Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2
Vanya dan Vanya...


__ADS_3

Riki pun merasa lebih baik setelah melihat Vanya, hingga akhirnya bisa menuju kantor memulai pekerjaannya seperti hari-hari biasanya.


Namun, ternyata ada Felix yang menunggunya di ruangan. Membuat Riki terkejut melihat kehadiran sahabatnya tersebut.


"Kenapa? Kau tidak senang melihat aku di sini?" Tanya Felix dengan wajah seriusnya.


Riki pun melangkah masuk kemudian duduk di kursi kebesarannya.


Untuk apa lagi Felix datang kalau bukan untuk memarahinya, karena Riki melewatkan rapat dua jam yang lalu. Memilih melihat keadaan Vanya dari pada menemui Felix untuk rapat proyek terbaru.


"Maaf, Bro. Aku sedang ada pekerjaan penting," Riki langsung mengatakan maaf, sebab sudah pasti tujuan utama ingin meluapkan kekesalan padanya.


"Seperti apa? Sampai kau membuat ku menunggu dan akhirnya aku yang datang ke sini? Untung saja kita teman, jika tidak aku memilih untuk membatalkan proyek kita!" Felix masih mengutarakan kekesalannya, sebab begitu kecewa atas apa yang di lakukan oleh Riki.


Riki tersenyum saat melihat kemarahan seorang Felix. Bahkan tidak membuat seorang Riki tersinggung, apa lagi sampai membalas dengan kemarahan.


"Tapi sepertinya wajah mu bersinar sekali?" Felix dapat melihat raut kebahagiaan yang terpancar dari wajah pria tersebut, namun kebahagiaan apa Felix pun tak tahu pasti.


Riki menggerakkan sebelah alis matanya, membenarkan apa yang di katakan oleh Felix.


"Memang kau sahabat yang paling mengerti tentang aku," Riki tersenyum bangga karena hanya Felix yang dapat membaca isi pikirannya.


"Kau punya mangsa baru!" Tebak Felix.


"Dia sangat cantik dan cerewet, sayangnya masih ingusan. Tapi, kau tahu? Dia sangat menggoda," Riki menutup mata membayangkan saat Vanya sedang memakai pakaian renang.


Sering kali dirinya mengintip dari jendela kamar saat wanita tersebut sedang asik belajar berenang tepatnya, membuatnya semakin penasaran pada seorang Vanya.


Lagi-lagi di kepala Riki hanya ada Vanya dan Vanya tanpa ada yang lainnya.


Bahkan beberapa malam ini Riki merasa tidak tertarik untuk mengunjungi club malam untuk sekedar minum apa lagi berkencan dengan wanita malam.


"Wah, sepertinya wanita itu sangat menarik ya. Tapi, bagiku kau sama saja, begitu pada setiap wanita," Felix pun mendesus kesal, sebab setahunya selama ini Riki tak pernah bisa untuk tetap bertahan pada satu wanita.


Sehingga kali ini pun sepertinya sama saja, apa lagi yang di harapkan seorang Riki jika bukan sebuah kepuasan semata.


Riki tertawa kecil mendengar luapan kekesalan Felix, tetapi mungkin juga itu benar.


"Jika bisa bersenang-senang kenapa tidak? Lagi pula wanita itu tempatnya bersenang-senang," jawab Riki dengan konyol.

__ADS_1


"Dasar gila!"


"Terserah, tapi aku hanya memikirkan saat ini. Body mulus, sepertinya aku sekarang berpindah selera. Tidak ada salahnya mencoba rasa baru," jelas Riki dengan pikirannya yang benar-benar melayang jauh.


"Dasar tidak waras!"


Ini adalah satu kekurangan Riki di mata Felix, tak bisa setia pada satu wanita. Walaupun Felix tidak pernah tahu masa lalu Riki seperti apa.


"Aku harus bisa mendapatkannya, minimal sekarang pegang-pegang."


"Ahahahhaha," mendadak Felix tertawa terbahak-bahak mendengar pernyataan Riki.


Membuat Riki merasa bingung dan aneh, Felix yang jarang tertawa malah merasa lucu dengan penjelasannya.


"Ada yang lucu?" Riki benar-benar kebingungan, apakah yang membuat Felix menjadi tertawa.


Sedangkan Felix masih saja tertawa, sebab wajah bingung Riki malah semakin terlihat lucu.


"Apa untuk kali ini kau sudah mendapatkannya? Sejak kapan seorang Riki sulit untuk meniduri wanita?" Felix masih saja tertawa kecil, meskipun tidak lagi sekencang awalnya.


