Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2
Menjalani masa hukuman!


__ADS_3

Ketika cinta sudah bersemi, maka wajah pun terus saja berseri-seri. Begitulah yang terjadi pada Cahaya. Wanita yang berusia cukup matang untuk menikah tersebut baru kali ini merasakan jatuh cinta. Aneh bukan? Tetapi inilah nyatanya. Malam ini Cahaya tidur begitu lelap, bukan hanya karena terlalu lelah melainkan juga karena rasa bahagia yang tidak terkira.


Sehingga akhirnya pagi hari pun menjelma, pagi yang cerah dengan matahari yang bersinar dengan teriknya.


Bibir Cahaya masih saja tersenyum, membayangkan hari kemarin begitu bahagia bersama dengan orang yang di cintainya.


Banyak yang mereka lewati bersama, dari hal yang menyenangkan, kekonyolan dan juga keanehan yang terjadi.


Hingga akhirnya Jessica pun masuk menemui anaknya.


Jessica ingin bertanya perihal hubungan Cahaya dan Felix saat ini.


Tidak ingin putrinya terus lebih dekat dengan Felix namun tanpa ikatan pernikahan mengingat hubungan mereka sudah begitu jauh.


"Cahaya Apa kamu masih berusaha untuk menunda pernikahan mu dengan Felix?"


"Nggak Mom, aku udah bilang ke Felix, kita akan menikah secepatnya. Jadi terserah sama Mom dan Bunda Nayla maunya kapan."

__ADS_1


Jessica pun tersenyum lega akhirnya Cahaya tak lagi dengan keras kepala nya yang terus saja menolak menikah dengan Felix.


"Baguslah kalau memang begitu. Mom dan Bunda Nayla akan segera mempersiapkan semuanya.


Jessica pun keluar dari kamar putrinya dengan penuh rasa kebahagiaan.


Sedangkan Cahaya segera menuju kamar mandi sebab hari ini dirinya akan menemani Felix kembali untuk berjualan sesuai dengan kesepakatan mereka yang akan membantu seorang Nenek tua untuk menjual pecel.


Walaupun sebenarnya wajah Cahaya begitu masam mengingat sebentar lagi artinya Felix akan menjadi kerumunan para wanita-wanita lagi.


Rasa cemburu pun tidak terkira Cahaya hanya ingin Felix menjadi miliknya tanpa ada orang lain meskipun hanya wanita-wanita yang melirik calon suaminya itu di luar sana.


Sedangkan di seberang sana ada seorang pria yang sudah berusia dewasa tapi tampak seperti anak kecil, kenapa? Lagi-lagi alasannya karena cinta.


Wajah Felix terus saja berseri-seri sambil menikmati sepotong roti sarapan paginya di meja makan bersama dengan Nayla dan Devan.


Nayla pun menyenggol lengan Devan hingga Devan pun meliriknya dan bertanya seakan ada apa, Nayla pun memberikan isyarat menunjuk Felix.

__ADS_1


Hingga akhirnya Devan pun berdehem membuat Felix melihat ke arah kedua orang tuanya itu dengan penuh tanya.


"Apa Cahaya sudah setuju menikah denganmu?" tanya Devan dengan suara baritonnya.


"Iya, secepatnya kami akan menikah."


"Bagus jadi laki-laki itu harus bertanggung jawab, bukan lari dari tanggung jawab!"


"Iya," jawab Felix dengan masam sesaat kemudian Felix pun tersadar mencari keberadaan dua orang adiknya yang tak tampak terlihat di sana.


"Vanya dan Adnan di mana Bunda?"


"Vanya sedang menjalani masa hukuman nya sekarang dia tinggal di belakang di kamar Bibik, sedangkan Adnan pergi ke kampung Kakek. Bunda juga tidak tahu kenapa dia mendadak pergi," jawab Nayla.


Felix pun mangguk-mangguk saat ini yang terpenting adalah Cahaya.


"Bunda mau ke rumah Tante Jessica, mau membicarakan soal pernikahan kalian, Bunda pamit dulu ya," Nayla pun bangkit dari duduknya setelah mendapatkan persetujuan dari Devan untuk pergi menemui Jessica.

__ADS_1


"Bunda, aku juga numpang sama Bunda, "kata Felix.


"Loh, bukannya kamu juga punya mobil?" Nayla bingung sebab tidak biasanya Felix mau menumpang dengan siapa saja, lagi pula mobil anak sulungnya itu begitu banyak.


__ADS_2