Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2
Nggak nolak!


__ADS_3

Rena memeluk Adnan di bawah selimut tebal yang menutupi tubuh polos keduanya.


"Mas Adnan, nggak akan lari dari tanggung jawabkan?"


"Lari? Tanggung jawab?" Adnan bingung dengan pertanyaan istrinya tersebut.


"Kan, kalau aku tiba-tiba hamil gimana?"


"Tiba-tiba? Dari mana datangnya tiba-tiba hamil, kalau tidak di hamili?"


"Ish!" Rena pun mencubit perut Adnan, kesal sekali rasanya ulah manusia yang sudah membuatnya tak suci lagi itu.


"Tapi kamu lebih cantik dari yang di foto itu ternyata," Adnan membayangkan kembali saat dirinya tanpa sengaja melihat Rena hanya dengan bikini di kolam renang, tetapi juga mengabadikan gambar tersebut.


Sedangkan Rena malah bingung dengan perkataan suaminya itu.


"Kamu punya wanita lain ya?" Wajah Rena pun berubah masam, dirinya takut jika benar Adnan memiliki wanita yang lain selain dirinya. Belum lagi dirinya sudah tak perawan lagi akibat suaminya tersebut.


"Iya, sih. Wanita itu cantik dan mirip dengan mu."


"Apa?"


"Tunggu dulu, mau kemana? Lihat dulu orangnya!" Adnan meraih ponselnya dan mencoba untuk menunjukkan pada Rena.


Rena menolaknya dengan tegas, tetapi pada akhirnya malah merasa penasaran dan melihatnya. Namun, malah melihat dirinya sendiri.


"Mas Adnan, kamu ngintip aku!" Tatapan mata Rena penuh kemarahan, seakan ingin menelan Adnan hidup-hidup.


"Aku nggak ngintip, aku nggak sengaja. Sejak saat itu otak ku selalu ternodai, apa kamu tidak kasihan pada ku jika setelah menikah pun masih perlu menunggu?"


"Apa sih, nggak jelas banget."


"Tapi serius, kamu manis banget"


"Dasar tukang ngintip! Semoga bintitan!"


"Hehehe, anggap saja itu tanda jadi. Karena itu aku lebih bersemangat untuk menikah dengan mu," Adnan pun tersenyum menggoda membuat Rena tersipu malu.


"Mas, apaan sih!"


"Lagi yuk?"


"Kamu nggak sayang sama Mas?"


"Nggak!"

__ADS_1


"Yakin!"


"Nggak nolak sih," Rena pun cengengesan sambil tersenyum bahagia.


Akhirnya Adnan pun kembali mencium bibir istrinya itu, kini Rena pun membalas dengan begitu panas. Liukan lidah keduanya seakan begitu rumit, tak ada satupun yang ingin mengalah begitu saja.


Dengan perlahan tangan Adnan pun mengarahkan tangan Rena pada senjata miliknya. Rena merasa malu, walaupun begitu tetap saja memainkan benda tersebut.


"Lebih kencang sayang," pinta Adnan.


Sungguh tangan Rena jauh lebih nikmat rasanya dari pada hanya sekedar melakukan sendiri dengan membayangkan wajah Rena.


Sampai akhirnya Rena pun menghisap es krim tersebut, sungguh itu adalah pengalaman pertamanya. Sehingga hampir muntah saat merasakan ada lendir yang mendadak menyembur dari dalamnya.


Adnan terkekeh melihat tingkah Rena, tapi tidak apa. Anggap saja itu adalah pelajaran pertama untuk istrinya tersebut.


Jika sudah menyembur apakah Adnan sudah lemah, tentu saja belum.


Dirinya benar-benar tidak bisa berhenti sebelum istrinya yang benar-benar tak sanggup lagi untuk hari ini.


Adnan pun mulai menyusu seperti bayi kehausan, membuat Rena merintih merasa nikmat yang begitu luar biasa.


"Mas," Rena semakin menekankan kepala Adnan agar semakin kuat melakukan hal tersebut, sungguh rasanya sangatlah luar biasa.


"Apa kamu ingin berhenti?" Goda Adnan.


Sambil menggosok-gosokkan miliknya pada bibir milik Rena.


