Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2
Saling cinta!


__ADS_3

"Sepertinya iya."


Dunia serasa berhenti berputar seketika, mendengar jawaban Jessica rasanya cukup membuat hati tersentak hebat tiba-tiba. Sejak bertahun lamanya Alex menantikan ini, menanti cinta dalam diamnya terbalas. Malam ini yang menjadi saksi dimana telinganya mendengar suara itu. Bahagia tiada terkira, dengan rasa tak percaya tapi inilah nyatanya.


"Jessica!" Alex pun menjauhkan dirinya, mencoba untuk menatap wajah Jessica.


"Apa?"


"Kamu sadar nggak tadi ngomong apa?"


"Emang aku ngomong apa?" Tanya Jessica kembali sambil memeluk Alex.


Ada rasa malu dan sedikit lucu, berteman sudah begitu lama tapi kini terasa begitu berbeda.


"Jessica, jawab dulu! Kamu serius udah sayang sama aku?"


"Ish apaan sih!" Jessica memilih memeluk Alex dengan eratnya.


Menyimpan wajahnya yang penuh raut bahagia. Malu tiada terkira saat menjawab pertanyaan tersebut dengan sebenarnya.


"Jawab dulu, atau aku nggak mau di peluk!"


Alex menjauh dan tidak ingin dipeluk oleh Jessica.


"Ya udah, nggak mau, nggak apa-apa!"


Jessica pun menyilangkan tangannya di dada, memasang bibir mengerucut kesal pada Alex.


Alex tersenyum melihat bibir Jessica, persis seperti Cahaya jika dilihat-lihat.


"Kamu itu mirip Cahaya"


"Aku Momnya!"


"Iya," Alex terkekeh geli melihat tingkah Jessica saat ini.


"Ya udah, ngapain ngomong begitu?"


"Aku diem!"


Tik.....Tik...Tik...


Hening tanpa suara, kecuali suara jarum jam yang berputar. Jessica pun mencoba mengintip, melihat Alex yang berdiri tidak jauh darinya yang duduk di sisi ranjang.


Alex tersenyum sambil menggerakkan kedua alisnya menggoda Jessica.


Huuuufff.


Jessica pun menarik napas, kemudian meletakkan bantal guling sebagai pembatas tempat tidur.


"Awas kalau berani lewat! Ini pembatas!" Geram Jessica.


Bagaimana bisa tidak mencintai Jessica, kalau sikapnya saja sangat menggemaskan begini. Persis seperti kekanak-kanakan sekali.


"Di larang tersenyum liat aku!" Kesal Jessica lagi.


"Siapa bilang aku senyum, pede sekali!"


Alex pun naik ke atas ranjang dan berbaring sambil melihat ke langit-langit kamar.


Sedangkan Jessica tidur dengan memunggungi Alex, masih kesal karena tidak diberikan pelukan.


"Kamu ngambek ya!" Tanya Alex hati-hati.

__ADS_1


"Aku udah tidur!" Ketus Jessica dengan mata terpejam.


Mmmmfffffpp!


Alex menahan tawa mendengarnya, kemudian melihat Jessica lagi.


"Kamu cinta aku nggak? Kalau dijawab, aku peluk loh," kata Alex.


Jessica mendengarkannya, hanya saja berpura-pura sudah tertidur karena tidak mau mengatakan bahwa dirinya sudah jatuh hati pada Alex.


Bibir Jessica terlalu berat untuk terbuka dan mengatakan hal tersebut, malu menjadi pendukung maka lengkap sudah semuanya.


Sedangkan Alex tahu Jessica belum terlelap, kemudian kembali berkata.


"Aku mau bikin nasi goreng ah," Alex pun mendudukkan dirinya sambil melihat Jessica.


"Nggak enak!" Jawab Jessica tiba-tiba.


Alex mengangguk sambil tertawa kecil.


"Nggak apa-apa, sama Aya kayaknya seru nih pasti Cahaya minta di suapin," imbuh Alex lagi memanas-manasi Jessica.


"Terserah" Akhirnya Jessica benar-benar kesal, memilih masuk ke bawah selimut seakan tidak perduli.


Alex pun ikut masuk kedalam selimut dan melihat Jessica.


