Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2
Pertunangan!


__ADS_3

Sesampainya di rumah Felix pun bergegas menemui kedua orang tuanya ingin berbicara perihal pertunangan nya yang akan dilangsungkan esok hari dengan Rena.


"Bunda, aku tidak bisa bertunangan dengan Rena."


"Enak sekali kau berbicara seperti itu! Jangan pernah berpikir untuk melarikan diri besok. Rena itu anak Tante Reyna, mau tahu siapa dia. Tante Reyna itu sudah seperti saudara kandung Bunda, dia yang membantu Bunda merawat kamu. Jangan pernah mempermalukan Bunda, apa lagi Tante Reyna!" Papar Nayla.


Nayla pun segera menuju kamarnya, tidak ingin lagi membahas perihal pertunangan yang ingin di batalkan oleh putranya tersebut. Felix pun mencoba melihat Devan, mungkin saja bisa membantunya. Sayangnya Devan hanya menggerakkan bahunya lalu menyusul Nayla.


Felix pun meninju udara, tampaknya pertunangan tersebut harus benar-benar terjadi. Felix mencintai Cahaya bukan Rena. Namun, malah karena insiden itu Nayla menyimpulkan bahwa dirinya dan Rena sudah melakukan hal di luar batas.


Sejenak Felix pun terdiam, memikirkan bagaimana cara untuk bisa membatalkan pertunangannya.


#########


Keesokan harinya.


Akhirnya hari ini tiba juga, dimana beberapa saat lagi acara pertunangan Felix dan Rena pun akan di langsungkan. Adnan pun memasuki kamar calon Kakak iparnya tersebut. Rena terlihat begitu cantik dengan gaun yang melekat di tubuhnya. Hingga melihat Adnan melalui pantulan cermin. Entah apa tujuannya hingga langsung menemui Rena di kamar yang sedang bersiap-siap.


"Kamu yakin akan bertunangan dengan Kak Felix?" Tanya Adnan meyakinkan dirinya bahwa saat ini Rena tidak dalam keadaan terpaksa.

__ADS_1


Sebab jika terpaksa Adnan bisa membantu Rena untuk membatalkan acara pertunangan tersebut. Apapun caranya. Rena pun terdiam, kembali melihat wajah diri dari balik pantulan cermin.


"Kamu yakin?" Tanya Adnan untuk kedua kalinya.


"Iya," jawab Rena seolah yakin.


Adnan pun mengangguk mengerti.


"Kamu mencintainya?" Tanya Adnan lagi.


'Tidak,' batin Rena.


Rena ingin membuat Felix menyesal karena sudah menghina nya. Bahkan mengatakannya seorang wanita murahan, biar saja wanita murahan yang di sebut Felix itu pada akhirnya menjadi calon istrinya sendiri.


"Baiklah kalau begitu, asal kau bahagia saja."


Adnan pun tersenyum kecut, kemudian membalikkan badannya, lalu pergi.


Rena menatap punggung Adnan, dalam hati bertanya-tanya apakah yang sebenarnya ada di pikiran pria itu.

__ADS_1


Kenapa Adnan seakan tidak ingin pertunangan itu terjadi. Raut wajah Adnan tampak begitu murung, tidak biasanya seperti itu.


Rena pun menepis pikiran buruknya, berpikir itu hanyalah perasaan nya saja.


############


Semua tamu undangan tampak memenuhi acara pertunangan malam hari ini, menyaksikan saat-saat berlangsung nya proses pertunangan Felix dan Rena yang di langsungkan di rumah keluarga besar Felix.


Sejenak Felix terdiam menatap wajah-wajah para tamu undangan tampaknya mencari seseorang yang mungkin begitu berarti baginya. Felix mencari keberadaan Cahaya. Sampai akhirnya dirinya menemukan wanita tersebut.


Cahaya tersenyum menatap ke depan, malam ini terlihat begitu anggun dengan gaun pesta berwarna merah menyala. Bibirnya tersenyum bahagia, sebab sebentar lagi musuh bebuyutan nya akan segera bertunangan. Artinya tidak akan mengusiknya terus-menerus.


Senang sekali tanpa Felix yang mengganggu setiap hari-hari indahnya.


"Aya," Nayla menghampiri Cahaya, jangankan para lelaki. Dirinya saja terkagum-kagum melihat kecantikan Cahaya yang hampir sempurna tanpa kekurangan.


"Bunda," Cahaya pun tersenyum menyapa kembali.


"Aduh cantiknya," Nayla memegang wajah Cahaya seakan mengagumi.

__ADS_1


"Terima kasih Bunda," lagi-lagi Cahaya tersenyum, sesaat kemudian melirik Felix yang berdiri di depan sana.


Mata Felix tidak pernah berkedip hingga akhirnya ada yang menepuk pundaknya.


__ADS_2