"Mas, jangan gila!"


Adnan pun tersenyum dan akhirnya memasukinya kembali, bergerak dengan penuh kehangatan.


Racauan kenikmatan kian semakin memanas, seiring dengan permainan yang terus berlanjut.


Sedang suara ponsel Adnan terus saja terdengar, tertulis nama Felix di sana. Dari tadi Felix terus mencoba untuk menghubungi Adnan, tetapi sampai saat ini pun tak ada jawaban.


"Kemana anak ini?" Felix tersenyum pada Cahaya yang tengah berbaring di atas ranjang.


Padahal dirinya baru saja ingin memulai permainan, tetapi malah rusak karena Devan mengetuk pintu kamarnya langsung. Sebab, ingin menanyakan siapa yang akan ke luar kota untuk melihat proyek di sana yang sedang bermasalah.


"Kemana dia?" Felix terus saja mengulangi, tetapi tidak bisa di sebrang sana Adnan terlalu asik dengan olahraga nya.


Berbagai gaya sudah dibcobanya, segala bentuk fantasi liarnya kini sudah tersalurkan dengan begitu sempurna.


"Mas, pelan!" Rena membutuhkan waktu untuk mencari udara sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


"Sayang, tidak bisa. Ini terlalu nikmat."


Akhirnya keduanya terkapar, dengan rasa lelah yang begitu luar biasa.


Adnan tersenyum pada Rena begitu juga dengan Rena.


"Kalau aku tahu dari awal jodoh aku itu adalah kamu, udah aku perkosa kamu sejak kecil dulu," seloroh Adnan.


"Mas!" Akhirnya Rena tahu seperti apa isi kepala Adnan selama ini, dan sepertinya dirinya butuh sedikit penyesuaian untuk itu.


"Aku serius, toh...... sekarang juga kamu aku nikahin," jelas Adnan.


"Mas, udah ah!"


"Enak banget, super junior puas parah ini.


"Mas!"


"Hehehe."


"Tapi, janji ya. Tanggung jawab kalau aku kenapa-kenapa."


"Maksudnya?" Adnan tak mengerti dengan maksud Rena, sehingga menatap serius dengan sejuta tanya.


"Aku pernah dengar cerita tentang seseorang, seperti ini ceritanya."


Rena pun menceritakan tentang seseorang yang berasal dari keluarga sederhana yang menjalin persahabatan dengan dua orang dari kalangan berada.


Ada cinta segitiga yang terjalin, Nina yang mencintai Eza dalam diam dan selalu mengobati setiap luka yang di berikan oleh Naya.


Eza sangat mencintai Naya, tapi tidak dengan sebaliknya, Naya selalu menyakiti Eza.


Sampai pada puncaknya Eza mabuk dan melihat Nina sebagai Naya, dalam keadaan itu pula Nina di perkosa yang akhirnya menghadirkan janin di rahim Nina.


Bukan tanggung jawab yang di berikan Eza, melainkan hinaan dan merendahkannya. Begitu pun dengan Naya. Padahal ketiganya adalah sahabat, tapi semua hancur seketika.


Nina pun pendarahan di hadapan Eza dan Naya, Nina memohon agar keduanya menolong demi rasa kemanusiaan semata. Tetapi, yang terjadi justru Eza terang-terangan menginginkan kematian Nina.


Dan ternyata anak yang di kandung Naya bukan anak dari Eza, bagaimana akhirnya? Mungkinkah Eza kembali pada Nina yang adalah seorang wanita yang mengandung serta melahirkan anaknya, atau tetap bersama Naya wanita yang dicintainya itu yang padahal sudah jelas mengandung anak pria lain?


Jika pun menyesal sudah percuma, sebab saat ini Nina malah menikah dengan Om Rio tak lain adalah Adik dari Ayah Eza sendiri.


Pria dingin yang tak tersentuh itu memiliki seorang putri yang terus membuatnya begitu dekat dengan Nina.


Dulu Nina yang mencintai nya dan berusaha untuk memperlihatkan sebuah cinta yang tulus seperti apa. Tapi, sia-sia karena tidak di hargai. Namun, saat cinta itu pergi malah menginginkan untuk kembali.

__ADS_1


__ADS_2