Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2
Mungkin kali ini ada jalan terbaiknya.


__ADS_3

"Mas, Kenapa sih, suka banget cari masalah? Udah tahu Ayah nggak bakalan ngerestuin juga!"


Vanya sudah sangat malas berdebat dengan kedua orang tuanya, terutama Ayahnya yang begitu menentang keras hubungannya dengan Riki.


Tapi apa?


Sampai detik ini pun malah Riki yang terus berusaha untuk tetap meminta restu pada Ayahnya.


Vanya sudah terlanjur kesal pada Ayahnya karena tamparan malam tadi.


Bahkan merasa Devan tidak menyayanginya lagi, lantas untuk apa berjuang mendapatkan restu.


"Vanya, kamu tidak boleh berbicara seperti itu. Ayah cuma mau anaknya menikah dengan orang yang benar-benar tulus mencintainya. Justru seharusnya kamu bersyukur karena Ayah begitu menyayangi kamu,"


Vanya pun mendesus kesal, rasanya sangat tidak mungkin Devan merestui hubungan mereka.


Akhirnya dengan berat hati Vanya pun menuruti apa yang dikatakan oleh Riki.


Hingga kini mereka berada di depan gerbang rumah mewah milik Devan.


Sela langsung melangkah masuk, saat melihat pintu yang terbuka dengan lebar.


"Permisi."


Nayla yang sedang duduk bersama Devan pun melihat kedatangan Sela, Vanya yang berdiri di belakang tubuh Riki. Seakan dirinya sedang berlindung di balik tubuh tegap Riki.


"Vanya," Nayla langsung menghampiri anaknya, memastikan bahwa keadaan anaknya baik-baik saja. Sebab sejak semalam dirinya terus merasa khawatir akan putrinya tersebut.


"Bunda, maaf ya. Aku bikin Bunda panik ya?" Vanya langsung memeluk Nayla, sebab dirinya tahu Nayla tampak begitu khawatir akan dirinya.

__ADS_1


Seperti apapun kerasnya Vanya akan luluh hatinya jika sudah melihat wajah Nayla.


"Ya sudah, yang penting kamu sudah kembali," Nayla tidak ingin mempermasalahkan lagi, baginya Riki adalah orang yang baik karena masih mengantarkan Vanya untuk pulang ke rumah.


"Boleh saya duduk?" Tanya Sela.


Nayla pun kini beralih menatap Sela, sejenak dirinya terdiam hingga akhirnya menganggukkan kepalanya.


Dengan segera Sela pun duduk bertepatan dengan Devan yang juga duduk di hadapannya, hanya meja yang menjadi pembatas.


Felix pun keluar dari kamarnya setelah diberitahu oleh Cahaya tentang kehadiran Riki bersama dengan Ibunya yang mengantarkan Vanya pulang.


Benar saja saat ini di ruang tamu ada tamu yang tampaknya tidak diinginkan oleh Ayahnya.


Namun, belum juga Sela berbicara ternyata Andika juga menyusul datang.


Sebelumnya Sela yang meminta suaminya itu malam tadi saat berada di luar kota melalui sambungan telepon, mengatakan bahwa dirinya ingin meminta suaminya itu datang ke kediaman keluarga Vanya dan berbicara langsung pada Devan.


Nayla dan yang lainnya melihat asal suara, termasuk juga Devan.


Dengan perlahan Andika pun melangkah masuk, tanpa diminta sekalipun Andika langsung duduk di sofa.


Devan dan Andika sepertinya tidak asing lagi, karena kerja sama yang mereka jalani selama ini.


Bahkan kerja sama itu sampai kini diteruskan oleh anak-anak mereka.


Sebab Devan yang memang tidak menyukai dunia bisnis, dirinya menjalankan perusahaan warisan dari orang tuanya hanya sampai anak-anaknya mampu untuk melanjutkan perusahaan.


"Tuan Devan, saya ingin meminta maaf atas semua yang sudah terjadi karena anak kami. Di sini kami memohon kepada Anda, untuk merestui hubungan anak-anak kita, karena kita tahu mereka sudah tidak bisa untuk dipisahkan. Apa lagi keduanya sering bersama, saya rasa keputusan terbaik adalah menikahkan mereka," kata Andika yang langsung berbicara pada intinya.

__ADS_1


Devan menatap Riki yang berdiri di tempatnya, rasanya begitu sulit untuk menerima semua ini.


Tetapi Devan juga mengingat apa yang dikatakan oleh Nayla pagi tadi.


Kurang ajar, seakan istrinya itu membuatnya menjadi tersudut dalam sekejap saja.


"Ingat Mas, tidak ada manusia yang suci. di dunia ini. Termasuk kita, jika saja dosa dapat terlihat mungkin dosa Mas jauh lebih banyak"


Devan tercengang mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya.


Entah apa yang ada di pikiran Nayla hingga berkata demikian.


"Kenapa sekarang malah sepertinya kau mengatakan dia lebih baik dari pada suamimu sendiri? Apa yang ada di otakmu itu?"


"Tidak ada, aku hanya berpikir yang terbaik saja. Aku hanya takut jika nanti kita terlalu keras malah anak kita bunuh diri atau kawin lari itu lebih rendah Mas."


Devan pun terdiam seketika mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya, ingin sekali menolak namun apa daya Vanya terus bersikeras untuk bersama dengan Riki.


Kini Devan pun menepis apa yang di pikirannya, beralih menatap Andika yang tampak mengharapkan restu atas hubungan Vanya dan Riki.


"Vanya, masuk ke kamar!" Titah Felix.


Vanya pun menatap Nayla, saat itu Nayla menganggukkan kepalanya.


Kemudian beralih menatap Sela seakan bertanya, namun sama saja. Sela juga mengangguk diiringi senyuman.


Akhirnya Vanya pun memutuskan untuk pergi menuju kamarnya, meskipun sebenarnya hatinya masih belum tenang.


Tapi sudahlah mungkin kali ini ada jalan terbaiknya, lagi pula Devan pun tampak hanya diam saja.

__ADS_1


Tidak ada keributan seperti sebelumnya saat Riki datang ke kediaman keluarga Vanya.


__ADS_2