Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2
Menjenguk Rima!


__ADS_3

Tidak lama berselang beberapa keluarga lainnya ikut muncul, pintu yang sudah dibuka tidak membutuhkan izin dari si pemilik.


"Nayla?" Rima tampak terkejut melihat kedatangan sahabatnya tersebut, sahabat yang kini menjadi bagian dari saudara karena suami mereka yang masih memiliki ikatan persaudaraan.


"Kok terkejut aku ganggu ya?" ucap Nayla tersenyum menggoda Rima.


Rima pun segera berpindah dari tempatnya sedangkan Arini juga duduk di sofa lainnya mengurungkan niatnya untuk menghajar putranya, Aditya pun membenarkan duduknya disusul Devan yang juga duduk di sofa saling berhadapan.


"Ganggu? kok ganggu sih?" tanya Rima kembali yang kini berdiri di hadapan Nayla tepat di ambang pintu.


"Mana tahu ganggu pengantin baru," ucap Nayla lagi.


Rima hanya diam saja dirinya melihat ke arah pintu di mana ada seseorang yang juga muncul.


"Hay apa kabar bumil udah sehat?" tanya Reyna sedangkan Jessica di sampingnya.


Lalu dua lelaki yang menyusul masuk bergabung bersama Devan dan Aditya yang duduk di sofa.


"Kamu juga bumil," ucap Rima sambil terkekeh lucu.


"Iya juga sih! kita bertiga kayaknya perlu ngadain arisan khusus bumil," ucap Reyna sambil tertawa.


"Nggak asik soalnya belum," Rima tersenyum melihat Jessica.


"Iya sih hehehe bercanda," Reyna pun tersenyum melihat Jessica yang hanya diam tanpa kata.


"Aku jadi babu aja lah, kalian butuh apa aku yang ambilkan," celetuk Jessica hingga mengundang tawa diantara yang lainnya.


"Duduk yuk! aku nggak bisa kelamaan berdiri,"


Nayla pun duduk pada karpet berwarna biru yang ada di lantai tepat berada di dekat televisi yang tengah menyala, yang lainnya juga ikut duduk melingkar agar saling berhadapan.


"Gimana?" tanya Reyna pada Rima.


Rima bingung sambil melihat Reyna penuh tanya.


"Apanya?"


"Kandungan kamu, masa kamu sama suami" jelas Reyna sambil tertawa kecil.


"Udah lebih baik cuma agak lemes aja," jawab Rima.


Selesai menjenguk Rima semua berpamitan pulang menimbang Rima juga membutuhkan istirahat untuk pemulihan.

__ADS_1


"Lanjut tidur aja jangan aneh-aneh loh, ingat kesehatan," Reyna pun memberikan peringatan.


Mulut Reyna yang selalu komat-kamit membuat suasana menjadi lebih ramai.


"Aneh-aneh?" Rima bertanya sebab tidak mengerti sama sekali.


"Mama malam ini nginep di sini jadi Mama ke kamar dulu," Arini segera menuju kamar tamu, dirinya merasa sudah tua dan tidak wajar bergabung dengan anak-anak muda itu.


"Aneh-aneh apa?" Rima yang masih bingung pun mencoba untuk bertanya lagi setelah Arini masuk ke dalam kamar.


"Itu loh," Reyna cengengesan sambil mengerucutkan kedua tangannya.


"Otak minus," Nayla pun menoyor kepala Reyna.


"Abang," Reyna merengek dan mengadu pada Nanda.


"Jangan sentuh istriku," Nanda melebarkan matanya dan menarik Reyna untuk berdiri di sampingnya, Devan pun berdiri di samping Nayla.


"Berani kau membentak istriku" Devan menunjukkan wajah dinginnya, tidak ingin istrinya di bentak oleh Nanda.


"Wah kalau aku ya kalau Jessica dibentak aku bakalan hajar habis-habisan," Alex menjadi kompor agar membuat suasana memanas.


Aditya pun bangkit dari duduknya kemudian berdiri di samping Rima.


