Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2
Aku tidak akan mengatakannya!


__ADS_3

Plak!


Tangan Nanda melayang di wajah Rena, karena Nayla sudah menceritakan apa yang di lihatnya.


"Nanda! Kamu tidak boleh melakukan itu!" Nayla memang membenci apa yang terjadi tetapi tidak membenarkan saat Nanda menampar Rena.


"Apa yang kamu lakukan sangat memalukan!" Kata Nanda pada anaknya.


"Aku mengatakan itu karena ingin mencari solusi bukan malah menamparnya!" Geram Nayla pada Nanda.


Rena memegangi pipinya yang lebam, tanpa sengaja matanya mengarah pada Felix yang duduk di sofa.


Bibir Felix seakan tersenyum bahagia melihat penderitaan Rena.


"Mam....pus," kata Felix dengan tanpa suara, namun bibirnya bergeser dengan jelas hingga tahu jelas apa yang di katakan oleh Felix.


Rena semakin kesal karena terus saja Felix menganggapnya sebagai tersangka dari samua yang terjadi.


"Nikahkan saja!" Papar Nanda.


"Om, aku..."


"Diam! Sejak kapan kau jadi lelaki tidak bertanggung jawab? Bertanggung jawab atas semua yang kau lakukan!" Kata Devan dengan memotong ucapan Felix.


Sepakat untuk menikahkan Felix dan Rena dalam waktu dekat ini adalah keputusan tepat, menimbang Felix yang selalu saja bersikap seperti tidak menghargai wanita dan juga orang lebih tua darinya membuat keputusan Devan tidak dapat di ubah.


Setelah memutuskan menggelar acara pertunangan sebelum pernikahan terjadi, kini Devan bersama Nayla pun berpamitan pulang.


Fikri melewati Rena kemudian berbisik.

__ADS_1


"Kau akan ku buat sengsara!" Felix pun tersenyum penuh kebencian.


"Kita akan sengsara bersama" Tantang Rena dengan suara pelan.


Felix pun mengepalkan tangannya menahan amarahnya yang ingin meluap. Sesaat kemudian pergi mengikuti kedua orang tuanya karena sudah menunggunya di luar.


###########


Siang harinya Vanya langsung menuju rumah Rena, dirinya bingung karena beberapa kali menghubungi tidak satu kali pun dijawab. Belum lagi berita tentang pertunangan Felix dan Rena yang akan di laksanakan dalam waktu dekat ini membuatnya shock.


Nayla yang mengatakan sendiri bahwa malam tadi Felix dan Rena melakukan hubungan suami istri. Sehingga membuatnya benar-benar shock.


"Rena," Vanya pun datang dan langsung memasuki kamar Rena, bibirnya sudah gatal ingin mendengar secara langsung dari bibir Rena tentang apa yang sebenarnya terjadi.


"Vanya, kamu bisa jelaskan sebenarnya apa yang terjadi? Coba katakan?" Rena langsung bertanya kepada Vanya tanpa bisa menahan.


Flashback on.


Vanya, Rena, Linda, Irna dan Riska. Ke limanya merasa jenuh karena tidak di perbolehkan untuk bersenang-senang di club malam.


Sedangkan mereka sudah merasa dewasa bingung memikirkan solusi. Akhirnya membeli minuman dan juga membuat pesta ala-ala suasana club malam. Tidak terbiasa minum membuat Rena dan Vanya menjadi teler seketika itu juga. Kemudian mengemudikan mobil dalam keadaan mabuk berat. Sampai di rumah keduanya pun masuk ke dalam kamar.


Flashback off


"Aku ingatnya pas kita nyampe rumah," kata Vanya.


"Atau kamu masuk ke kamar Kakak aku?" Tebak Vanya dengan mulut yang terbuka.


"Ya ampun Vanya, kenapa itu bisa terjadi," Rena kesal pada dirinya sendiri sebab itu masalah menjadi rumit.

__ADS_1


"Rena jangan bilang ke Ayah sama Bunda ya, bisa habis aku kalau ketahuan mereka" Vanya bergidik ngeri merasa takut jika saja benar Devan dan Nayla tahu apa yang di lakukannya.


"Kamu masih mikirin diri sendiri, aku gimana?" Rena mengacak rambutnya.


"Vanya, kira-kira kalau satu selimut berdua bisa hamil nggak sih?" Tiba-tiba saja Rena bertanya pada Vanya, sebab dirinya memang terlalu polos karena Nanda membatasi pergaulan Rena, sebab Rena adalah putri kesayangannya.


"Kamu kan mabuk gimana kalau kalian bukan cuman satu selimut?" Tanya Vanya dengan meneguk saliva.


Rena menggosok badannya sebab merasa geli dengan apa yang dikatakan oleh Vanya.


"Kamu nakut-nakutin aku aja!" Rena memukul pundak Vanya karena terlalu kesal.


"Kamu gimana masih perawan nggak? Baju kamu lengkap nggak?" Vanya pun memperjelas pertanyaan. Mata Rena pun melebar mengingat kembali.


"Aku cuma pakai selimut, dia juga..." Rena pun memilih berhenti membahasnya sebab merasa jijik pada dirinya sendiri.


"Ya ampun, kamu bisa hamil!"


"Vanya cukup!" Rena pun berteriak tidak ingin mendengarkan perkataan Vanya lagi.


Sejenak Rena mengingat kata-kata yang di ucapkan oleh Felix, rasa bencinya kembali datang lagi.


"Rena, jangan bilang ke Bunda dan Ayah tentang kita yang mabuk ya. Bisa mampus aku," pinta Vanya penuh harap.


Rena pun mengangguk, memilih untuk tetap melanjutkan rencana pertunangan dengan Felix.


Dengan alasan takut hamil dan juga ingin membalas semua hinaan Felix padanya, terutama tamparan Nanda. Pertama kalinya Nanda menampar wajahnya, Felix harus bertanggung jawab.


"Aku tidak akan mengatakannya," Rena pun tersenyum penuh misteri.

__ADS_1


"Rena, kamu baik-baik saja?" Vanya bergidik ngeri melihat ekspresi wajah Rena hingga dirinya memilih diam.


Lagi pula Rena sudah berjanji untuk tidak mengatakan apapun pada kedua orang tuanya itu membuat perasaan menjadi lebih lega.


__ADS_2