Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2
Ke rumah Ratih!


__ADS_3

Cahaya yang mendengar apa yang di bicarakan oleh Nayla dan juga Ratih ikut terkejut mendengarnya.


Betapa tidak, dirinya menganggap selama ini Nayla tidak memiliki Ibu lagi. Namun, ternyata wanita tua yang mereka tolong bersama Felix adalah Ibu kandung Nayla.


Sehingga akhirnya Nayla pun meminta Ratih untuk membawanya ke rumahnya.


Gang sempit dan juga rumah kontrakan kecil yang menjadi tempat tinggal Ratih, perabotan yang hanya seadanya tanpa televisi hanya piring kompor dan beberapa peralatan memasak serta kasur tipis yang di gunakan untuk tempat beristirahat.


Lagi-lagi Nayla tak dapat menahan rasa sedihnya, sekalipun sudah membuatnya menderita ataupun mencampakkan nya selama ini tetapi Nayla tetap menyayangi Ratih.


"Bu tinggal sama aku aja ya."


Ratih tersenyum dan menggelengkan kepalanya untuk kali ini pun. Sekalipun memaksa Ratih hanya menolak, karena malu pada Nayla.


"Ibu sempat berpikir bahwa kamu tidak mau lagi menatap wajah Ibu, apalagi memanggil panggilan Ibu. Ternyata tidak, kamu tetap saja menganggap wanita tua yang sudah mencampakan kamu ini sebagai Ibumu, Ibu merasa malu tapi Ibu juga bangga ternyata Ibu yang jahat ini melahirkan seorang malaikat berhati mulia," Ratih lagi-lagi menitikkan air mata, mengusap air mata penyesalan itu yang sudah mengenai kulit keriput nya.


"Bu, jangan bicara seperti itu, seperti apapun Ibu terhadap aku, Tetap saja tak bisa memutuskan darah yang mengalir pada diri aku dari Ibu sampai kapanpun jasa Ibu yang sudah memberikan aku air susu tidak dapat terbalas, perjuangan Ibu melahirkan aku berlinangkan air mata dan keringat tidak mungkin bisa aku kembalikan dengan cara apapun. Ibu tetaplah Ibunya aku, tidak akan pernah bisa tergantikan sejuta barang dan seribu kasih sayang yang di berikan orang lain terhadap aku," Nayla kembali memeluk Ratih mengatakan bahwa tidak ada kebencian di hatinya sedikitpun meyakinkan Ratih bahwa mereka berdua tetaplah anak dan Ibu yang saling menyayangi satu sama lainnya.


Seperti apapun Ibunya namun perjuangan seorang Ibu terhadap anaknya tetap saja begitu besar, sehingga sebesar apapun kesalahan Ratih menurutnya tidak perlu dia yang menghakimi nya.

__ADS_1


Ibu tetaplah Ibu, malaikat tanpa sayap, jasa yang tak terbalaskan dengan sejuta emas dan berlian.


"Aku tetap sayang sama Ibu, sampai kapanpun."


"Terima kasih, tapi Ibu di sini saja Ibu harap kamu mau menjenguk Ibu. Di sini, itu pun sudah sangat membahagiakan bagi Ibu," Ratih mencoba menata senyuman. Senyum malu terhadap putrinya itu.


Tampak dari penampilan Nayla dan perhiasan yang di pakainya kini sudah menjadi orang berada.


Rasa malu semakin terasa seiring dengan air mata yang tak pernah hentinya untuk menitik.


Anak yang dia lahirkan yang dia remehkan, kemudian dia kucilkan kini menjadi seorang wanita hebat, wanita berada dan juga berwibawa.


Saat dulu Ratih hanya fokus membesarkan anak orang lain tanpa dia sadari ternyata anaknya sendirilah yang kelak akan menjadi penopang hidupnya, memberikan cinta dengan begitu tulusnya.


Namun hari ini, hari bahagia bercampur haru begitu terasa, impiannya untuk bertemu dengan Nayla dan meminta maaf atas kesalahannya akhirnya terwujud juga. Kini Ratih beralih menatap Felix dan juga seorang wanita yang duduk di sampingnya.


"Cucu ku ini ternyata tidak kalah baik dari Ibunya, padahal aku jahat sekali. Aku yakin pasti keluarga Ayah mu adalah orang baik. Sehingga, kamu juga menjadi anak yang baik," kata Ratih.


"Bu, dia namanya Felix cucu Ibu. Cucu-cucu Ibu yang lain akan aku bawa ke sini sedangkan yang di sebelah Felix adalah Cahaya dia calon istrinya Felix Bu," Nayla pun memperkenalkan Cahaya.

__ADS_1


Cahaya mencium tangan Ratih sebagai rasa perkenalan dan juga rasa hormat terhadap orang yang lebih tua darinya.


"Kamu cantik sekali, juga baik. Terima kasih sudah menolong Nenek dan Felix kemarin, bahkan hari ini juga ingin menolong Nenek kembali."


"Setelah ini kami akan lebih sering main ke sini Nek," Cahaya pun tersenyum tidak merasa jijik sama sekali kepada Ratih.


"Iya dan sekali lagi terima kasih."


Nayla pun memeluk Ratih begitupun sebaliknya, rasa rindu belum juga sirna hingga kembali meluapkannya dengan sebuah pelukan kehangatan.


Pelukan antara Ibu dan anak penuh rasa cinta dan kasih sayang.


Nayla begitu bahagia bisa kembali menatap mata Ibunya meskipun sudah tak lagi muda seperti dulu.


Bahkan hampir saja Nayla tak mengenali Ratih lagi.


"Aku jadi terharu," kata Cahaya kepada Felix.


"Kamu peluk aku aja kalau gitu," kata Felix dengan suara pelan.

__ADS_1


"Apaan sih!" Cahaya pun mencubit lengan Felix di saat Ratih dan juga Nayla sedang begitu mengharukan hati malah Felix membuatnya merasa lucu.


"Hehehe," Felix pun cengengesan seperti anak kecil merasa dirinya juga bodoh saat ini pertama kalinya seorang Felix Bima Putra menyadari kebodohannya.


__ADS_2