
Felix dari kecil dibesarkan oleh kedua orang tuanya dengan rasa tanggung jawab. Maka begitu juga dengan saat ini, Felix akan bertanggung jawab atas apa yang sudah diperbuatnya.
Tanpa gentar sedikitpun Felix memenuhi panggilan Alex yang memintanya datang. Di perusahaannya, kini Felix adalah pewaris utama di keluarga Bima Putra. Dan Alex menunggunya di sana. Duduk di sofa menatapnya tajam yang masih berdiri di ambang pintu. Alex pun bangkit dari duduknya menghampiri Felix.
"Aku tahu semua yang kau lakukan sampai memasuki kamar putri ku pun, aku tahu," papar Alex.
Huuuufff.
Sejenak Felix menegang tapi itu memang benar adanya. Seperti kata awal. Felix siap menanggung semua perbuatannya kecuali tidak untuk menjauhi Cahaya.
"Aku tidak tahu, apakah Ayah mu tahu hal ini atau tidak. Tapi satu hal yang aku ingin beritahu, aku tidak suka cara mu mendekati putri ku dengan cara seperti tadi. Dia sangat ketakutan," Papar Alex. Menatap Felix dari ujung kaki hingga ke atas.
"Aku mencintainya Om," papar Felix dengan jelas.
Alex pun mengangguk kemudian menghajar Felix dengan begitu kuat. Felix pun terjatuh di sudut ruangan. Bukan tidak mampu untuk membalas, bahkan bisa saja mematahkan tulang Alex dengan kemampuan ilmu beladiri yang dimilikinya. Tapi tidak di lakukan karena Alex adalah seseorang yang harus diyakinkan nya untuk memiliki Cahaya. Alex pun menarik Felix untuk berdiri dan kembali menghajar Felix. Felix pun tersenyum tanpa ingin melawan sama sekali.
"Kenapa kau mencintai putri ku?"
"Karena aku tidak bisa tertarik pada wanita lain!" Papar Felix.
"Kenapa kau tidak bisa mencintai wanita lain?"
"Karena Cahaya sudah menarik perhatian ku sejak kami masih duduk di bangku SMP!!!"
__ADS_1
Alex pun tersenyum miring mendengar jawaban Felix.
"Bagaimana dengan Rena?"
"Aku tidak mencintainya Om, lagi pula itu hanya salah paham."
"Selesaikan dulu masalah mu dengan Rena, jika ingin menikahi putri ku!" Papar Alex.
Felix pun mendongkak terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Alex.
Apakah Alex merestuinya?
Felix sangat merasa bahagia jika benar demikian. Senyum bahagia pun muncul begitu saja. Hingga tiba-tiba Alex menendang perut Felix.
"Om, tolong jangan katakan pada Ayah, Aku berjanji akan menyelesaikan masalah ini dengan baik"
Alex pun mengangkat bahunya kemudian pergi, dirinya tidak melarang Felix jatuh hati pada putrinya. Sebab, tahu pasti Felix adalah lelaki yang bertanggung jawab.
Rasa cinta pun mengalahkan segalanya, kini bibir nya hanya tersenyum karena sudah mendapat lampu hijau dari Alex.
Sesaat kemudian Cahaya pun muncul, wajahnya penuh kemarahan dengan tangannya yang membawa sebuah kayu. Dan itu adalah kayu yang di berikan oleh Alex untuk menghajar Felix.
"Felix!" Teriak Cahaya.
__ADS_1
Felix pun terkejut melihatnya.
"Kamu ya, ternyata kamu yang menyusun sandiwara tadi. Aku sudah hampir mati!" Cahaya pun menghajar Felix dengan kayu di tangannya.
Karena Alex sudah mengatakan semuanya, sebab dirinya tidak tega melihat Cahaya terus ketakutan. Bahkan tidak ingin lagi bekerja di rumah sakit sedangkan menjadi seorang Dokter adalah cita-cita anaknya sejak kecil. Cara ampuh mengobati rasa takut Cahaya adalah dengan mengatakan sejujurnya.
"Cahaya, ampun," Felix pun menyilangkan tangannya untuk melindungi dirinya.
Cahaya pun terdiam menatap wajah Felix dari jarak yang begitu dekat. Begitu juga dengan Felix yang terus saja menatap wajah Cahaya penuh kekaguman. Sampai akhirnya tanpa sengaja kaki Cahaya tersandung pada meja hingga terjatuh dan menindih Felix. Hingga dengan sengaja Felix mencium bibir Cahaya.
"Felix!" Cahaya pun cepat-cepat bangkit dan kembali memukuli Felix dengan kayu di tangannya.
"Ahahahha," Felix pun tertawa terbahak-bahak karena dapat mencium Cahaya.
"Aku akan mengatakan ini pada Daddy!"
"Aku sih, yes. Sudah pasti kita akan segera menikah," jawab Felix dengan santainya.
Cahaya pun semakin kesal dan menghentakkan kakinya seperti anak kecil.
"Awas yang di dalam kenapa-kenapa sayang, Mas takut," seloroh Felix.
"Bunda Nayla!" Teriak Cahaya kesal.
__ADS_1
"Ahahahha," Felix lupa dirinya yang sudah babak belur karena di hajar oleh Alex, melihat wajah Cahaya sungguh menjadi obat mujarab.