"Apaan sih!" Jessica membuka selimut kesal pada Alex, dengan cepat duduk begitu pun dengan Alex.


"Kamu mau tidur tanpa ganti baju?"


"Biarin!"


"Hehe," Alex menarik Jessica ke dalam pelukannya, istrinya sedang marah karena Alex menolak dipeluk. Padahal hanya untuk mendengarkan kata cinta lagi dari bibir Jessica. Tapi sepertinya begitu sulit melihat Jessica yang masih malu-malu kucing.


Tapi sesaat kemudian tiba-tiba Jessica menjauh.


"Aku nggak mau dipeluk!"


"Kok gitu?"


"Nggak mau!"


"Ya udah!" Alex mengangkat bahunya santai, seakan biasa saja.


"Ish, kamu itu ngeselin banget!" Jessica mengambil bantal dan memukuli Alex.


Alex tertawa terbahak-bahak melihat wajah kesal Jessica.


"Kok ketawa? Kamu ngejek aku ya?"


Tidak terima ditertawakan Jessica terus saja memukul Alex tanpa hentinya.


"Nggak, siapa bilang!"


"Itu buktinya kamu ketawain aku"


"Ya udah deh, aku tidur diluar aja!" Alex segera turun dari ranjang, kemudian berjalan ke arah pintu kamar


"Alex!" Seru Jessica.


"Em" Jawab Alex dengan malas.


"Aku nggak bisa tidur sendiri, gimana kalau aku butuh sesuatu!"

__ADS_1


"Biarin!" Kata Alex berpura-pura.


Sedangkan Jessica sedang berusaha untuk membuat Alex tetap tidur dikamar bersamanya.


"Kamu jahat!"


"Bilang dulu kamu sayang sama aku!"


Degh!


Jessica pun tidak mengerti mengapa bisa bibirnya begitu sulit mengatakan bahwa ada cinta untuk Alex, namun dari dalam lubuk hati terdalam kini Jessica terbiasa nyaman dalam dekapan Alex.


"Kamu nggak mau? Aku keluar! Ngapain meluk kamu, kamu aja nggak sayang sama aku. Aku doang yang sayang sama kamu!" Alex memegang gagang pintu, ngin segera keluar.


"Alex!"


"Apa!"


"Iya!"


"Apanya yang iya!" Tanya Alex sambil menahan tawa.


"Iya, iya aja! Itu aja. Yang tadi kamu bilang aku jawab iya!" Jessica pun memegang selimut dengan gemas, karena Alex terus saja memaksanya.


"Kamu nggak jelas?" Alex pun membuka pintu dan ingin keluar.


"Aku sayang kamu!" Seru Jessica dengan refleks.


Alex pun terhenti seketika, menutup pintu kembali.


Akhirnya kata itu terlontar juga, sebab dirinya dari tadi hanya berpura-pura ingin tidur di luar. Padahal tidak sama sekali.


Sedangkan Jessica menutup mulutnya dengan tangan, merasa malu yang begitu luar biasa.


"CK" Alex berdecak kagum dengan bibir Jessica yang mengatakan hal indah barusan, benar-benar rasanya itu sangat berbeda seketika.


"Dari tadi kek ngomong! Biar aku nggak usah capek-capek pura-pura mau tidur di luar," omel Alex.


"Kamu tadi pura-pura doang?!" Jessica tampak shock mendengarnya.


"Iyalah, kalau nggak begitu mana mau kamu bilang sayang ke aku!"


"Ish! Kamu jahat!"


"Kan aku sayang kamu!"


Wajah Jessica merah padam seketika itu juga, kata sederhana dari bibir Alex benar-benar membuatnya melayang menembus langit seketika itu juga.


Alex pun mencolek Jessica.


"Mau peluk nggak?"


Jessica pun mengangguk malu.


"Sini aku peluk" Alex pun memeluk Jessica kembali.


Bunga-bunga seakan bertaburan disekelilingnya, menambah kesan keindahan luar biasa.


Malam yang dingin seketika berubah hangat dan penuh cinta.


Dua anak manusia yang kini membina rumah tangga dalam mahligai pernikahan mereka.


Tidak ada lagi pernikahan karena keterpaksaan melainkan keduanya saling cinta.

__ADS_1


__ADS_2