Tetapi sungguh kali ini merasa ada yang berbeda, tampak Riki butuh perjuangan untuk bisa mendekati seorang wanita. Bahkan Riki sendiri yang mengatakan bahwa wanita tersebut masih ingusan. Sedangkan Riki malah kesal saat Felix menertawakan dirinya habis-habisan.


"Dia sangat cerewet dan aku sedikit tertarik padanya, aku pastikan dia akan mengejar ku. Apa lagi jika aku menidurinya, karena aku yakin dia masih original," ujar Riki.


"Ahahahhaha......."


Sungguh sangat ironis memang, tetapi kali ini Riki sedang menginginkan seorang bocah.


"Tapi, uang bisa membuat manusia berubah. Paling nanti aku hanya perlu menunjukan lembaran dollar. Wanita mana yang tidak suka dollar?" Riki tersenyum remeh, baginya Vanya pun pasti akan tergiur dengan sejumlah uang.


Bukankah wanita dari kalangan bawah hanya menginginkan uang.


"Baiklah, selamat berjuang. Dan tanda tangan!" Felix melemparkan sebuah berkas kesepakatan kerja sama antara mereka, meskipun sebenarnya Riki yang seharusnya menemui Felix.


Tetapi karena Felix sudah menganggap Riki saudaranya semua bisa di maafkan dengan mudahnya.


"Kau harus berhasil mendapatkan wanita itu, karena hari ini aku sudah menjatuhkan harga diri untuk menemui mu!" Tegas Felix.


"Tenang, tidak ada yang tidak tertarik pada ku. Begitu juga wanita itu, minimal sampai aku berhasil menidurinya. Setelah itu biar saja dia mengejar diri ku," kata Riki dengan bangganya.

__ADS_1


Felix geleng-geleng kepala mendengar pernyataan Riki, entah kapan Riki bisa mencintai satu wanita.


Setia tanpa ada lagi wanita lainnya.


"Aku berharap kau bisa mendapat seorang wanita yang benar-benar merubah mu menjadi lelaki setia," ujar Felix di selingi tawa kecil.


"Ahahahhaha," Riki merasa lucu mendengar keinginan Felix.


Meskipun demikian tetap saja Riki terharu dan tidak tahu apakah keinginan Felix bisa terkabul.


Mengingat Riki masih saja ingin bahagia dengan caranya.


Meskipun entah cara yang seperti apa, jika di tanya menderita atau tidak? Tentu saja iya. Karena dirinya juga lelah terus begini, tetapi menutup kekosongan di hati dengan hebatnya.


"Baiklah," Felix pun bangkit dari duduknya, kemudian mengulurkan tangannya pada Riki.


"Selamat bekerja sama Tuan Riki."


Riki pun bangkit dan membalas uluran tangan Felix.


"Semoga kerja sama kita berjalan dengan baik," jawab Riki.


"Tentu, karena yang tidak baik itu hanya urusan hati mu," Felix pun menyindir Riki, sebelum akhirnya benar-benar pergi.


Riki mengangkat bahunya, tidak memikirkan apa lagi sakit hati dengan apa yang di katakan oleh Felix. Karena apa yang di katakan oleh sahabatnya tersebut memanglah benar adanya.


Dirinya juga tidak tahu apakah nantinya akan bisa bahagia dengan satu wanita saja.


Trauma di masa lalu membawanya pada jurang kehancuran, yang tak tahu kapan bisa di sembuhkan.


Tapi percayalah Riki kini lebih memikirkan tentang Vanya, dari pada memikirkan hal lainnya.


Meskipun Riki tidak pernah tahu siapa Vanya sebenarnya.


Persahabatan yang terjadi terbilang belum terlalu lama, apa lagi keluarga Felix menutupi siapa anggota keluarga mereka.


Karena kepentingan pribadi, belum lagi ancaman yang datang dari pesaing bisnis. Ataupun memanfaatkan untuk mendapatkan tujuan.


Sebab, Devan hanya ingin anaknya mendapat pasangan tulus, meskipun berasal dari kalangan bawah tidak menjadi masalah sama sekali

__ADS_1


Tapi apakah mungkin Riki masih bisa sedekat ini dengan Felix jika saja tahu siapa wanita yang kini di maksudnya?


Akankah persahabatan mereka masih terus berlanjut sampai nanti, mengingat Felix tahu seperti apa Riki.


__ADS_2