Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2
Keanehan Vanya.


__ADS_3

Tak lupa dengan ingus yang ikut keluar dari lubang hidungnya.


Ingin sekali Riki muntah karena Vanya yang sangat jorok itu.


Tetapi tetap saja Riki duduk di samping Vanya seperti apa yang di perintahkan oleh bocah itu.


"Aku, nggak tahu salah aku di mana Om. Karena, lagi-lagi nasib percintaan aku kandas," Vanya pun memeluk lengan Riki karena dirinya saat ini sedang terpuruk karena cinta.


Gila!


Wanita aneh yang sedang curhat bukannya Riki iba malah menahan tawa.


"Om, boleh pinjam punggungnya nggak?"


Lihat saja, kali ini malah kembali meminta punggungnya.


Tapi tetap saja Riki bertanya.


"Buat apa?" Riki pun mengambil sendok es krim dari tangan Vanya, kemudian ikut memakan es krim milik Vanya.


"Buat Nyender Om, aku nggak kuat lagi," Vanya pun menyandarkan tubuh rapuhnya kemudian menangis sekeras-kerasnya.


Tetapi sesaat kemudian malah Vanya tertawa terbahak-bahak membuat Riki kebingungan.

__ADS_1


"Apakah karena putus cinta kau menjadi tidak waras?"


Di mata Riki wajah Vanya saat ini benar-benar sangat horor, mengapa bisa wanita ini tertawa terbahak-bahak dan menangis dalam waktu yang sama.


Vanya terus saja tertawa terbahak-bahak, karena merasa perutnya di kocok saat melihat wajah Riki yang semakin kebingungan melihat dirinya.


"Apa otak mu bermasalah?"


"Om, ini es krimnya udah kejatuhan ingus aku. Makanya aku nggak lanjut makan. Eh, malah Om yang makan," jelas Vanya sambil terus tertawa terbahak bahak.


Sedangkan Riki langsung saja bangkit dari duduknya, menuju wastafel untuk memuntahkan es krim yang sudah tertelan barusan.


Kurang ajar sekali.


Mengapa juga memakan es krim tersebut. Mengapa juga es krimnya tak bisa keluar saat Riki memuntahkannya.


"Ahahahhaha," kini Vanya bukannya menangis karena putus cinta melainkan tertawa sampai mengeluarkan air mata melihat Riki tersiksa.


Tampaknya melihat wajah kesal Riki malah menjadi hiburan tersendiri untuknya, biarkan saja sejenak masalah percintaannya menepi, sebab Riki jauh lebih aneh lagi.


"Dasar bocah jorok!"


"Ahahahhaha," Vanya sampai memegangi perutnya, rasanya sangat menghibur melihat Riki yang terus berusaha untuk mengeluarkan kembali es krim yang sudah di telannya barusan.

__ADS_1


"Ada karamelnya kan Om? Itu adalah rasa terbarunya," celetuk Vanya sambil terus di selingi tawa yang begitu menggelegar memenuhi ruangan tersebut.


Pusing sekali melihat wajah bahagia Vanya saat melihatnya menderita, hingga akhirnya Riki pun memilih pergi dari sana. Lagi-lagi kesal bukan main saat melihat wajah Vanya yang bahagia menyaksikan dirinya.


"Om!" Seru Vanya saat Riki semakin menjauh.


Riki memilih tetap melanjutkan langkah kakinya dari pada terus bersama Vanya di sana, lagi lagi wanita itu berkelakuan aneh sekali.


Anehnya tetap saja Riki menyukainya.


"Ahahahhaha......" Vanya pun meneguk mineral agar membuatnya menjadi lebih baik, lelah sekali rasanya menangis setelah itu tertawa.


#########


Sore harinya Vanya pun harus pulang, tetapi kali ini dirinya sendiri bingung harus pulang dengan siapa.


Sedangkan uang di dompetnya pun tidak ada satu rupiah pun.


Begitu banyak tantangan menjadi orang biasa, tetapi Vanya sangat menikmati kebebasan ini.


Hingga akhirnya Vanya pun mendapatkan ide yang cukup brilian.


"Om, anterin aku pulang dong!" Vanya langsung saja meminta Riki yang mengantarnya pulang ke rumah.

__ADS_1


Padahal selama beberapa hari kebelakang ini selalu saja menolak saat Riki menawarkan diri.


Tak jarang pula Riki memaksa dengan caranya bahkan mengancam pula. Tetapi, tetap saja di tolak dengan mentah-mentah.


__ADS_2