Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2
Menikah hari ini juga!


__ADS_3

"Ehem!" Rena pun berdehem membuat Adnan tersadar ada orang lain selain dirinya di kamar tersebut. Tapi sesaat kemudian Adnan terkejut saat melihat siapa yang masuk ke kamarnya.


"Rena?"


Rena pun mengangkat bahunya seakan biasa saja, kemudian matanya mengedar di seluruh sudut kamar Adnan. Kini dan beberapa hari yang lalu tampak berbeda, kamar tersebut tak lagi menampakkan fotonya.


"Rena, kenapa kamu masuk ke kamar ini?" Tanya Adnan panik.


Sebab, jika saja kedua orang tuanya tau maka akan menjadi masalah besar.


Nayla dan Devan memang membebaskan dirinya untuk berpacaran dengan wanita manapun, tak terkecuali Rena. Namun, tidak dengan berdua-duaan di dalam kamar.


Tentu itu akan membuat kedua orang tuanya murka, lagi pula sejujurnya Adnan tak ingin membuat Rena mendapatkan masalah.


Tetapi Rena tak perduli sama sekali, dirinya kini berjalan mendekati Adnan.


"Kenapa kamu menghilang setelah hari itu? Ternyata kamu tidak lebih dari pecundang!" Tantang Rena.


"Apa maksud mu?"


Rena pun semakin mendekati Adnan, memainkan kancing kemeja yang melekat di tubuh pria dengan tubuh proporsional nya itu.


"Rena!" Adnan terkejut melihat apa yang di lakukan oleh Rena.


"Kenapa?" Bisik Rena dengan suara parau kemudian tangan nya menelusuri dada bidang Adnan yang masih tertutup kemeja, sedetik kemudian Rena pun merebahkan kepalanya pada dada itu. Terasa begitu nyaman dan tak ada yang dapat menggantikan nya.


"Rena cukup! Keluar dari sini!" Adnan pun menarik kedua tangan Rena, kemudian menyeretnya keluar dari kamar tersebut.


Saat itu kaki Rena tanpa sengaja tersandung, sedangkan Adnan tak menyadari jika terlalu kuat mendorong Rena.


Hingga Rena terjatuh di lantai.


"Aduh!" Rena pun meringis menahan sakit.


Adnan pun mematung seketika menatap kedua tangannya yang sudah tega mendorong Rena. Rena pun memegang kakinya dengan air matanya yang menetes menahan sakit. Akhirnya Adnan pun berjongkok dengan rasa bersalah.


"Maaf," kata Adnan dengan suara penuh penyesalan.


Rena menatap Adnan sejenak, setelah itu berusaha untuk bangkit. Namun, tiba-tiba saja terjatuh kembali. Beruntung Adnan menangkapnya dengan segera, hingga tidak sampai berakhir di lantai. Dengan perlahan Adnan pun mengangkat tubuh Rena.


Sedangkan Rena tersenyum samar dan menyandarkan kepalanya pada dada Adnan, hingga akhirnya Rena di turunkan di sofa yang terletak di depan kamar Adnan sendiri.

__ADS_1


"Tunggu di sini!" Adnan pun ingin mengambil kotak obat.


Namun, Rena malah tidak mengijinkan Adnan pergi. Kedua tangannya memegang lengan Adnan.


Membuat Adnan terdiam sambil menatap mata Rena yang begitu indah.


"Kamu nggak mau nikahin aku?" Tanya Rena tiba-tiba.


Degh!


Adnan malah terkejut mendengar pertanyaan Rena barusan.


"Gara-gara kamu pernikahan aku batal dengan Felix, seharusnya kamu bertanggungjawab dengan menikahi aku," imbuh Rena lagi.


Adnan semakin bingung dengan pernyataan Rena, hingga membuatnya berpikir keras. Namun, tetap saja tidak mendapat jawaban pasti.


"Aku udah nunggu-nunggu di lamar sama kamu, tapi kamu malah menghilang? Aku cinta loh sama kamu!" Papar Rena.


Glek!


Tidak ada kata yang keluar dari bibir Adnan, pernyataan Rena barusan benar-benar membuatnya hampir mati. Adnan terus menatap manik mata Rena tanpa ingin beralih, begitu juga dengan sebaliknya. Rena pun menutup mata dan menantikan wajah Adnan yang semakin mendekatinya. Semakin dekat dan hingga akhirnya hanya berjarak beberapa senti saja.


Nayla terus saja mencari keberadaan Adnan yang terus saja menghilang dari pesta, hingga memutuskan untuk menjemput anaknya itu sendiri ke kamarnya. Namun, malah apa yang di lihatnya begitu mengejutkan.


"Bunda?" Rena pun berdiri dengan cepat, panik saat melihat kehadiran Nayla.


Adnan semakin terkejut melihat Rena yang baik-baik saja.


"Rena?" Adnan menatap Rena penuh tanya.


"Aduh," Rena pun mendesus, saat menyadari kebohongan nya sudah terbongkar.


Barusan Rena memang berpura-pura agar Adnan mau berbicara dengan nya.


"Kamu bohong?" Tanya Adnan.


Rena pun mengangguk sambil cengengesan. Tapi ada yang lebih berbahaya dari itu karena Nayla melihat apa yang hampir saja terjadi barusan.


"Apa yang kalian lakukan di sini?"


"Bunda, Adnan udah cium-cium aku," Rena pun memeluk Nayla dengan cepat ingin menyelamatkan dirinya.

__ADS_1


Adnan shock mendengarnya, padahal barusan tidak ada yang terjadi.


"Adnan?" Nayla pun menatap Adnan dengan tajam.


Adnan pun mengangguk sambil melihat Rena, sesaat kemudian Adnan menarik tangan Rena.


"Ayo turun ke bawah, sekalian kita menikah hari ini juga!"


"Apa?" Pekik Rena.


Rena berusaha melepaskan tangannya yang di pegang oleh Adnan, niat awalnya hanya ingin membuat Adnan tahu bahwa dirinya juga mencintai Adnan dan sangat rindu setelah beberapa hari ini Adnan menghilang.


Namun, Adnan malah ingin menariknya pada penghulu yang masih berada di pernikahan Cahaya dan Felix.


"Kenapa? Bukankah kita sudah tidur bersama di puncak?"


"Apa?" Kali ini Nayla yang shock di buat oleh Adnan.


"Bunda, Adnan bohong!" Rena pun menggelengkan kepalanya.


"Bunda mau aku dan Rena tidur bersama lagi setelah ini?"


Nayla pun menggelengkan kepalanya, seketika Devan pun muncul.


"Mas, mereka..." Nayla tak tahu harus mengatakan apa, tapi barusan matanya melihat Adnan dan Rena sedang berduaan saja.


"Om, nggak," Rena meneguk saliva dan menggeleng cepat.


Adnan menatap Devan dengan memohon, tetapi Rena tak menyadari itu.


"Ayah, aku juga akan menikahi Rena sekarang Ayah mau tahu cctv yang tersembunyi di kamar Adnan?" Adnan pun mengambil ponselnya dan memperlihatkan pada Devan, seperti apa agresifnya Rena barusan di dalam kamarnya.


"Nggak," Rena pun menggelengkan kepalanya, peluh pun mulai bercucuran.


Menyadari salah memasuki kamar macan yang ternyata begitu buas.


Adnan pun menggerakkan sebelah alisnya, tersenyum penuh kemenangan.


Glek!


Entah sudah berapa kali Rena meneguk saliva.

__ADS_1


__ADS_2