"Aku juga setuju dengan apa kata Alex," tangan Aditya pun merangkul pundak Rima.


"Mas malu" kesal Rima.


"Mas?" Reyna pun berteriak mendengar panggilan Rima pada Aditya.


"Berisik," Nayla menutup telinganya mendengar suara Reyna yang melenting.


"Tau nih," Jessica pun ikut kesal pada Reyna.


"Hehehe maaf tapi barusan aku nggak salah dengarkan?" tanya Reyna lagi melihat Rima penuh intimidasi.


"Kayaknya ada yang mekar tapi bukan bunga," ucap Nayla.


"Terus?" tanya Rima bingung.


"Cinta!" seru Jessica dan Nayla bersamaan setelah itu semuanya tertawa terbahak-bahak merasa lucu kecuali Rima, sedangkan Aditya masih berusaha untuk tetap melingkarkan tangannya pada pinggang Rima yang berusaha melepaskan diri.


"Udah ah! kalian mau pulang kan? pulang aja sana" Rima ingin menghindari keusilan Nayla, Reyna dan Jessica sehingga menginginkan yang lainnya segera pulang, tahu hatinya memang sedikit berbunga.

__ADS_1


"Iya iya paham ada yang mau romantis-romantisan," ucap Reyna sambil terus tertawa.


"Apaan sih" Rima menahan wajah yang memerah agar tetap tenang dan terlihat biasa saja.


"Sejak kapan kamu bisa malu-malu kucing?" Aditya sebenarnya sudah gemas sejak tadi hanya saja menahan diri karena banyak yang menyaksikannya.


"Mas ishh!" Rima mengusap wajahnya yang memerah, tidak dapat lagi ditahan belum lagi senyuman Aditya begitu manis setelah disadari.


Rima tahu mengapa selama ini Aditya tidak pernah tersenyum pasti jawabannya karena bisa berbahaya bagi kesehatan jantung para wanita di luar sana, termasuk jantungnya juga!


"Ya ampun bisa ya kamu mendadak kalem?" Nayla pun bingung sehingga kini bertanya.


"Udah puas kalian? sekarang keluar tadi udah pamitan," Rima pun tidak mengenali dirinya sendiri bahkan mendadak salah tingkah saat yang lainnya mengejek dirinya.


"Adek ayo pulang! kamu harus mengerti seperti apa itu pengantin baru" Nanda pun membawa Reyna untuk keluar.


"Yuk kita udah diusir!" Alex membawa Jessica juga.


"Ya udah aku pamit! jangan khilaf, jangan lupa waktu ingat ada orok," ucap Nayla sebelum akhirnya benar-benar pergi.


Rima pun mengusap wajahnya hingga beberapa kali berusaha menenangkan diri.


"Ke kamar yuk! tapi jangan gigit bibir aku lagi ya" goda Aditya.


"Mama!" teriak Rima dengan kencangnya.


Arini pun keluar dari kamar dengan terburu-buru takut terjadi sesuatu pada Rima.


"Ada apa?" wajah panik Arini tidak bisa ditutupi terlihat jelas betapa dirinya menyayangi Rima.


"Ma aku tidur sama Mama aja," ucap Rima.


Aditya panik mendengar keinginan Rima, seketika menggelengkan kepalanya.


"Wah Mama senang sekali" Arini tentu setuju dan sangat bahagia.


"Rima, Mas gimana?" tanya Aditya.


"Bodo!" Rima pun mulai melangkah pergi menuju kamar yang ditempati oleh Arini.


Aditya berlari menyusul Rima kemudian dengan cepat Rima menutup pintu lalu menguncinya.


"Rima," seru Aditya sambil menggedor-gedor pintu dan memutar gagang pintu yang sudah tertutup rapat dengan panik Rima bersandar pada daun pintu sambil tersenyum bahagia, entahlah tapi Aditya membuatnya berbunga-bunga seketika.

__ADS_1


"Rima" teriak Aditya lagi dari luar sana.


"Hehe" Rima hanya tersenyum saja menahan detak jantung.


__ADS_2