Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2
Menentang keras!


__ADS_3

Buukkk!


Felix mendapatkan bogem dari Alex, amarahnya mendidih seketika mengetahui apa yang telah terjadi.


"Om, aku sangat mencintai Cahaya. Aku ingin menikahinya. Dan ingin bertanggung jawab atas apa yang telah kami lakukan," papar Felix dengan mengusap bercak darah yang keluar dari sudut bibirnya.


"Bagaimana kamu menikahi Cahaya? Sedangkan untuk menyelesaikan masalah mu dengan Rena saja sampai saat ini tidak bisa?" Kata Alex.


Felix pun tertunduk membenarkan apa yang di katakan oleh Alex memang benar adanya.


"Bagaimana jika Cahaya hamil Om? Tanpa suami!" Tanya Felix.


"Nggak!" Cahaya panik saat mendengar apa yang di katakan oleh Felix.


Dirinya dan Felix tidak pernah melakukan hubungan terlarang itu, jadi tidak selayaknya Felix mengatakan demikian.


Cahaya memang ingin menikah dengan Felix tetapi tidak dengan cara gila.


"Diam!" Sergah Alex.


Emosinya semakin meninggi seiring dengan apa yang di katakan oleh Felix.


Alex memang sudah dewasa, tetapi untuk menyangkut Cahaya tidak akan bisa santai menghadapi nya. Sebab, Cahaya adalah kelemahan nya.


"Cahaya, katakan! Apa benar kamu serendah itu?" kali ini Jessica yang bertanya kepada putrinya.


Dirinya juga sebenarnya tidak sanggup jika saja semua itu adalah benar. Rasanya dadanya begitu sesak.


"Nggak Mom," jawab Cahaya dengan cepat.

__ADS_1


"Cahaya, jangan berbohong," dengan cepat Felix pun menimpali, berharap Alex dan Jessica percaya pada pengakuan nya.


Jika mungkin saat ini juga menikahi Cahaya, tidak perduli dengan resiko nya.


"Cukup Felix! Cukup! Kita tidak pernah sejauh itu! Jangan berbohong! Aku tidak suka lelaki pembohong!" Seru Cahaya penuh tekanan, agar Felix paham keadaan saat ini.


Di sini bukan hanya cinta terhadap seorang yang mampu membuat nya tertarik, tetapi ada cinta kedua orang tua nya yang begitu besar. Tentunya Jessica dan Alex akan sangat kecewa jika saja dirinya melakukan perbuatan rendah.


"Aya, kamu jujur sama Mom dan Dad. Apa benar kamu sudah melakukan itu dengan Felix?" Kali ini Alex yang bertanya, ingin mendengar satu kali lagi dengan jelas.


Felix menatap Cahaya, berharap agar Cahaya menjawab iya. Namun raut wajah kecewa tampak jelas di wajah Felix saat jawaban Cahaya tidak sesuai keinginan nya.


"Nggak, aku nggak pernah lakuin itu. Aku masih suci, Ayah Dokter. Ayo kita cek?" tawar Cahaya meyakinkan kedua orang tuanya.


Alex merasa putrinya tidak berbohong, menyimpulkan bahwa Felix lah yang telah berbohong. Kini mengarahkan tatapan tajam pada Felix, kedua tangannya terkepal hingga buku-buku jarinya terlihat jelas.


"Om, aku sangat mencintai Cahaya." Lagi -lagi Felix berusaha untuk meyakinkan bahwa cintanya begitu besar.


Alex tidak mau menghancurkan keponakan nya Rena, bagaimana pun Rena adalah anak dari Reyna yang tidak lain adalah adik kandung Alex.


Sedangkan Felix sudah bertunangan dengan Rena, tanggal pernikahan pun sudah ditentukan oleh keluarga.


Apa jadinya bila pernikahan itu batal.


Apa jadinya jika Cahaya adalah tersangka di balik semua yang terjadi?


Alex tidak mau menghancurkan keluarga nya sendiri.


"Om, aku tidak bisa. Aku berjanji akan membuktikan bahwa, aku dan Rena tidak melakukan apa-apa. Tidak pernah melakukan seperti yang di pikirkan oleh orang lain," Felix yang panik pun terus berusaha untuk meyakinkan Alex.

__ADS_1


Sayangnya tidak membuat Alex merasa iba sama sekali.


"Cahaya, masuk kamar!" Titah Alex menatap putrinya. Cahaya terdiam sejenak sambil menatap Felix.


"Jangan pernah berhubungan dengan Felix lagi!" Kata Alex lagi.


"Dad, Aya..."


Tatapan mata Alex yang begitu tajam membuat nya kehilangan keberanian untuk mengutarakan isi hatinya. Cahaya di didik dengan rasa sopan dan menghargai orang lain terutama pada kedua orang tuanya. Sehingga tidak ada keberanian untuk membantah apapun yang di katakan oleh Alex dan Jessica. Begitu pun juga dengan saat ini, Cahaya hanya terdiam dengan hati yang berkecamuk


"Aya!" Alex memanggil nama putrinya, sebab Cahaya sepertinya tidak ingin berpindah dari tempatbnya.


"Tante, tolong katakan pada Om Alex. Aku tidak bisa tanpa Cahaya," kini Felix yang memohon pada Jessica berharap dapat membantu nya.


"Tante merestui kalian jika memang kalian saling mencintai, hanya saja posisinya sekarang berbeda. Kamu sudah mempunyai calon istri, calon istri mu itu Rena! Rena itu adalah sepupu Cahaya! Tante tidak mau Cahaya menjadi perusak hubungan kalian, bukan hanya hubungan antara kamu dan Rena yang rusak. Hubungan keluarga ini juga akan rusak, persahabatan Tante dan Bunda mu juga jadi taruhan nya!" Jelas Jessica dengan panjang lebar. Walaupun dirinya masih begitu lemah, tetap saja berusaha untuk menjelaskan.


Tahu Felix yang nekat nantinya malah melakukan hal-hal di luar akal sehat. Jessica takut apa yang di rasakannya terjadi pada putrinya.


Jessica takut jika Cahaya harus merasakan rumah tangga yang pahit, penuh perjuangan dan air mata. Jessica terlalu trauma dengan itu semua, sehingga tidak ingin putrinya terjebak dalam cinta yang sebenarnya hanya menjerumuskan dalam luka yang begitu dalam.


"Aya, masuk ke kamar!" Kali ini Jessica yang memerintahkan Cahaya.


Cahaya pun mengangguk, dirinya melihat Jessica yang memegang dada. Tidak ingin melihat Jessica kenapa-kenapa.


"Aya!" Seru Felix.


"Pergi!" Alex menunjukkan arah pintu, tidak ingin melihat Felix lebih lama di hadapannya.


"Om..."

__ADS_1


"Pergi!"


Felix pun hanya tertunduk dalam kesedihan bahkan kini Alex pun sudah menentang keras hubungan nya dengan Cahaya.


__ADS_2