidak mencintainya!"


"Lalu kenapa kau tidur dengannya?"


Degh!


Sampai saat ini pun isi hatinya hanya Cahaya, lalu mengapa bisa peristiwa gila itu membuat cintanya kepada Cahaya terhalang.


"Semua itu akan ada penjelasannya, aku mencintai mu. Cobalah lihat cinta ku, jangan hanya berfokus pada apa yang ku lakukan pada mu," pinta Felix.


"Aku ingin pulang, tolong antarkan aku. Aku takut berlama-lama di tempat ini."


"Tentu," Felix pun menuruti keinginan Cahaya.


Cahaya hanya diam membayangkan betapa preman-preman tadi begitu menyeramkan. Dalam hatinya berdoa semoga saja peristiwa itu tidak pernah terulang kembali. Tapi ada lagi yang lebih menyeramkan, ungkapan cinta Felix terlihat begitu serius. Cahaya dapat melihat betapa ungkapan itu sangat serius tanpa ada kebohongan. Begitu pun dengan hatinya yang tidak bisa menolak. Tatapan mata Felix yang dalam membuatnya menjadi merasa di cintai begitu besar.


Hingga sesampai nya di rumah Cahaya pun bergegas turun dari mobil, kemudian melambaikan tangan pada Felix.


"Kamu yakin nggak mampir dulu?" Cahaya mencoba menepikan kegundahan hati, dirinya tetap mengingat saat-saat Felix menolong nya barusan.

__ADS_1


"Lain kali saja, cepat masuk!"


Cahaya pun mengangguk, kemudian dengan langkah kaki yang cepat memasuki rumah. Sungguh peristiwa barusan membuatnya ketakutan. Namun, tiba-tiba saja Alex muncul. Berdiri di depan mobil Felix. Entah dari mana datangnya pria paruh baya itu yang kini berjalan mendekati Felix.


"Terima kasih sudah menjaga Cahaya, selesaikan masalah mu dengan Rena jika ingin menikahi Cahaya," Alex pun menepuk pundak Felix. Kemudian pergi begitu saja dirinya selalu mengawasi putri nya kemana pun. Hingga orang suruhan nya sempat kehilangan jejak Cahaya, sampai tiba-tiba peristiwa itu terjadi.


Alex bernapas lega saat mengetahui dari orang nya jika Felix sudah menyelamatkan Cahaya. Alex semakin menyadari jika cinta Felix tidak main-main, saat ini dirinya membebaskan Felix jika ingin menikahi putrinya.


Sepanjang perjalanan menuju rumah, bibir Felix terus saja tersenyum bahagia. Sebab, Alex sudah memberikan lampu hijau untuk nya memiliki Cahaya. Hanya saja kini ada dua masalah yang begitu mengganjal di benaknya.


Yang pertama: Mengejar cinta Cahaya yang belum juga di dapatkan.


Yang kedua: menyelesaikan kesalahpahaman dengan Rena.


Sesampainya di rumah Felix pun mencoba untuk memasuki ruang CCTV, kemudian memeriksa rekaman beberapa hari yang lalu.


Felix pun menyadari sebagian besar data ada yang hilang.


"Kenapa tidak ada?" Felix kembali melihat dengan teliti, tetapi tidak juga tampak apa yang dicarinya.


"Apa ada yang terlebih dahulu sebelum aku?"


Felix kini mencurigai ada seseorang yang terlebih dahulu mengambil nya. Kini pikirannya mengarah pada Rena, memikirkan jika Rena adalah tersangka di balik semua ini.


Berniat untuk mencari kebenaran dari kecurigaan nya, hingga tidak sengaja berpapasan dengan Adnan.


Adnan melihat Felix keluar dari ruangan yang di ketahuinya sebagai ruangan tempat pengecekan rekaman CCTV.


"Kenapa menatap ku begitu?" Tanya Felix.


Adnan pun mengangkat bahunya kemudian pergi begitu saja tanpa ingin peduli tujuan Felix memasuki ruangan tersebut. Felix pun mengambil ponselnya meminta seseorang untuk menolongnya.

__ADS_1


Tentu saja dengan senang hati Riki bersedia, keduanya cukup lama bersahabat. Tetapi kini persahabatan mereka semakin dekat saja.


__ADS_2